Home > Super League

Usai Lawan Persib, Bek Persebaya Alami Rasisme dan Resmi Lapor ke I.League serta APPI

Mikael Tata dan Kakang Rudianto yang terlibat duel dalam laga Persebaya Surabaya vs Persib Bandung pun sudah buka suara melalui APPI.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Persebaya Surabaya vs Persib Bandung di pekan ke-24 Super League 2025-2026 pada 2 Maret 2026. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)
Persebaya Surabaya vs Persib Bandung di pekan ke-24 Super League 2025-2026 pada 2 Maret 2026. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)

SKOR.id - Persebaya Surabaya resmi melaporkan kasus rasisme yang diterima oleh pemain bertahannya, Mikael Alfredo Tata, setelah menghadapi Persib Bandung.

Pekan ke-24 Super League 2025-2026 mempertemukan Persebaya dengan Persib di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Senin (2/3/2026) malam.

Laga berakhir imbang 2-2. Gol Persebaya dicetak Bruno Mereira (menit 44) dan Francisco Rivera (83), Persib punya Luciano Guaycochea (51’) dan Andrew Jung (73’).

Selayaknya pertandingan besar atau big match lainnya, duel tersebut diwarnai berbagai gesekan. Termasuk Mikael Tata dengan bek Persib, Kakang Rudianto.

Akan tetapi walaupun bentrokan telah usai, Persebaya mengabarkan bahwa pemainnya itu terus mengalami tindakan rasis, dan langkah lanjutan pun diambil klub.

Laporan resmi dilayangkan oleh tim berjuluk Bajul Ijo kepada pihak operator kompetisi, I.League, dan juga Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI).

“Sepak bola bukan hanya adu strategi dan gengsi di atas lapangan. la adalah tempat untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, pemain, official, pelatih, juga sesama pecinta sepak bola,” tulis Persebaya di Instagram.

“Tempat di mana perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas, tak pernah menjadi alasan untuk direndahkan. Karena pada akhirnya, sepak bola adalah tentang kebersamaan. Bukan kebencian.”

“Manajemen Persebaya mengutuk keras aksi rasisme. Baik yang dilakukan suporter klub lain maupun bila itu dilakukan oleh suporter Persebaya sendiri.”

“Saat ini, defender Persebaya Mikael Alfredo Tata mengalami deraan rasisme yang bertubi-tubi. Manajemen sudah melakukan pelaporan kepada APPI dan I League untuk penanganan lebih lanjut,” klub memaparkan, Rabu (4/3/2026).

Sementara itu APPI juga melalui unggahan di akun Instagram resminya mengungkapkan pelaku cybercrime dapat dikenakan tindak pidana UU No. 1 Tahun 2024.

“Kami memberikan segalanya selama di lapangan. Ada emosi, tensi tinggi, tapi semua itu berhenti saat peluit akhir dibunyikan,” kata Mikael Tata, dari unggahan APPI.

“Saya dan Kakang memang sempat berselisih, tapi itu semua selesai di lapangan. Setelahnya kami adalah saudara, yang sama-sama mencintai sepak bola.”

“Saya sangat kecewa karena masih terjadi rasisme di sepak bola dan kali ini terjadi kepada Saya, bahkan hinaan dan ancaman. Sepak bola mengajarkan kami untuk kuat, untuk bangkit, dan untuk saling menghormati,” ia menjabarkan.

Lebih lanjut bek berusia 21 tahun itu menyatakan tidak seharusnya ada ruang bagi kebencian di sepak bola. Komentar dari Kalang Rudianto pun dimuat APPI.

“Rivalitas memang bagian dari sepak bola. Namun persaudaraan adalah fondasinya,” kata pemain jebolan tim muda Persib sekaligus Garuda Select tersebut.

“Saya dan Tata pun menyadari bahwa kami adalah sesama pejuang yang sama-sama mencintai sepak bola, tidak ada kebencian di antara kami,” Kakang Rudianto memungkasi.

× Image