Kisah Haru Orlando Gill: Pernah Jual Jersey demi Biaya Hidup, Kini Jadi Pahlawan Paraguay di Piala Dunia 2026

SKOR.id - Orlando Gill menjadi sosok yang paling disorot setelah membawa Paraguay menyingkirkan Jerman melalui drama adu penalti pada Selasa (30/6/2026) pagi WIB. Penjaga gawang berpostur 198 sentimeter itu tampil gemilang dengan menggagalkan dua tendangan penalti, sekaligus mengantar negaranya meraih kemenangan kedua di fase gugur sepanjang sejarah Piala Dunia.
Penampilan impresif tersebut semakin menegaskan status Gill sebagai salah satu kiper terbaik di turnamen. Namun, di balik performa luar biasanya, perjalanan karier kiper berusia 26 tahun itu dipenuhi berbagai ujian yang nyaris membuat mimpinya berhenti di tengah jalan.
Hingga Januari 2025, Gill bahkan baru mencatatkan tiga penampilan di level klub senior. Jauh sebelum namanya dikenal publik sepak bola dunia, ia pernah berada di titik terendah dalam hidupnya.
Kurang dari empat tahun lalu, Gill harus menjual perlengkapan sepak bolanya demi memenuhi kebutuhan keluarga setelah putranya lahir secara prematur.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Inggris vs RD Kongo, The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Negara Afrika di Piala Dunia
Karier Gill dimulai dari akademi Club 13 de Junio dan CS San Lorenzo di Paraguay. Namanya sempat masuk skuad Paraguay untuk Kejuaraan Amerika Selatan U-20 pada awal 2019 sebelum akhirnya menjalani debut profesional bersama San Lorenzo pada September 2020.
Meski telah menembus tim utama, kesempatan bermain yang ia dapat sangat terbatas. Saat itu, Gill baru mengoleksi dua penampilan ketika istrinya, Melissa Avalos, yang dinikahinya pada Januari 2021, mengandung anak pertama mereka pada 2022.
Awalnya, sang buah hati diperkirakan lahir pada 31 Desember. Namun kondisi kesehatan Melissa memaksanya menjalani perawatan di rumah sakit sejak 30 November. Proses persalinan kemudian diinduksi pada 7 Desember.
Komplikasi serius membuat bayi mereka, Lautaro, baru lahir sehari kemudian. Melissa harus menjalani operasi darurat, sementara Lautaro harus mendapatkan perawatan intensif di ICU.
Meski akhirnya dapat berkumpul kembali di rumah menjelang Natal, kondisi ekonomi keluarga mereka saat itu sangat memprihatinkan.
Melissa mengenang masa-masa sulit tersebut melalui unggahan di Instagram tahun lalu.
“Kami tidak memiliki apa-apa, dan Orlando menjual perlengkapan klubnya untuk menutupi pengeluaran,” tulis Melissa, dalam unggahannya tersebut.
Ia juga menceritakan bagaimana suaminya rela mengorbankan seluruh barang berharga yang dimiliki demi keluarga.
“Putra kami berjuang untuk hidupnya, dan ayahnya selalu berada di sisinya. Dia memberikan segalanya, dia menjual semuanya: pakaiannya, sepatunya, bahkan jersey tim nasional U-20 yang seharusnya bisa ia simpan sebagai kenang-kenangan,” tambahnya.
Kesempatan yang Mengubah Hidup
Sekitar setahun setelah kelahiran Lautaro, keberuntungan akhirnya berpihak kepada Gill.
Meski baru dua kali tampil bersama tim utama San Lorenzo Paraguay, klub kasta tertinggi Argentina, San Lorenzo, memberinya kesempatan dengan merekrutnya sebagai pemain pinjaman.
Sepanjang akhir 2024 ia bermain bersama tim cadangan sebelum akhirnya menjadi pilihan utama pada 2025. Performa konsistennya langsung menarik perhatian pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro.
Gill dipanggil ke Timnas Paraguay pada Maret dan Juni, lalu menjalani debut internasional senior saat Paraguay menghadapi Peru pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia pada September tahun lalu.
Setelah itu, ia tampil dalam lima pertandingan uji coba dan berhasil mengamankan posisi sebagai kiper utama Paraguay untuk Piala Dunia 2026.
Meski Paraguay mengawali turnamen dengan kekalahan 1-4 dari salah satu tuan rumah, Amerika Serikat, Gill segera bangkit. Dalam tiga pertandingan berikutnya, termasuk laga melawan Jerman yang berlangsung hingga babak tambahan waktu, ia hanya kebobolan satu gol.
Dari total 17 tembakan tepat sasaran yang mengarah ke gawangnya, Gill sukses menggagalkan 16 di antaranya. Puncaknya terjadi saat menghadapi Jerman. Selain tampil solid sepanjang pertandingan, ia juga menjadi penentu kemenangan dengan menggagalkan dua eksekusi penalti lawan dan membawa pulang penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan dari FIFA.
Usai laga, Gill mendedikasikan penghargaan tersebut kepada keluarganya, terutama sang keponakan, Alexander, yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Alexander, trofi ini untukmu. Aku berharap kamu segera sembuh. Ayah baptismu mendukungmu dari kejauhan,” katanya.
Setelah pernah menyaksikan putranya berjuang mempertahankan hidup sejak lahir, Orlando Gill kini berharap kisah perjuangan keluarganya dapat menjadi penyemangat bagi Alexander. Di saat yang sama, ia terus berjuang bersama Paraguay di Piala Dunia 2026.
Sumber: BBC
