Home > Super League

Wasit Super League 2025-2026: Thoriq Munir Alkatiri dan Yudai Yamamoto Paling Sibuk

Thoriq Munir Alkatiri dan wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, sementara menjadi yang terbanyak memimpin laga Super League musim ini.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Wasit Indonesia berlisensi FIFA, Thoriq Munir Alkatiri. (Foto: Dok. PSSI/Grafis: Skor.id) Sumber:
Wasit Indonesia berlisensi FIFA, Thoriq Munir Alkatiri. (Foto: Dok. PSSI/Grafis: Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Persaingan di Super League 2025-2026 bukan hanya panas di antara klub dan pemain. Di balik setiap laga, para pengadil lapangan juga mencatat statistik menarik sepanjang musim.

Dari data yang terdapat di situs resmi I.League, ada beberapa nama yang menonjol, baik karena intensitas memimpin laga maupun ketegasannya dalam mengeluarkan kartu.

Hingga pekan ke-20 Super League 2025-2026, Thoriq Munir Alkatiri menjadi salah satu wasit paling sibuk musim ini. Wasit Indonesia berlisensi FIFA itu sudah memimpin 13 pertandingan dengan total 43 kartu kuning dan tanpa kartu merah.

Jumlah pertandingan yang sama juga dicatat wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto. Namun Yamamoto sedikit lebih tegas dalam urusan kartu, dengan 47 kartu kuning dan 1 kartu merah dari 13 laga.

Di bawah keduanya, ada Candra (11 laga, 48 kuning, 3 merah) dan Rio Permana Putra (11 laga, 46 kuning, 2 merah) juga masuk kategori wasit dengan jam terbang tinggi musim ini.

Wasit Paling “Galak”

Kalau bicara kartu merah, Nendi Rohaendy menjadi salah satu yang paling sering mengeluarkannya. Tercatat, dia sudah memimpin dalam delapan pertandingan, dan sudah mengeluarkan 6 kartu merah—angka tertinggi sejauh ini.

Tak jauh berbeda, Asep Yandis mencatat lima kartu merah dari tujuh pertandingan. Sementara Yudi Nurcahya yang memimpin 10 laga juga sudah mengeluarkan 4 kartu merah.

Ada pula M. Erfan Efendi yang dalam empat pertandingan sudah mengeluarkan empat kartu merah—rata-rata satu kartu merah per laga.

Untuk urusan kartu kuning, Candra menjadi yang paling banyak dengan 48 kartu kuning dari 11 laga. Disusul Yudai Yamamoto (47) dan Rio Permana Putra (46).

Sementara itu, beberapa wasit relatif minim kartu, seperti Muhammad Iqballuddin (8 laga, 20 kuning, 0 merah) dan Sance Lawita (6 laga, 28 kuning, 0 merah).

Di kelompok wasit dengan jumlah pertandingan lebih sedikit, beberapa nama seperti Mustafa Kamal, Dika Rahmat Hidayat, dan Irul Hidayat baru memimpin satu laga musim ini.

Meski begitu, statistik tetap menarik untuk dicermati karena bisa mencerminkan gaya kepemimpinan masing-masing wasit—apakah cenderung persuasif, tegas, atau kompromistis.

Statistik ini menjadi gambaran bahwa tensi Super League 2025-2026 tak hanya menuntut kesiapan fisik dan taktik pemain, tetapi juga konsistensi serta ketegasan para pengadil lapangan. Dengan kompetisi yang semakin ketat, peran wasit jelas akan terus menjadi sorotan hingga akhir musim.

Sumber: ileague.id

× Image