Home > World

Fakta Menarik Jelang Bayern Munchen vs PSG: Rekor Bagus Tuan Rumah di Kandang

Pertemuan Bayern dan PSG kali ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final, tetapi juga mempertemukan dua tim dengan catatan statistik luar biasa.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Liga Champions. Sumber:Grafis Kevin Bagus Prinusa/Skor.id
Liga Champions. Sumber:Grafis Kevin Bagus Prinusa/Skor.id

SKOR.id - Laga panas akan tersaji pada semifinal Liga Champions 2025-2026 saat raksasa Jerman Bayern Munchen berhadapan dengan wakil Prancis Paris Saint-Germain Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.

Duel leg kedua dua tim bertabur bintang ini dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan musim ini, mengingat keduanya tampil sangat produktif sepanjang fase gugur.

Pertemuan Bayern dan PSG kali ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final, tetapi juga mempertemukan dua tim dengan catatan statistik luar biasa. Kedua klub datang dengan kekuatan menyerang yang menakutkan serta sejumlah pemain yang sedang berada dalam performa terbaiknya.

Salah satu fakta menarik jelang pertandingan ini adalah produktivitas Bayern Munchen di fase knockout. Klub asal Bavaria tersebut telah mencetak 20 gol hanya dalam lima pertandingan fase gugur Liga Champions musim ini. Rata-rata empat gol per laga yang mereka bukukan menjadi yang tertinggi dalam sejarah kompetisi sejak format Liga Champions modern dimulai pada musim 1992-93.

Namun PSG tidak kalah impresif. Les Parisiens sudah mengoleksi 22 gol dalam tujuh pertandingan knockout musim ini. Bahkan, catatan tersebut hanya kalah dari torehan PSG sendiri pada musim lalu ketika mereka mencetak 24 gol di fase gugur. Statistik ini menunjukkan bahwa duel nanti berpotensi menghadirkan hujan gol.

Jika berbicara soal rekor unik di fase knockout, sejarah pernah mencatat momen langka yang melibatkan salah satu semifinalis musim ini. Dalam sejarah Liga Champions, hanya ada satu tim yang pernah mencetak lima gol di laga knockout namun tetap tersingkir, yakni Manchester City saat menghadapi AS Monaco pada babak 16 besar musim 2016-17. Saat itu City menang 5-3 di leg pertama, namun kalah 1-3 di leg kedua dan tersingkir lewat aturan gol tandang. Fakta ini menjadi pengingat bahwa keunggulan besar sekalipun belum tentu aman di kompetisi sekelas Liga Champions.

Dari sisi head-to-head, Bayern Munchen jelas punya catatan yang mengintimidasi PSG, khususnya saat bermain di kandang. PSG tercatat sudah menelan lima kekalahan tandang melawan Bayern di kompetisi Eropa, jumlah terbanyak dibanding lawan mana pun. Dari tujuh lawatan ke markas Bayern, PSG kalah lima kali atau memiliki persentase kekalahan 71 persen.

Secara persentase, hanya melawan Manchester City (100 persen) dan Real Madrid (75 persen) PSG memiliki rekor tandang yang lebih buruk. Catatan ini tentu menjadi alarm bagi tim ibu kota Prancis tersebut jika ingin menjaga asa lolos ke final.

Duel dua mesin gol: Khvicha Kvaratskhelia dan Harry Kane.

Kvaratskhelia tampil fenomenal bersama PSG musim ini. Winger asal Georgia itu telah terlibat dalam 15 gol di Liga Champions, dengan rincian 10 gol dan lima assist. Torehan tersebut menjadi rekor keterlibatan gol terbanyak oleh pemain PSG dalam satu musim Liga Champions.

Lebih impresif lagi, tujuh golnya tercipta di fase knockout. Sepanjang sejarah kompetisi, hanya Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Karim Benzema yang pernah mencetak lebih banyak gol di fase gugur dalam satu musim.

Di kubu Bayern, Harry Kane juga sedang menggila. Striker timnas Inggris itu telah mengoleksi 13 gol di Liga Champions musim ini. Ia hanya terpaut dua gol dari rekor pencetak gol terbanyak Bayern dalam satu musim kompetisi Eropa, yang saat ini dipegang Jürgen Klinsmann dan Robert Lewandowski dengan 15 gol.

Kane juga sedang mencatatkan enam pertandingan beruntun selalu mencetak gol di Liga Champions. Itu merupakan rekor terpanjang yang pernah dicapai pemain Inggris dalam sejarah European Cup sejak 1955.

× Image