AFC Ubah Total Format Kualifikasi Piala Asia U-17 dan U-20, Begini Dampaknya
SKOR.id - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menyiapkan reformasi besar pada kompetisi usia muda. Dalam rapat kelima Komite Kompetisi AFC yang digelar di Arab Saudi, Sabtu (24/1/2026), AFC merekomendasikan perubahan signifikan pada format kualifikasi Piala Asia U-17 dan Piala Asia U-20 demi meningkatkan kualitas, efektivitas kalender, serta pengembangan ekosistem sepak bola muda di Asia.
Rapat yang dipimpin Ketua Komite Kompetisi AFC, Dr Tran Quoc Tuan, juga menjadi momentum bagi AFC untuk menegaskan komitmennya dalam meningkatkan standar kompetisi elite sesuai dengan visi dan misi federasi.
Format Baru Kualifikasi Piala Asia U-17
Salah satu perubahan paling krusial terjadi pada Piala Asia U-17. Mulai edisi 2028 (kualifikasi digelar 2027), AFC akan mewajibkan setiap Asosiasi Regional untuk menggelar kualifikasi secara mandiri sebagai jalur menuju putaran final.
AFC juga memperkenalkan sistem alokasi kuota baru yang transparan, berdasarkan performa historis tiap zona. Dari total 16 tiket putaran final, pembagian dilakukan secara seimbang antara wilayah Timur dan Barat.
Rinciannya sebagai berikut: ASEAN (4), Asia Timur (4), Asia Tengah (3), Asia Selatan (1), Asia Barat (4).
Tuan rumah putaran final akan otomatis lolos sebagai bagian dari jatah zona masing-masing, tanpa tambahan tiket otomatis untuk tim lain. Untuk menyesuaikan kalender kompetisi, AFC menetapkan dua jendela waktu kualifikasi, yakni Januari–Februari untuk putaran final di tahun yang sama, atau Juli–Oktober untuk putaran final pada tahun berikutnya.
Kualifikasi Piala Asia U-20 Terapkan Sistem Promosi dan Degradasi
Reformasi juga menyentuh Piala Asia U-20. AFC menyetujui format baru berbasis dua fase dengan mekanisme promosi dan degradasi, yang bertujuan mempersempit kesenjangan kualitas antartim serta menciptakan pertandingan yang lebih kompetitif.
Pada Fase Kualifikasi, sebanyak 32 tim akan dibagi ke dalam delapan grup. Juara grup dan tujuh runner-up terbaik berhak lolos ke putaran final. Tim-tim dengan performa terendah akan terdegradasi ke Fase Pengembangan pada edisi berikutnya.
Sementara itu, Fase Pengembangan akan diikuti maksimal 14 tim yang terbagi dalam tiga grup. Tim terbaik berhak promosi ke Fase Kualifikasi, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas teknis dan pengalaman bertanding.
Sebagai tahap awal, sistem unggulan kualifikasi saat ini akan digunakan untuk edisi pertama pada 2027, sebelum sepenuhnya ditentukan oleh hasil promosi dan degradasi. Format pertandingan satu putaran tetap dipertahankan, dan tuan rumah putaran final tetap mendapatkan tiket lolos otomatis.
Selain membahas kompetisi usia muda, Komite Kompetisi AFC juga menyetujui Regulasi Kompetisi AFC Champions League Elite, AFC Champions League Two, dan AFC Challenge League untuk musim 2026-2027, serta Regulasi Stadion AFC Edisi 2026.
Regulasi stadion tersebut akan mulai berlaku untuk seluruh kompetisi klub AFC pada musim 2026-2027, serta kompetisi Tim Nasional yang digelar AFC mulai 1 Juni 2026.
Seluruh keputusan ini masih menunggu ratifikasi Komite Eksekutif AFC sebelum resmi diterapkan.
Sumber: AFC
