Home > Badminton

Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI Ungkap Alasan Reuni Leo/Daniel

PBSI melakukan beberapa perombakan di sektor ganda putra pelatnas, termasuk comeback Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Ganda putra Indonesia, Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando. Sumber:Grafis Skor.id
Ganda putra Indonesia, Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando. Sumber:Grafis Skor.id

SKOR.id - PBSI kembali melakukan penyegaran di sektor ganda putra Indonesia, satu pasangan lawas siap comeback.

Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, duo yang terakhir kali main bersama pada Indonesia Open 2024.

Reuni Leo/Daniel dimungkinkan karena dua faktor, yakni pulihnya Daniel dari cedera panjang serta kurang memuaskannya performa Leo selama berpasangan dengan Bagas Maulana.

Selain itu, rekam jejak Leo/Daniel yang pernah bahu-membahu di masa lalu memang menjadi pertimbangan.

Baca Juga: Piala Thomas dan Uber 2026: Tim Putra Indonesia Segrup Thailand, Tim Putri Jumpa Taiwan

Baca Juga: PBSI Beberkan Mekanisme Terbaru Magang dan Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas

"Keduanya pernah berpasangan sebelumnya, sehingga diharapkan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dan kembali menemukan chemistry," kata pelatih ganda putra utama pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho.

"Dari sisi teknis tidak ada kendala, sebelumnya lebih pada faktor non teknis yaitu komunikasi," dia menambahkan.

Antonius berharap, Leo/Daniel mampu memperlihatkan performa konsisten ke depannya.

Sementara, Bagas Maulana takkan diparkir. Mantan pasangan Muhammad Shohibul Fikri itu akan mendapatkan tandem baru dalam diri Muhammad Putra Erwiansyah.

Berdasarkan pengamatan tim pelatih, Bagas/Putra memiliki potensi untuk saling melengkapi di lapangan.

"Putra memiliki keunggulan di permainan depan dan kemampuan playmaker, yang diharapkan bisa mendukung Bagas yang kuat di area belakang," kata Antonius.

Leo/Daniel dan Bagas/Putra punya waktu mengasah chemistry sepanjang April karena mereka disiapkan debut pada dua turnamen bulan depan, yakni Thailand Open 2026 (12-17 Mei) dan Malaysia Masters 2026 (19-24 Mei).

Evaluasi akan kembali dilakukan setelah itu untuk melihat perkembangan serta potensi jangka panjang dari masing-masing pasangan.

Menghadapi persaingan menuju kualifikasi Olimpiade (Race to Olympic), Antonius Budi Ariantho menegaskan pentingnya menambah kekuatan skuad ganda putra.

Saat ini, Indonesia sudah memiliki pasangan yang berada di level top 10 atau mendekati, seperti Fajar Alfian/Muhammad Shihibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Jumlah tersebut harus ditingkatkan lagi.

"Tugas kami adalah menyiapkan pasangan pelapis yang juga mampu bersaing di papan atas. Kami berharap kombinasi seperti Rian/Rahmat, Leo/Daniel, Bagas/Putra, serta Devin/Fathir dapat terus berkembang dan menembus level elite dunia," pungkasnya.

Sumber: PBSI

× Image