Home > TIMNAS INDONESIA

Marc Klok Beri Tanggapan Soal Perundungan ke Pemain Timnas Indonesia

Pemain yang merupakan kapten dari Persib Bandung itu menyebut aksi bully atau perundungan ke pemain Timnas Indonesia merupakan tindakan tidak berguna.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Marc Klok sebagai pemain Timnas Indonesia. (Grafis: Skor.id)
Marc Klok sebagai pemain Timnas Indonesia. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Gelandang Timnas Indonesia, Marc Klok, angkat suara terkait maraknya aksi perundungan atau bully yang dialami para pemain Timnas Indonesia di media sosial.

Klok menyampaikan keresahannya terhadap fenomena tersebut yang dinilai semakin meresahkan dan tidak memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional.

Klok mengaku telah memperhatikan situasi ini dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai bahwa tekanan dari publik, khususnya di media sosial, kerap kali berubah menjadi serangan personal terhadap pemain.

Bahkan, ia menyebut bahwa dirinya kemungkinan juga akan mengalami hal serupa jika berada dalam situasi tertentu. Hal ini menurutnya menjadi tanda bahwa budaya kritik di kalangan suporter perlu dibenahi.

Ia juga menyinggung rekan setimnya, Yakob Sayuri, yang turut menjadi sasaran perundungan. Klok mengaku bingung dengan alasan di balik tindakan tersebut. Baginya, tidak ada manfaat yang bisa diambil dari merundung pemain, baik untuk individu, tim nasional, maupun untuk peningkatan kualitas sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Menurut Klok, kritik seharusnya disampaikan secara konstruktif, bukan dalam bentuk hinaan atau serangan pribadi. Ia mempertanyakan tujuan dari tindakan bully tersebut, karena alih-alih membantu pemain berkembang, hal itu justru berpotensi merusak mental dan kepercayaan diri para pemain, terutama mereka yang masih muda.

"Untuk kita, untuk generasi berikutnya, untuk pemain muda, benefit apa untuk dibully? Ini harus ditanya, benefit apa? Untuk pemain, untuk tim nasional, untuk bangun kualitas kita? Tidak ada manfaatnya merundung pemain," imbuhnya.

Lebih jauh, Klok menyoroti dampak jangka panjang dari perundungan ini terhadap generasi berikutnya. Ia menilai bahwa pemain muda bisa merasa takut untuk berkembang atau tampil di level tertinggi jika harus menghadapi tekanan berlebihan dari publik. Kondisi ini tentu sangat berbahaya bagi masa depan sepak bola Indonesia, yang seharusnya didukung dengan lingkungan positif dan suportif.

Ia juga menekankan bahwa tekanan dari ratusan ribu hingga jutaan komentar negatif dapat memengaruhi kondisi mental pemain secara signifikan. Pemain yang sedang berusaha mencapai performa terbaiknya justru bisa mengalami penurunan akibat beban psikologis tersebut.

× Image