Jembatan Pemain Muda Indonesia Menuju Spanyol, World Sport Academy Resmi Diluncurkan di Jakarta

SKOR.id - Word Sport Academy (Wospac) Barcelona Rep Office Indonesia secara resmi diluncurkan di Mini Soccer Pendekar Goozone Cibis Park, Jakarta, pada Senin (11/5/2026).
Dengan mengusung tema "Jembatan Mengantar Mereka Jadi Hebat", Wospac Barcelona Rep Office Indonesia merupakan kolaborasi strategis yang memberikan pendampingan untuk memaksimalkan potensi calon atlet muda Indonesia.
Wospac membuka banyak jalan. Dengan pelatihan komprehensif, mempersiapkan pesepak bola muda Indonesia untuk berprestasi di level tinggi dan siap untuk sukses.
Melengkapi program PSSI tentang Naturalisasi dan Pembinaan Usia Dini talenta Tanah Akr, Wospac Indonesia membangun bakat lokal dengan pengalaman dan mental bertanding sebagai pemain Eropa.
Baca Juga: Piala Asia U-17 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Super League 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Untuk itu, segala metodologi yang terapkan dikembangkan langsung di Akademi Wospac Barcelona, jadi tidak ada pengembangan metodologi yang dijalankan di Indonesia.
Dijelaskan CEO Wospac Barcelona Rep Office Indonesia, Benhard Sitorus, kemitraan yang dibangun dengan Wospac Barcelona yang merupakan akademi sepak bola asrama internasional terkemuka di Barcelona, Spanyol.
Mereka yang didirikan 2010 untuk melatih talenta muda berusia 10-24 tahun dengan pendekatan integral (sepak bola, akademik, dan kepribadian). Programnya menggabungkan latihan teknik, fisik, dan studi.
“Fasilitas dan lokasi bertempat di Wospac Boarding School Barcelona. Para peserta mendapatkan penginapan aman, sesi teori, teknik, taktik dan pengalaman sebagai pemain lokal Spanyol ala Barcelona," kata Benhard Sitorus.
Keunggulan utamanya adalah integrasi total dalam ekosistem sepak bola Barcelona, memberikan sesi latihan intensif, kompetisi resmi bersama tim lokal berkualitas, dan koneksi langsung ke jaringan klub Spanyol.
Yakni dengan memberikan kesempatan bagi pemain muda Indonesia untuk berlatih dengan pelatih UEFA Pro, merasakan atmosfer akademi Eropa, dan bertanding melawan tim lokal Spanyol.
Reputasi internasional dan kemitraan profesional Wospac pun meningkatkan eksposur bagi para pemain. Dengan akses ke pencari bakat, agen, dan klub, para siswa memiliki kesempatan nyata untuk mengubah tekad menjadi profesi.
"Kemitraan Wospac memiliki kemitraan dengan klub-klub Spanyol, termasuk EU Cornella, yang dikenal sebagai cikal bakal pemain sepak bola profesional,” ucap Benhard Sitorus.
“Wospac Indonesia membuka bakat lokal untuk merasakan pengalaman dan mental bertanding sebagai pemain Eropa. Untuk itu, segala metodologi yang terapkan dikembangkan langsung di Akademi Wospac Barcelona, jadi tidak ada pengembangan metodologi yang dijalankan di Indonesia.”
Sementara itu Wospac Director & Founder, Alex Bosacoma Sesma, secara daring menyampaikan alasannya memilih Indonesia karena dinilai sebagai salah satu negara dengan gairah sepak bola terbesar di dunia dan punya potensi talenta muda.
“Kami melihat antusiasme, energi, dan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola sebagai fondasi penting untuk pengembangan pemain masa depan,” katanya.
“Kehadiran representatif resmi Wospac Barcelona di Indonesia menjadi langkah strategis untuk membangun jembatan antara talenta muda Indonesia dengan ekosistem sepak bola Eropa, khususnya Spanyol.”
“Kami ingin menghadirkan standar pembinaan internasional, pendidikan olahraga modern, serta pengalaman global bagi pemain muda Indonesia,” Alex Bosacoma Sesma menjelaskan.
Sementara itu kehadiran Wospac Barcelona Rep Office Indonesia juga mendapat respons positif dari federasi melalui Komite Usia Dini PSSI sekaligus anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.
"Pembinaan sepak bola di Indonesia tidak mungkin hanya dilakukan oleh federasi. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama kemajuan, salah satunya seperti hadirnya program pengembangan sepak bola internasional seperti Wospac Barcelona ini,” ucapnya.
“Ini membuka akses pembinaan, pendidikan, dan exposure bagi talenta muda Indonesia ke ekosistem sepak bola Eropa. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas pemain usia muda,”
“Karena ada transfer knowledge kepelatihan, serta penguatan sport science dan pembinaan modern di Indonesia,” Arya Sinulingga menambahkan.
