Home > Other Sports

Strategi Indonesia Pingpong League Berbuah Positif untuk Atlet Tenis Meja

Indonesia Pingpong League (IPL) menegaskan komitmennya membangun ekosistem tenis meja profesional dan terhubung dengan kompetisi internasional.
Image
Nizar Galang Editor : Nizar Galang
Indonesia Pingpong League (IPL)
Indonesia Pingpong League (IPL)

SKOR.id – Indonesia Pingpong League (IPL) menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem tenis meja nasional untuk kembali berjaya di level dunia.

Salah satu fokus utama IPL adalah menghadirkan jalur prestasi yang jelas bagi atlet melalui sistem kompetisi yang diselaraskan dengan standar International Table Tennis Federation (ITTF) dan World Table Tennis (WTT).

Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Dalam satu tahun terakhir, sejumlah atlet yang berada dalam ekosistem IPL berhasil menorehkan prestasi di berbagai ajang internasional.

Atlet muda Muhammad Naufal Junindra (U-19) misalnya, sukses meraih gelar juara WTT Youth Contender Dubai pada Oktober 2025. Ia juga menyumbang medali perunggu pada SEA Games Thailand 2025.

Selain itu, Naufal mampu menembus babak 16 besar pada turnamen elite WTT Youth Smash Singapore Februari 2026. Ia juga mencapai babak semifinal di Turki serta perempat final di Tunisia pada awal 2026.

Serangkaian hasil tersebut membawa Naufal menembus peringkat 86 dunia.

Prestasi lainnya datang dari talenta muda Michael Hartono (U-15). Ia berhasil mencapai perempat final WTT Youth Star Contender Turki dan menembus babak 16 besar pada WTT Youth Smash Singapore 2026.

“Hasil ini bukan kebetulan, melainkan buah dari sistem kompetisi berjenjang yang kami bangun. Mulai dari turnamen tingkat zona hingga pengiriman atlet ke kejuaraan dunia," ujar Sekretaris Jenderal IPL, Yon Mardiono kepada awak media, Senin (9/3/2026).

"Kami ingin memastikan atlet Indonesia memiliki poin dan peringkat dunia yang kompetitif,” jelasnya.

Indonesia Pingpong League (IPL) berkomitmen membangun ekosistem tenis meja nasional hingga ke level dunia. (Dok. IPL)
Indonesia Pingpong League (IPL) berkomitmen membangun ekosistem tenis meja nasional hingga ke level dunia. (Dok. IPL)

Sebagai bagian dari fondasi pembinaan menuju prestasi internasional, IPL rutin menggelar IPL Youth Series yang kini mulai menjadi salah satu barometer perkembangan tenis meja nasional.

Antusiasme terhadap kompetisi tersebut terus meningkat. Pada musim kedua atau Season 2 tahun 2025, jumlah klub yang berpartisipasi mencapai 139 klub. Angka ini meningkat dibanding musim pertama yang diikuti 116 klub.

Saat ini, kompetisi IPL telah tersebar di tujuh zona, yakni Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi.

Untuk menjaga objektivitas dalam proses pembinaan atlet, IPL juga mulai membangun basis data yang mencakup pemain, pelatih, hingga klub.

“Langkah ini bertujuan menghapus paradigma lama. Melalui basis data ini, proses seleksi atlet menjadi lebih transparan dan objektif," kata Yon Mardiono.

"Setiap atlet, dari klub mana pun, memiliki kesempatan yang sama untuk membela bangsa berdasarkan performa yang terukur,” tambahnya.

Sistem kompetisi berjenjang ini nantinya akan mencapai puncak pada grand final yang rencananya digelar di Jakarta.

Ajang tersebut akan mempertemukan tiga klub terbaik dari setiap zona, baik pada kategori youth maupun senior.

Selanjutnya dari Grand Final tersebut, akan ditentukan atlet-atlet yang berhak mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat ASEAN sebagai langkah awal sebelum masuk ke kalender resmi ITTF dan WTT.

× Image