Home > Super League

PSSI Beri Kabar Gembira, Larangan Suporter Tandang untuk Super League dan Championship Sudah Dicabut FIFA

Ketua Umum PSSI itu menjelaskan bahwa mekanisme kehadiran suporter tandang sepenuhnya akan menjadi kewenangan operator kompetisi I.League bersama klub-klub peserta.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id) Sumber:
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan larangan kehadiran suporter tim tamu yang sebelumnya diberlakukan FIFA untuk kompetisi sepak bola Indonesia telah resmi dicabut.

Dengan keputusan tersebut, peluang bagi pendukung tim tamu untuk kembali hadir di pertandingan Super League dan Championship musim 2026/2027 kini terbuka, meski penerapannya tidak akan dilakukan secara menyeluruh di setiap laga.

Ketua Umum PSSI itu menjelaskan bahwa mekanisme kehadiran suporter tandang sepenuhnya akan menjadi kewenangan operator kompetisi I.League bersama klub-klub peserta.

Setiap pertandingan akan memiliki kebijakan yang berbeda sesuai dengan kondisi keamanan, kesiapan panitia pelaksana, serta karakteristik suporter dari kedua tim yang bertanding.

Baca Juga: Kapan MPL Indonesia Season 18 Dimulai?

Baca Juga: Piala AFF 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Erick mengungkapkan bahwa PSSI telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak I.League terkait implementasi kebijakan tersebut. Menurutnya, FIFA kini memberikan ruang kepada Indonesia untuk mengatur sendiri sistem kehadiran suporter tandang, asalkan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

"Catatan dari FIFA sudah memberikan keterbukaan. Sekarang I.League bersama klub yang menentukan mekanismenya seperti apa," ujar Erick kepada awak media.

Meski demikian, Erick menegaskan bahwa pencabutan larangan bukan berarti seluruh pertandingan otomatis dapat dihadiri suporter tim tamu. Setiap keputusan harus melalui pertimbangan matang agar tidak menimbulkan risiko keamanan di stadion.

Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak melupakan tragedi Kanjuruhan pada 2022 yang menjadi salah satu titik balik pembenahan sepak bola nasional. Menurutnya, keselamatan penonton harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan pertandingan.

"Kami tidak mau ada kejadian Kanjuruhan terulang lagi. Yang paling penting adalah memastikan semua suporter bisa datang ke stadion dan kembali ke rumah dengan selamat," tegas Erick.

Karena itu, ia meminta I.League dan seluruh klub memahami kondisi masing-masing kelompok suporter sebelum memutuskan membuka akses bagi pendukung tim tamu. Setiap klub dinilai memiliki dinamika yang berbeda sehingga kebijakan tidak bisa disamaratakan.

Erick juga mengingatkan bahwa keputusan yang terburu-buru tanpa mempertimbangkan faktor keamanan dapat berujung pada insiden yang merugikan banyak pihak, bahkan berpotensi memunculkan sanksi baru dari FIFA apabila terjadi pelanggaran serius.

× Image