Home > Other Sports

PB PTMSI Tegaskan Tidak Ada Dualisme di Organisasi Tenis Meja Indonesia

PB PTMSI akan tetap fokus menjalankan pembinaan atlet dan menjaga persatuan tenis meja Indonesia.
Image
Sumargo Pangestu Editor : Sumargo Pangestu
Cover berita olahraga tenis meja. (Grafis: Deny/Skor.id)
Cover berita olahraga tenis meja. (Grafis: Deny/Skor.id)

SKOR.id – Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) menegaskan bahwa tidak ada dualisme, apalagi tigalisme, dalam organisasi tenis meja nasional.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi Lay, dalam rangkaian Kejuaraan PTMSI Bersatu Cup 2026 yang digelar di GOR Senen, Jakarta Pusat, pada 15–19 Januari 2026.

Peter Layardi Lay menegaskan bahwa PB PTMSI merupakan satu-satunya organisasi tenis meja yang sah secara hukum di Indonesia.

Hal itu merujuk pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, termasuk putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang menyatakan kepengurusan PB PTMSI saat ini sebagai kepengurusan yang legal.

“Hasil pengadilan sudah jelas menempatkan PB PTMSI sebagai satu-satunya organisasi tenis meja yang sah secara hukum. Tidak ada dualisme apalagi tigalisme,” kata Peter Layardi Lay.

Menurutnya, seluruh klaim yang datang dari pihak lain yang mengatasnamakan organisasi tenis meja nasional harus tunduk pada ketentuan hukum dan putusan pengadilan.

Ia menegaskan bahwa PB PTMSI akan tetap fokus menjalankan tugas utamanya dalam pembinaan atlet dan menjaga persatuan tenis meja Indonesia.

“Segala bentuk klaim organisasi lain yang mengatasnamakan tenis meja nasional harus merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku dan keputusan pengadilan. PB PTMSI akan terus bekerja untuk pembinaan atlet dan persatuan olahraga ini,” ujar Peter Layardi Lay.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Soewarno, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Soewarna menegaskan bahwa KONI hanya mengakui PB PTMSI sebagai organisasi resmi tenis meja nasional.

Soewarno menyampaikan bahwa organisasi maupun atlet yang berada di luar struktur PB PTMSI tidak diakui dalam konteks keolahragaan nasional. Hal ini menjadi bentuk komitmen KONI untuk menjaga tata kelola organisasi olahraga yang sah dan sesuai dengan hukum.

Penegasan ini sekaligus menjadi pesan kuat agar tidak terjadi kebingungan di tingkat atlet, pelatih, maupun pengurus daerah, serta memastikan jalur pembinaan dan prestasi tetap berjalan dalam satu sistem yang resmi dan terstruktur.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan PTMSI Bersatu Cup 2026, Mentereng Sakti, meminta pemerintah untuk bersikap tegas dan tidak memberikan ruang bagi kelompok atau organisasi yang berpotensi membuka cabang baru di luar PB PTMSI.

Ia menilai keberadaan organisasi baru justru akan memicu konflik dan merugikan masa depan pembinaan atlet nasional.

“Meminta kepada Pemerintah untuk memastikan tidak adanya keberpihakan kepada organisasi atau kelompok yang membuka cabang baru yang berpotensi menimbulkan dualisme atau konflik organisasi di cabang olahraga ini yang justru dapat merugikan pembinaan olahraga secara nasional dan masa depan atlet,” ujar Mentereng Sakti.

Dari sisi atlet, kekhawatiran akan dampak konflik organisasi juga disampaikan oleh Rafanael Nikola. Atlet peraih medali emas PON 2024 nomor tunggal putra sekaligus atlet SEA Games 2025 itu hadir mewakili klub SIM Sports Lampung.

Rafanael menilai dinamika negatif di tingkat organisasi akan sangat berdampak pada atlet.

Ia berharap PTMSI Bersatu Cup 2026 menjadi titik balik bagi kemajuan tenis meja Indonesia.

Terlebih, melalui terselenggaranya PTMSI Bersatu Cup 2026, tenis meja Indonesia dapat semakin maju. Dan ia juga mengapresiasi PB PTMSI atas dukungan dan perjuangannya untuk para atlet tenis meja Indonesia selama ini.

Kejuaraan PTMSI Bersatu Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol persatuan tenis meja nasional.

Turnamen ini sekaligus menegaskan komitmen PB PTMSI untuk menjaga stabilitas organisasi dan kesinambungan pembinaan atlet di tengah dinamika yang masih terjadi di dunia tenis meja Indonesia.

× Image