Home > World

Semifinal Piala Dunia 2026: Keamanan Diperketat Jelang Laga Inggris vs Argentina

Otoritas Kota Atlanta meningkatkan langkah-langkah keamanan menjelang duel sarat gengsi yang akan digelar pada Rabu waktu setempat di Stadion Atlanta.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id – Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina dipastikan berlangsung di bawah pengamanan ketat. Otoritas Kota Atlanta meningkatkan langkah-langkah keamanan menjelang duel sarat gengsi yang akan digelar pada Rabu waktu setempat di Stadion Atlanta.

Pertemuan ini bukan sekadar perebutan tiket ke final. Inggris berupaya menghentikan langkah juara bertahan Argentina sekaligus mengakhiri penantian panjang untuk kembali tampil di final Piala Dunia, sesuatu yang terakhir kali mereka rasakan pada edisi 1966.

Di sisi lain, aparat keamanan menyadari bahwa laga tersebut juga dibayangi rivalitas historis antara kedua negara. Inggris dan Argentina pernah terlibat Perang Falklands pada 1982, konflik selama 74 hari yang menewaskan ratusan prajurit dari kedua belah pihak. Hingga kini, wilayah yang dikenal sebagai Falklands oleh Inggris dan Las Malvinas oleh Argentina masih menjadi sengketa kedaulatan.

Mengantisipasi meningkatnya jumlah suporter dan wisatawan, Kepolisian Atlanta memastikan pengamanan di berbagai titik kota telah diperkuat.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Kisah Aymeric Laporte: Dibuang Prancis, Dipungut Spanyol

“Saat Atlanta bersiap menjadi tuan rumah pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA dan menyambut peningkatan jumlah penduduk maupun pengunjung, Departemen Kepolisian Atlanta telah meningkatkan kesiapsiagaan keamanan dan keselamatan publik di seluruh kota,” tulis pernyataan resmi Kepolisian Atlanta seperti dikutip BBC.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa personel tambahan telah ditempatkan di sekitar stadion, kawasan hiburan, hingga area dengan mobilitas tinggi demi memastikan situasi tetap kondusif.

“Personel dan sumber daya tambahan telah dikerahkan dan akan terus ditempatkan secara strategis di sekitar lokasi pertandingan, kawasan hiburan, serta area dengan lalu lintas tinggi untuk membantu memastikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi semua orang,” tambahnya.

“Langkah-langkah proaktif ini dirancang untuk melindungi masyarakat, mencegah tindak kriminal, serta memastikan warga dan pengunjung dapat menikmati ajang bersejarah ini dengan aman.”

Sorotan terhadap laga ini semakin besar setelah Argentina menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2 di babak 16 besar. Seusai pertandingan, sejumlah pemain Argentina sempat terekam menyanyikan yel-yel yang menyinggung Kepulauan Malvinas serta dua ikon sepak bola mereka, Diego Maradona dan Lionel Messi.

Maradona sendiri memiliki sejarah panjang dalam rivalitas ini setelah membawa Argentina mengalahkan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986 lewat gol kontroversial “Tangan Tuhan”. Sementara itu, Lionel Messi berpeluang menghadapi Inggris untuk pertama kalinya sepanjang karier internasionalnya.

Di tengah memanasnya atmosfer jelang pertandingan, Federasi Veteran Perang Argentina mengimbau para pendukung agar tidak mencampurkan sepak bola dengan isu politik maupun sejarah kedua negara.

“Kedaulatan dipertahankan melalui forum internasional dengan jalur diplomasi, kebenaran sejarah, serta klaim damai yang tidak dapat ditawar sebagaimana tercantum dalam konstitusi nasional kami,” imbaunya.

Federasi tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga batas antara nasionalisme dan olahraga.

“Kami memandang penting untuk menarik garis yang jelas dan tegas antara gairah olahraga dan perjuangan nasional. Bola tetap bergulir, kebanggaan terhadap warna kebesaran kami semakin besar, tetapi ingatan sejarah tetap terjaga,” tegasnya.

Dari kubu Inggris, kiper Jordan Pickford memilih meredam tensi di luar lapangan. Ia menilai duel melawan Argentina tetap harus dipandang sebagai pertandingan sepak bola semata.

“Ini hanya pertandingan sepak bola. Sepak bola yang akan berbicara,” kata Pickford.

Sementara itu, kepolisian juga memberikan apresiasi terhadap perilaku suporter Inggris yang berada di Amerika Serikat. Namun, mereka meminta pendukung yang berada di Inggris untuk mengikuti contoh tersebut setelah lebih dari 500 insiden terkait sepak bola terjadi di Inggris pada akhir pekan lalu, bertepatan dengan kemenangan 2-1 The Three Lions atas Norwegia melalui babak perpanjangan waktu. Dalam rangkaian insiden tersebut, lebih dari 100 orang dilaporkan ditangkap.

Sumber: BBC

× Image