Dolvi Solossa: Binaan PFA yang Ditempa di Austria Dipanggil Timnas U-17 Indonesia

SKOR.id - Sepak bola Papua kembali melahirkan talenta menjanjikan untuk Indonesia. Kali ini datang dari nama Dolvi Theofilus Solossa, pemain muda binaan Papua Football Academy (PFA) yang resmi dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas U-17 Indonesia di Jakarta.
Pemanggilan pemain kelahiran 2010 itu menjadi bagian dari persiapan skuad Garuda Muda menuju dua turnamen penting usia muda, yakni Piala Asia U-17 dan Piala AFF U-17 2026. Bagi PFA, ini bukan sekadar kabar baik, tetapi juga bukti bahwa program pembinaan yang mereka jalankan mulai menuai hasil.
Dolvi bukan satu-satunya pemain PFA yang mendapat kesempatan merasakan atmosfer seleksi Timnas. Ia menyusul tiga kakak angkatannya yang lebih dulu dipanggil sejak Februari lalu, yakni Peres, Yohanes, dan Marthquin.
Kehadiran Dolvi semakin menegaskan bahwa akademi yang baru berusia sekitar tiga tahun tersebut mulai menjadi salah satu sumber bakat sepak bola muda Indonesia, khususnya dari tanah Papua.
Nama Dolvi sendiri mulai mencuri perhatian berkat performa impresifnya bersama PFA dalam berbagai turnamen kelompok umur. Ketajaman anak dari legenda Persipura, Ortizan Solossa, ini di depan gawang serta visi bermainnya membuatnya konsisten menjadi pembeda di lapangan.
Ditempa di Austria Lewat Elite Camp
Salah satu pengalaman penting yang ikut membentuk perkembangan Dolvi adalah program Elite Camp di Austria. Dalam program yang berlangsung pada 12 Februari hingga 9 Maret 2026 itu, ia berlatih bersama dua rekannya—Jupri Kogoya dan Yance Glen Imbiri.
Selama hampir sebulan, mereka menjalani latihan intensif di tiga klub Austria, yaitu FK Austria Wien, FAC Wien, dan First Vienna FC.
Program Elite Camp merupakan inisiatif PFA yang didukung penuh oleh PT Freeport Indonesia untuk meningkatkan jam terbang internasional sekaligus membentuk mental kompetitif para pemain muda Papua.
Sebelumnya, program yang sama juga sukses mengantar tiga pemain angkatan pertama PFA meniti karier profesional, yaitu Yulius Pigay, Samuel Cundrad, dan Peres Tjoe. Kini Yulius dan Peres bergabung dengan Garuda United, sementara Cundrad memperkuat Persija Jakarta U-18 di kompetisi Elite Pro Academy.
Direktur sekaligus Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, mengaku bangga atas pemanggilan Dolvi ke seleksi Timnas U-17.
Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya milik PFA, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Papua.
“Yang pasti ini kebanggaan untuk kami, bukan hanya Papua Football Academy yang baru berusia kurang lebih tiga tahun, tetapi juga kebanggaan untuk Papua. Kami semua bangga melihat Dolvi bisa terpilih mengikuti TC bersama Timnas U-17,” ujarnya.
Ia berharap Dolvi mampu melewati seluruh rangkaian seleksi dengan baik hingga akhirnya mendapat tempat di skuad Garuda Muda.
“Tujuan pembinaan pemain adalah mengantarkan mereka membela Tim Nasional. Itu juga mimpi seluruh anak Indonesia, termasuk anak-anak Papua,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Manager Sport Management & Community Affair PTFI, Jan Jay Adii. Ia menilai pemanggilan Dolvi dapat menjadi inspirasi bagi para pemain muda lainnya di akademi.
“Bagi kami ini sebuah pencapaian untuk PFA bisa kembali menyumbangkan pemain ke seleksi Tim Nasional. Harapannya, ini menjadi motivasi bagi adik-adiknya di akademi,” kata Jan Jay.
Mesin Gol Muda dari Papua
Talenta Dolvi sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Penyerang muda ini mencatat sejumlah prestasi individu yang mengesankan di level kelompok umur, di antaranya menjadi top skor Barati Cup International U-14 2024, top skor Garuda International Cup U-15 2025, hingga pemain terbaik Piala Soeratin Nasional U-15 2025
Dengan catatan tersebut, pemanggilan ke Timnas U-17 Indonesia menjadi langkah logis berikutnya dalam perjalanan kariernya.
Kini, publik sepak bola Papua dan Indonesia menaruh harapan besar pada Dolvi Theofilus Solossa. Jika mampu memaksimalkan kesempatan di pemusatan latihan, bukan tidak mungkin namanya akan menjadi bagian dari generasi baru Garuda Muda yang bersinar di level Asia.
