Home > Basketball

Dewa United Banten, Juara Bertahan IBL yang Sedang Mengalami Masa Sulit

Dewa United Banten sedang mengalami titik terendah mereka sepanjang sejarah ikut serta di IBL.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Klub basket IBL, Dewa United Banten. Sumber: Skor.id
Klub basket IBL, Dewa United Banten. Sumber: Skor.id

SKOR.id - Dewa United Banten sedang mengalami titik terendah mereka sepanjang sejarah ikut serta di IBL.

Sang juara bertahan menelan lima kekalahan beruntun di kasta tertinggi bola basket Indonesia tersebut, pertama kali terjadi sejak debut pada 2021.

Terkini, tim asuhan Agusti Julbe Bosch itu takluk 87-97 dari Pacific Caesar Surabaya dalam laga pembuka putaran kedua IBL 2026 di GOR Pacific Caesar, Surabaya, Minggu (8/3/2026) lalu.

Ironis karena mereka bertekuk lutut di hadapan tim yang sepanjang putaran pertama bahkan tak pernah mencicipi kemenangan.

Kalah dari Pacific Caesar Surabaya seolah menegaskan keterpurukan Dewa United Banten musim ini.

Alih-alih menjadi penantang kuat di jalur juara dan menggaungkan semangat 'back to back', mereka malah terseok.

Rio Disi dan kawan-kawan kini ada di peringkat ketujuh klasemen sementara, berpotensi terlempar dari zona playoff jika tak segera memperbaiki performa.

Rapor Dewa United Banten sejauh ini adalah 5-6, jumlah kekalahannya juga sudah melebihi total di musim reguler IBL 2025 (21-5). Padahal, kompetisi baru separuh jalan.

Cederanya sejumlah pemain kunci ditenggarai sebagai faktor utama menurunnya performa sang juara bertahan.

Mulai dari Kaleb Ramot Gemilang, Joshua Ibarra, hingga Jordan Adams. Tanpa dua nama terakhir, praktis Dewa United Banten cuma mengandalkan satu pemain asing selama mayoritas putaran pertama musim reguler IBL 2026, yakni Donell Cooper II.

Situasi pelik ini memaksa manajemen mengambil langkah darurat. Jordan Adams, yang beberapa musim terakhir menjadi tulang punggung tim, akhirnya dilepas.

Pebasket asal Amerika Serikat itu dinilai sulit kembali ke puncak performa akibat kondisi fisiknya yang tak kunjung prima.

Sebagai informasi, Adams cuma sempat main sekali di IBL 2026, yaitu saat menghadapi Bogor Hornbills, pertengahan Februari lalu. Sisanya, dia selalu menepi.

Manajemen Dewa United Banten menilai, slot Adams lebih baik diisi pemain baru yang bisa membantu tim secara reguler. Untuk itu, Troy Gillenwater pun akhirnya diperkenalkan.

Troy punya jam terbang cukup tinggi di berbagai kompetisi internasional, seperti Cina dan Jepang, diharapkan bisa menambah level kompetitif tim.

Debutnya saat melawan Pacific Caesar Surabaya juga cukup baik, meskipun belum cukup membantu Dewa United Banten meraih kemenangan.

Troy menyumbang double-double, 16 poin dan 10 rebound, cukup berpengaruh di paint area.

Selanjutnya, tinggal bagaimana Agusti Julbe Bosch meramu komposisi yang ada saat ini menjadi unit yang kembali disegani lawan dan bangkit di sisa IBL 2026.

Namun, sebelum itu, Dewa United Banten bakal mengalihkan perhatian terlebih dulu ke kancah Asia.

Mereka bakal debut fase grup di Basketball Champions League Asia-East 2026 pada akhir Maret ini.

× Image