Home > World

Hukuman 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Diringankan, Denda FAM Tetap

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengabulkan sebagian banding untuk kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi Timnas Malaysia pada Kamis (5/3/2026).
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM. (Grafis: Yusuf/Skor.id)
Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM. (Grafis: Yusuf/Skor.id)

SKOR.id - Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengabulkan sebagian banding untuk tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang terkena hukuman karena pemalsuan dokumen, Kamis (5/3/2026).

Tujuh pesepak bola yang dikenai sanksi karena memalsukan dokumen dalam kasus kelayakan yang melibatkan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mendapatkan keringanan hukuman.

CAS memutuskan bahwa skorsing mereka hanya akan berlaku untuk pertandingan resmi, atau terdapat sedikit perubahan dari sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA.

Ketujuh pemain masih harus menjalani larangan bermain selama 12 bulan, tetapi boleh ikut latihan dan berpartisipasi dalam kegiatan terkait sepak bola lainnya dengan klub.

Ketujuh pemain yang terlibat adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Namun, banding terpisah yang diajukan oleh FAM ditolak, yang berarti PSSI-nya Malaysia itu masih harus membayar denda sebesar 350.000 Franc Swiss (sekitar Rp7,6 miliar).

Kasus ini bermula dari peristiwa tahun 2025 ketika FAM mendekati tujuh pemain asing tersebut mengenai kemungkinan memperoleh kewarganegaraan Malaysia dan membela tim nasional

Para pemain kemudian menjalani proses naturalisasi dan mendapatkan paspor Malaysia, hingga membela tim berjuluk Harimau Malaya pada pertandingan internasional.

Namun pada 25 September tahun lalu, Komite Disiplin FIFA memutuskan bahwa baik FAM maupun para pemain telah melanggar Kode Disiplin FIFA dengan menggunakan dokumen palsu selama proses naturalisasi dan kelayakan.

Ditemukan bahwa para pemain tak memiliki hubungan yang sah dengan Malaysia. Komite banding FIFA menguatkan keputusan tersebut pada 3 November 2025.

Setiap pemain didenda 2.000 Franc Swiss dan dijatuhi hukuman skorsing 12 bulan dari semua aktivitas terkait sepak bola, sementara FAM menerima denda 350.000 Franc Swiss.

FAM dan para pemain lalu mengajukan banding gabungan ke CAS pada 5 Desembe 2025. Mengakui “kekurangan kelembagaan” dan menerima dapat bertanggung jawab atas pelanggaran Kode Disiplin FIFA.

Dalam bandingnya diharapkan agar keputusan hukuman dibatalkan dan meminta agar denda dikurangi menjadi tidak lebih dari 50.000 Franc Swiss.

Sedangkan para pemain berpendapat bahwa peran mereka dalam menyediakan dokumen yang diminta FAM terbatas, dan tidak menyiapkan atau mengubah dokumen tersebut.

Mereka meminta agar sanksi dibatalkan atau dikurangi. Setelah sidang dilakukan CAS pada 26 Februari, yang dipimpin oleh arbiter Denmark, Lars Hilliger, menyimpulkan bahwa pelanggaran tersebut telah terbukti.

Larangan pertandingan berlaku mulai 5 Maret 2026, dengan pengurangan masa hukuman untuk periode antara 25 September 2025 dan 26 Januari 2026, di mana hukuman tersebut secara efektif telah dijalani.

CAS juga memutuskan bahwa denda sebesar 350.000 Franc Swiss yang dikenakan kepada FAM adalah wajar dan proporsional. Keputusan yang dikeluarkan merupakan putusan yang mengikat.

× Image