Rekam Jejak Eloy Room, Mengembara di Belanda hingga Jadi Pahlawan Curacao

SKOR.id - Eloy Room menjadi perbincangan setelah menjadi bintang permaian Curacao pada laga melawan Ekuador di Grup E Piala Dunia 2026.
Pada pertandingan ini, Curacao datang dengan modal kekalahan telak 1-7 dari Jerman di pertandingan sebelumnya.
Namun, performa Curacao jauh lebih baik di pertandingan kedua saat menghadapi Curacao.
Mereka tampil solid dan berhasil menahan Ekuador imbang 0-0 hingga pertandingan berakhir.
Baca Juga: Jerman Kuasai Grup E, Curacao dan Ekuador Masih Bisa Lolos usai Berbagi Poin
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Menurut Catatan Opta, Eloy Room mencatat 15 penyelamatan melawan Ekuador sekaligus menjadi yang terbanyak di Piala Dunia sejak 1966, yang tidak memasuki perpanjangan waktu.
Performa ini menjadi bukti ketangguhan Eloy Room yang memperkuat Timnas Curacao sejak 2015 lalu, dan pernah merasakan asuhan Patrick Kluivert.
Eloy Room adalah pemain kelahiran Belanda, tepatnya di Nijmegen, 6 Februari 1989 atau 37 tahun yang lalu.
Meski begitu ia akhirnya membela Curacao di level senior, dan Patrick Kluivert punya peran besar dalam membujuknya.
Eloy Room sebenarnya sempat membela Belanda di level junior meski hanya sekali di level U-20, tetapi kesempatan membela tim senior tak kunjung datang.
Ia akhirnya tertarik membela Curacao karena sang ibu berasal dari sana dan dirinya juga sudah familiar dengan negara tersebut sejak kecil.
Sebagai pesepak bola, karier Eloy Room dimulai dari kota kelahirannya, ketika membela tim SCE Nijmegen pada tahun 1996-1998.
Kemudian ia bergabung ke NEC Nijmegen (1998-2001) sebelum pindah ke VV Union Malden (2001-2002) dan berlanjut ke tim muda Vitesse.
Ia pertama kali debut bersama tim utama pada musim 2008-2009, total ia mencatatkan total 189 penampilan bersama tim utama Vitesse.
Room sempat menjalani peminjaman ke Go Ahead Eagles di musim 2013-2014 dengan catatan 22 penampilan di sepanjang musim.
Vitesse akhirnya melepas Room ke PSV pada musim 2017-2018, di sana ia hanya memperkuat tim utama lima kali, dan lebih banyak membantu untuk tim U-21 dengan 14 penampilan.
Hanya bertahan dua musim, Room akhirnya meninggalkan Belanda untuk bergabung dengan klub MLS, Colombus Crew pada 2019.
Bersama Colombus Crew ia mendapat jauh lebih banyak kesempatan tampil reguler di tim utama, di banding saat membela PSV.
Total 102 ia kemas bersama Colombus Crew, dengan catatan 119 kali kebobolan dan 28 clean sheets.
Ia sempat kembali ke Vitesse pada musim 2023-2024 sebelum dilepas pada 2024-2025, dan sempat berstatus tanpa klub selama dua bulan.
Cercle Brugge menjadi klub berikutnya yang ia bela, meski hanya mencatat dua penampilan di tim utama. Room sempat menganggur setelah dilepas Cercle Brugge Juli tahun lalu.
Pada Januari 2026 ia resmi bergabung ke Miami FC, dan mencatat 11 penampilan sejak ia kembali ke Amerika Serikat.
Sumber: FIFA, Transfermarkt
