Home > World

Jumpa Bosnia Herzegovina di Final Play-off, Gennaro Gattuso Waspadai Hal Ini

Timnas Italia bakal menghadapi Bosnia Herzegovina pada final Play-off di Zenica, 31 Maret 2026, untuk memperebutkan satu tiket ke Piala Dunia 2026.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso. Sumber:(Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso. Sumber:(Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, memberikan peringatan serius jelang final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Italia dipastikan berjumpa Bosnia & Herzegovina pada final play-off tersebut. Laga kedua tim akan digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, 31 Maret 2026.

Sebelumnya pada semifinal play-off yang digelar, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB, Italia menundukkan Irlandia Utara dengan skor 2-0 di Stadion New Balance Arena, Bergamo. Sedangkan Bosnia & Herzegovina harus melalui babak adu penalti untuk menaklukkan Wales dengan agregat skor 5-3 di Stadion Cardiff City, Cardiff

Gattuso menegaskan bahwa duel melawan Bosnia & Herzegovina akan menghadirkan atmosfer panas dan tantangan berat.

Gattuso tidak menutup mata terhadap kesulitan yang akan dihadapi Gli Azzurri.

“Pertandingannya akan berlangsung dalam atmosfer panas, meski jika kami pergi ke Cardiff, situasinya mungkin juga sama,” ujar Gattuso, dalam sesi jumpa pers setelah laga melawan Irlandia Utara seperti dikutip Football Italia.

Pelatih berusia 46 tahun itu menilai Bosnia memiliki karakter yang berbeda dari Wales, terutama dalam cara mereka bertahan dan memaksimalkan kualitas lini depan.

“Ada banyak pemain berpengalaman di tim Bosnia, Wales sangat berbeda. Bosnia bertahan rapat, mengandalkan para penyerang mereka, jadi ini akan menjadi laga yang sangat sulit, mirip seperti yang baru kami jalani malam ini,” jelas eks pemain AC Milan itu.

Italia sendiri baru bisa membuka kebuntuan pada menit ke-56 lewat sepakan Sandro Tonali. Gelandang Newcastle United itu kemudian memberi assist untuk Moise Kean yang mencetak gol kedua.

Italia sempat tampil kurang meyakinkan di babak pertama. Gattuso tak sungkan mengakui bahwa timnya melakukan kesalahan.

“Kami membuat kesalahan di babak pertama ketika Locatelli bermain terlalu dalam, sehingga Mancini malah berada di posisi seperti full-back — itu sama sekali bukan yang kami persiapkan,” ungkapnya.

Gattuso menjelaskan bahwa strategi awal tidak berjalan karena aliran bola terlalu terpaku ke sektor sayap.

“Kami seharusnya menarik gelandang mereka lebih maju dan mencari para striker, tetapi justru berkali-kali mengalirkan bola ke kanan untuk Politano. Irlandia Utara juga mengejutkan kami karena mereka mencoba membangun serangan, bukan bermain vertikal. Setelah 15–20 menit, kami baru bisa menyesuaikan,” tambahnya.

Selain itu, Gattuso mengakui dirinya mencoba menahan karakter kerasnya di tengah ketegangan yang dirasakan timnya lantaran tuntutan untuk tidak gagal lolos lagi ke Piala Dunia.

“Kalau Anda perhatikan, saya sangat tenang di babak pertama. Saya marah karena kami tidak menjalankan apa yang dipersiapkan. Kami harus bermain untuk para striker dan tidak terlalu dalam,” katanya.

“Jika kami bermain di stadion besar dengan 70 ribu penonton, percayalah sekitar 30 persen sudah mencemooh di jeda. Memilih Bergamo itu bijak, fans membantu kami dan tidak menambah tekanan untuk para pemain,” tuturnya.

Kondisi Bastoni dan Kesiapan Skuad Azzurri

Alessandro Bastoni menjadi perhatian khusus setelah tampil meski baru pulih dari cedera pergelangan kaki. Pemain Inter Milan itu bahkan ditarik keluar segera setelah mendapat kartu kuning.

“Bastoni absen hampir tiga minggu dan tidak berlatih. Setelah ia mendapat kartu kuning, saya memilih tidak ambil risiko,” jelas Gattuso.

“Dalam kondisi normal, Bastoni 99 persen tidak akan dimainkan sejak awal. Sekarang kami harus pulih secepat mungkin dan meminimalkan risiko yang ada.”

Selain itu, Gianluca Scamacca mengalami sedikit masalah fisik, tetapi diperkirakan tetap siap untuk laga melawan Bosnia.

Dengan tantangan berat menanti di Zenica, Italia perlu tampil lebih rapi dan efektif. Bosnia yang solid dan penuh pengalaman bakal menjadi ujian terakhir Gattuso untuk mengantar Azzurri kembali ke pentas Piala Dunia, setelah absen pada edisi 2018 dan 2022.

Sumber: Football Italia

× Image