Home > Super League

Hentikan Tren Negatif, PSIM Yogyakarta Tim dengan Hasil Imbang Terbanyak

PSIM kembali meraih hasil imbang saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4/2026).
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Klub Super League 2025-2026: PSIM Yogyakarta. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Klub Super League 2025-2026: PSIM Yogyakarta. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - PSIM Yogyakarta berhasil menghentikan tren negatif mereka yang sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun di Super League 2025-2026. Itu terjadi usai tim berjulukan Laskar Mataram bermain imbang 1-1 dengan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4/2026).

Dalam laga itu, PSIM sempat unggul lebih dulu melalui gol Ezequiel Vidal ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Namun Persija berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-20, melalui gol Allano Lima.

Hasil ini membuat PSIM menempatkan diri sebagai tim terbanyak yang meraih imbang di Super League musim ini. Tercatat, tim asal Kota Gudeg itu meraih hasil seri sebanyak 12 kali. Unggul atas PSM Makassar (10), serta Persebaya Surabaya, Bali United, serta Persis Solo yang masing-masing mendapatkan sembilan kali hasil imbang.

Hasil imbang ke-12 ini pun menempatkan PSIM kini berada di posisi kesembilan klasemen dengan 39 poin dari 29 laga yang telah dijalani.

Baca Juga: Penalti Maxwell Souza Gagal Lagi, Persija Tidak Menang dan Peluang Juara Makin Sempit

Baca Juga: Persija Terbanyak Buang Peluang, Persib Paling Sering Gagal Penalti

Meski cuma meraih hasil imbang, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel tetap senang. Apalagi jika mengacu dengan Persija yang saat ini menjadi salah satu tim yang bersaing di jalur juara.

“Saya senang bisa mendapatkan satu poin melawan Persija Jakarta. Mereka adalah tim besar yang bersaing memperebutkan gelar juara. Saya juga lega bisa mengakhiri tren negatif kami sebelumnya, sehingga tim memiliki sedikit momentum untuk kembali mendulang poin,” kata pelatih asal Belanda tersebut dikutip laman resmi klub.

“Mengingat skor akhir 1-1, saya rasa itu adalah hasil maksimal bisa kami raih dalam pertandingan ini. Jadi sangat penting bagi kami untuk mengamankan poin tersebut. Seperti saya katakan, Persija bermain dengan baik, dan kami lebih banyak dituntut untuk bertahan,” paparnya.

Tingginya intensitas serangan memaksa barisan pertahanan bekerja ekstra keras. Perubahan taktik langsung diterapkan pelatih saat jeda turun minum.

“Kami bertahan dengan lebih agresif pada babak kedua. Hal tersebut sesuai keinginan dan instruksi saya di ruang ganti saat turun minum bahwa kami harus menunjukkan lebih banyak tekad untuk bertahan,” jelas pelatih berusia 53 tahun itu.

Sementara itu, kapten PSIM, Franco Ramos, mengungkapkan bahwa timnya telah bekerja sangat keras untuk menyelesaikan laga ini dengan baik.

“Pertandingan ini sangat sulit karena mereka memiliki pemain-pemain berkualitas,” katanya.

“Saya pikir kami bertahan dengan baik seperti dikatakan pelatih, dan kami berhasil meraih satu poin. Sangat penting bagi kami untuk memutus rentetan kekalahan ini,” pungkas Franco Ramos.

Sumber: Psimjogja.id

× Image