Home > Super League

Persib Ambil Sikap soal Kasus Rasis Kakang Rudianto dan Bek Persebaya

Setelah Persebaya Surabaya resmi melayangkan laporan, Persib Bandung mengumumkan secara resmi langkah yang diambilnya.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Persib Bandung. (Grafis Deni Sulaeman/Skor.id)
Persib Bandung. (Grafis Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Persib Bandung akhirnya mengeluarkan pernyataan mengenai kasus rasisme yang menyeruak, yang berkaitan dengan klub berjuluk Pangeran Biru itu.

Pekan ke-24 Super League 2025-2026 mempertemukan Persib dengan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Senin (2/3/2026) malam.

Laga berakhir imbang 2-2. Gol Persib dicetak Luciano Guaycochea (menit 51) dan Andrew Jung (73'), Persebaya punya Bruno Mereira (44') dan Francisco Rivera (83').

Selayaknya pertandingan besar atau big match lainnya, duel tersebut diwarnai berbagai gesekan. Termasuk bek kedua tim, Mikael Tata dan Kakang Rudianto.

Namun walau bentrokan telah usai, Persebaya mengabarkan pemainnya itu terus mengalami tindakan rasis, dan langkah lanjutan pun diambil klub, Rabu (4/3/2026).

Laporan resmi dilayangkan oleh tim berjuluk Bajul Ijo kepada pihak operator kompetisi, I.League, dan juga Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI).

Kini sehari berselang, Kamis (5/3/2026), Persib mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus tersebut dan rupanya beknya pun turut menjadi korban rasisme.

Pangeran Biru berdiri bersama Kakang Rudianto dan memberi dukungan moral ke Mikael Tata. Lalu turut menyebut kelompok suporter kedua klub, Bobotoh dan Bonek.

Berikut ini pernyataan resmi Persib mengenai kasus rasisme tersebut, yang tertuang dalam situs resmi klub, tertanggal 5 Maret 2026:

Sepak bola selalu menjadi ruang yang mempertemukan banyak perbedaan. Di dalamnya ada keberagaman latar belakang, budaya, bahasa, dan identitas yang justru membuat olahraga ini hidup dan dicintai oleh jutaan orang. Karena itu, tidak ada ruang sedikit pun bagi praktik rasisme di dalam sepak bola.

Kami menaruh perhatian serius terhadap serangan bernuansa rasis yang diarahkan kepada dua pemain muda Indonesia, Mikael Alfredo Tata dan Kakang Rudianto, melalui media sosial setelah pertandingan antara Persebaya dan Persib pada 2 Maret 2026 lalu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk saling menghargai, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian. Kritik terhadap permainan adalah bagian dari dinamika olahraga, namun serangan yang menyentuh identitas ras atau latar belakang seseorang jelas melampaui batas yang dapat diterima.

Kami ingin menegaskan bahwa Persib berdiri bersama Kakang Rudianto dan juga memberikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata. Kedua pemain tersebut adalah bagian dari generasi muda sepak bola Indonesia yang sedang berkembang dan mereka berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, serta penuh respek untuk terus bertumbuh.

Kami juga percaya bahwa mayoritas suporter, baik Bobotoh maupun Bonek, memiliki semangat yang sama: mencintai sepak bola dengan cara yang bermartabat. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk tidak terpancing oleh tindakan segelintir oknum yang justru dapat merusak nilai persaudaraan antar pecinta sepak bola.

Persib berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang menolak segala bentuk diskriminasi di sepak bola. Kami berharap momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepak bola Indonesia hanya bisa tumbuh jika dibangun di atas rasa saling menghormati.

Kepada Kakang dan Tata, kalian tidak sendirian. Sepak bola yang sehat adalah sepak bola yang melindungi para pemainnya, dan kami akan selalu berdiri di sisi itu.

Adhitia Putra Herawan
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat

× Image