Home > World

Akhirnya AFC Buka Suara, Akui Vietnam yang Adukan 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia

AFC mengakui bahwa Vietnam yang mengadukan soal kasus tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang kini bersengketa di FIFA.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi AFC. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id)
Ilustrasi AFC. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id)

SKOR.id - AFC akhirnya buka suara soal siapa pihak yang mengadukan ke FIFA mengenai tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.

Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, mengonfirmasi bahwa Federasi Sepak Bola Vietnam yang secara resmi mengajukan keluhan ke FIFA terkait dugaan penggunaan tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang dianggap tidak memenuhi syarat.

“Kami diberi tahu oleh FIFA karena ini adalah turnamen di bawah sistem AFC. FIFA mengatakan mereka langsung melakukan investigasi terhadap tujuh pemain setelah pertandingan karena ada keluhan dari Vietnam,” ujar Windsor kepada media Malaysia, Stadium Astro.

Sebelumnya, Vietnam kalah telak 0-4 dari Malaysia dalam laga Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, 10 Juni 2025. Ketika itu, Malaysia sudah diperkuat tujuh pemain naturalisasi anyar mereka yang saat ini dipermasalahkan.

Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah bagi Malaysia. Itu lantaran mengakhiri puasa kemenangan selama 11 tahun atas Vietnam, rival utama mereka di kawasan Asia Tenggara. Namun, euforia tersebut tak bertahan lama.

Sorotan kemudian beralih pada status tujuh pemain kelahiran luar negeri yang membela Harimau Malaya. Nama-nama seperti Joao Figueiredo, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Facundo Garces, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, dan Hector Hevel menjadi pusat perhatian.

Kontroversi semakin memanas setelah Presiden sementara Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Yusoff Mahadi, pada Oktober 2025 mengungkap bahwa bukan hanya Vietnam, tetapi juga Nepal turut melayangkan protes terkait dugaan pemalsuan dokumen para pemain tersebut.

Pernyataan itu sekaligus membantah klaim sebelumnya dari pemilik Johor Darul Ta’zim (JDT), Tunku Ismail Idris, yang sempat menepis keterlibatan Federasi Sepak Bola Vietnam dalam pengaduan tersebut.

Menurut Windsor, AFC baru mengetahui detail kasus ini setelah menerima pemberitahuan resmi dari FIFA. Proses investigasi sepenuhnya ditangani FIFA bersama federasi anggota terkait, dalam hal ini FAM.

Hasilnya, pada September 2025, FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan kepada tujuh pemain tersebut karena terbukti menggunakan dokumen palsu demi mendapatkan status eligibilitas membela Timnas Malaysia. Hukuman resmi berlaku mulai 26 September 2025.

Tak tinggal diam, FAM membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 8 Desember 2025. Perkembangan terbaru, pada akhir Januari 2026, CAS mengabulkan penangguhan sementara sanksi tersebut. Artinya, ketujuh pemain sudah bisa kembali tampil sembari menunggu putusan final yang dijadwalkan keluar usai sidang pada 26 Februari mendatang.

Kasus ini pun menjadi salah satu polemik terbesar di sepak bola Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya soal kekalahan di atas lapangan, tetapi juga menyangkut integritas dan regulasi pemain naturalisasi di level internasional.

Sumber: Stadium Astro

× Image