Home > Super League

Banding Persib Ditolak AFC, Ini Dampaknya

Komite Banding AFC telah memutuskan menolak banding yang dilakukan Persib terkait kericuhan penonton yang terjadi di laga melawan Ratchaburi.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Persib Bandung. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Persib Bandung. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id – Persib Bandung harus menerima keputusan Komite Banding AFC pada 13 Agustus 2026, terkait sanksi atas kericuhan yang terjadi setelah pertandingan melawan Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, 18 Februari 2026.

Komite Banding AFC menolak seluruh permohonan banding Persib terhadap keputusan sebelumnya dengan nomor VVC 20260513DC13. Artinya, keputusan Komite Disiplin dan Etik AFC tetap berlaku sepenuhnya.

Dalam keputusan tersebut, Persib dinyatakan melakukan pelanggaran terhadap Pasal 65.1 dan 64.1 Kode Disiplin dan Etik AFC, serta Pasal 35 Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC.

Pelanggaran itu berkaitan dengan perilaku penonton, penyelenggaraan pertandingan, serta keamanan dan akses publik di stadion.

Baca Juga: Piala AFF 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: I.League Pastikan Laga Persija Lawan Persib Digelar di Jakarta dengan Kehadiran Penonton

AFC mencatat sejumlah insiden yang terjadi dalam pertandingan Persib kontra Ratchaburi. Penonton yang disebut sebagai pendukung Persib menyalakan berbagai benda pembakar, termasuk kembang api dan flare, dalam beberapa kesempatan selama pertandingan.

Mereka juga melemparkan berbagai benda ke area lapangan sepanjang pertandingan. Benda-benda yang dilempar antara lain potongan kursi stadion, botol plastik, kantong plastik berisi cairan, gelas plastik, sampah plastik hingga puing-puing lainnya.

Selain itu, sejumlah bagian kursi stadion dan papan iklan dilaporkan mengalami kerusakan. AFC juga mencatat adanya tindakan kekerasan fisik serta ucapan kasar dan penghinaan yang ditujukan kepada tim lawan maupun ofisial pertandingan.

Dalam keputusan tersebut disebutkan pula adanya tuduhan dari penonton bahwa pihak lawan dan ofisial pertandingan merupakan “bagian dari mafia” serta telah dibayar untuk memengaruhi hasil pertandingan.

Situasi kemudian semakin tidak terkendali setelah pertandingan. Sejumlah individu masuk ke lapangan permainan dan area di sekitar lapangan.

AFC menilai Persib juga gagal memenuhi kewajibannya dalam menerapkan standar keselamatan pertandingan. Klub dianggap tidak menjalankan seluruh langkah pencegahan yang diperlukan sebelum maupun selama pertandingan serta tidak mampu memastikan ketertiban dan keamanan tetap terjaga di dalam maupun sekitar stadion.

Masalah lainnya berkaitan dengan akses publik. AFC menyatakan Persib gagal memastikan jalur akses umum, koridor, tangga, pintu, gerbang, dan jalur keluar darurat tetap bebas dari hambatan.

Jalur-jalur tersebut disebut terhalang oleh penonton yang memenuhi atau memblokir area akses dan tangga selama pertandingan sehingga berpotensi mengganggu pergerakan serta keselamatan penonton.

Persib Didenda Rp3,5 miliar

Atas pelanggaran tersebut, Persib diwajibkan membayar denda total USD200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar jika menggunakan kurs Rp17.817 per dolar AS. Pembayaran harus dilakukan maksimal 30 hari sejak keputusan disampaikan kepada klub.

Selain denda, AFC menjatuhkan hukuman penutupan penuh stadion untuk dua pertandingan kandang Persib berikutnya di kompetisi antarklub putra AFC yang dimainkan di wilayah Indonesia.

Namun, ada perbedaan status untuk kedua pertandingan tersebut.

Sanksi penutupan stadion untuk pertandingan pertama tetap berlaku. Artinya, saat Persib menjamu Manila Digger dalam play-off ACL Two, 31 Agustus nanti, tidak bisa dihadiri penonton.

Sementara hukuman penutupan stadion pada pertandingan kedua ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun.

Dengan demikian, apabila Persib kembali melakukan pelanggaran dengan sifat serupa dalam periode dua tahun tersebut, penangguhan akan otomatis dicabut. Sanksi penutupan stadion untuk pertandingan kedua kemudian diberlakukan, di luar hukuman tambahan yang dapat dijatuhkan akibat pelanggaran baru.

Keputusan Komite Banding AFC ini sekaligus menegaskan bahwa Persib tetap harus menjalani seluruh sanksi yang sebelumnya dijatuhkan Komite Disiplin dan Etik AFC.

Persib juga diwajibkan membayar USD1.000 untuk biaya dan pengeluaran proses banding. Sesuai keputusan AFC, jumlah tersebut akan dipotong dari biaya banding yang sebelumnya telah dibayarkan.

Di luar itu, Persib harus menanggung sendiri seluruh biaya hukum maupun biaya lain yang muncul selama proses banding.

Sumber: AFC

× Image