Home > World

FIFA Wajibkan Tim Sepak Bola Wanita Punya Pelatih Perempuan, Ini Tujuannya

FIFA mewajibkan setiap tim di turnamen sepak bola wanita untuk memiliki setidaknya satu pelatih perempuan, baik sebagai pelatih kepala maupun asisten pelatih.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi FIFA. (Grafis: Skor.id) Sumber:
Ilustrasi FIFA. (Grafis: Skor.id) Sumber:

SKOR.id - FIFA resmi mengeluarkan regulasi baru yang mewajibkan setiap tim di turnamen sepak bola wanita untuk memiliki setidaknya satu pelatih perempuan, baik sebagai pelatih kepala maupun asisten pelatih. Kebijakan ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan representasi perempuan di dunia kepelatihan sepak bola.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat Dewan FIFA pada Kamis (19/3/2026), sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong keterlibatan perempuan di pinggir lapangan.

Regulasi ini akan mulai diterapkan pada sejumlah turnamen besar tahun ini, termasuk Piala Dunia Wanita U-17, Piala Dunia Wanita U-20, serta Women’s Champions Cup. Tak hanya itu, aturan ini juga berlaku untuk seluruh level kompetisi, baik kelompok usia maupun senior, serta mencakup tim nasional dan klub.

Dalam aturan baru tersebut, FIFA menetapkan bahwa minimal dua staf di bangku cadangan saat pertandingan harus merupakan perempuan. Salah satunya wajib mengisi peran strategis sebagai pelatih kepala atau asisten pelatih.

Langkah ini diambil FIFA bukan tanpa alasan. Pada Piala Dunia Wanita 2023, hanya 12 dari 32 tim yang dilatih oleh pelatih kepala perempuan. Salah satu yang menonjol adalah Sarina Wiegman yang menangani Timnas Inggris.

Chief Football Officer FIFA, Jill Ellis, menegaskan bahwa jumlah pelatih perempuan saat ini masih jauh dari ideal.

“Jumlah pelatih perempuan saat ini masih sangat kurang. Kita harus melakukan lebih banyak untuk mempercepat perubahan dengan menciptakan jalur yang lebih jelas, memperluas peluang, dan meningkatkan visibilitas perempuan di pinggir lapangan,” ujar Jill Ellis.

“Regulasi baru FIFA, yang dikombinasikan dengan program pengembangan yang terarah, menjadi investasi penting bagi generasi pelatih perempuan saat ini dan masa depan,” tambahnya.

FIFA berharap kebijakan ini dapat memberikan dampak signifikan dalam waktu dekat, termasuk pada ajang Piala Dunia Wanita 2027 yang akan digelar di Brasil.

Deretan Pelatih Perempuan Top Dunia

Sejumlah nama pelatih perempuan sudah lebih dulu mencuri perhatian di level internasional. Salah satunya adalah Emma Hayes yang kini menangani Tim Nasional Amerika Serikat bersama asistennya, Denise Reddy.

Pada 2024 lalu, Emma Hayes juga sempat menyoroti minimnya pelatih perempuan di sepak bola Inggris.

“Minimnya jumlah pelatih perempuan di sepak bola Inggris adalah masalah besar,” ujarnya kepada BBC Sport, seraya mendesak para pemangku kepentingan untuk mencari “cara yang lebih kreatif” dalam mengatasinya.

Selain Hayes, beberapa pelatih perempuan asal Inggris lainnya yang aktif di level internasional adalah Gemma Grainger (Norwegia), Casey Stoney (Kanada), dan Carla Ward (Republik Irlandia).

Sementara itu, Rhian Wilkinson sukses mencatat sejarah dengan membawa Wales tampil di turnamen besar pertama mereka pada Euro 2025.

Adapun Sarina Wiegman terus menegaskan dominasinya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Ia berhasil membawa Inggris meraih dua gelar Eropa beruntun dan telah memenangkan penghargaan pelatih wanita terbaik FIFA sebanyak empat kali. Pada Piala Dunia Wanita 2023, Wiegman bahkan menjadi satu-satunya pelatih perempuan yang mencapai babak perempat final.

“Tentu kami berharap akan ada lebih banyak pelatih perempuan di level tertinggi dan keseimbangan bisa menjadi lebih baik dari sekarang,” kata Wiegman.

“Pelatih laki-laki juga tetap diterima, tetapi jika keseimbangannya lebih baik, maka hal itu diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terjun ke dunia kepelatihan,” jelasnya.

Dengan regulasi baru ini, FIFA mengirim pesan kuat bahwa masa depan sepak bola wanita tidak hanya tentang pemain di lapangan, tetapi juga tentang kesetaraan kesempatan di bangku kepelatihan.

Sumber: BBC

× Image