Home > Other Sports

Tekad ONIC Sports Ciptakan Petenis Meja Kelas Dunia, Targetkan Naufal Junindra Raih Tiket Youth Olympic 2026

Klub tenis meja ONIC Sports menunjukkan komitmen dalam mengembangkan atlet nasional dengan target melahirkan petenis meja kelas dunia dari Indonesia.
Image
Nizar Galang Editor : Nizar Galang
Olahraga tenis meja. Sumber: (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Olahraga tenis meja. Sumber: (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Klub tenis meja ONIC Sports menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan atlet nasional dengan target melahirkan petenis meja kelas dunia dari Indonesia.

Klub yang berdiri pada 2023 itu telah menyiapkan program pembinaan jangka pendek hingga jangka panjang demi menghasilkan atlet berprestasi di level internasional.

ONIC Sports dinakhodai dua legenda tenis meja Indonesia, yakni Yon Mardiono sebagai Kepala Divisi Tenis Meja ONIC Sports serta Anton Suseno yang dipercaya menjabat sebagai pelatih kepala.

“Kita ingin ciptakan sejarah di dunia tenis meja. Seperti masuk ranking 100 dunia, bisa masuk olimpiade lagi seperti zamannya coach Anton Suseno,” ujar Yon Mardiono kepada awak media di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Yon menjelaskan bahwa ONIC Sports membangun fondasi pembinaan dengan fasilitas yang lengkap dan terintegrasi.

“Untuk mencapai sana kami mulai dengan fasilitas yang mendukung. Jadi klub ONIC ini atletnya ada 16, lalu ada kepala pelatih Anton Suseno, kita juga punya pelatih fisik khusus, kita juga ada divisi psikolog, juga punya fasilitas fisioterapi, tentu juga di luar teknisnya kita memfasilitasi asupan dari makanan gizi serta vitamin, itu yang menopang kita agar punya prestasi ke depannya,” jelasnya.

Selain penguatan sistem pembinaan, ONIC Sports juga memfokuskan perhatian pada petenis meja muda andalan mereka, Muhamad Naufal Junindra Irawan. Atlet tersebut disiapkan mengikuti sejumlah turnamen internasional demi mengejar tiket ke Youth Olympic 2026 yang akan digelar di Dakar, Senegal.

Klub Tenis Meja Indonesia, ONIC Sports. (Nizar Galang/Skor.id)
Klub Tenis Meja Indonesia, ONIC Sports. (Nizar Galang/Skor.id)

"Sekarang ini (atlet kami) yang mendekati target ke minimum ranking untuk ikut Olimpiade adalah Naufal Junindra,” ucap Yon.

Naufal Junindra sendiri baru saja mencatatkan prestasi dengan meraih medali perunggu pada SEA Games Thailand 2025. Saat ini, ia berada di peringkat 91 dunia kategori U-17. ONIC Sports menargetkan Naufal mampu menembus posisi 60 besar dunia.

Untuk mendongkrak peringkat tersebut, ONIC Sports membidik keikutsertaan dalam berbagai ajang World Table Tennis (WTT) yang berada di bawah naungan Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF), seperti WTT Cappadocia, WTT Tunisia, WTT Smash Singapura, WTT Dusseldorf, WTT Kroasia, hingga WTT Slovakia.

Selain itu, Naufal juga diproyeksikan mengumpulkan poin dari berbagai ajang multi-event seperti Olimpiade Remaja, Asian Games, SEA Games, serta Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara (SEATTC).

Pelatih Kepala ONIC Sports, Anton Suseno, menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kualitas para atlet binaan, khususnya dari sisi teknik, agar mampu bersaing di level global.

“Kita tentu akan meng-upgrade kualitas atlet-atlet di sini dari U-11, 13, 15, 17, tujuannya agar para atlet bisa bersaing kancah nasional maupun internasional,” kata Anton Suseno.

"Teknik dalam dunia tenis meja itu berkembang terus, atlet itu harus diberikan teknik yang update tentunya. Kalau kita sudah meningkatkan teknik itu kepada atlet tentunya bisa bersaing hingga internasional.”

Kiri-kanan: Kepala Divisi Tenis Meja ONIC Sports Yon Mardiono, Atlet ONIC Sports Naufal Junindra, dan Kepala Pelatih ONIC Sports Anton Suseno. (Nizar Galang/Skor.id)
Kiri-kanan: Kepala Divisi Tenis Meja ONIC Sports Yon Mardiono, Atlet ONIC Sports Naufal Junindra, dan Kepala Pelatih ONIC Sports Anton Suseno. (Nizar Galang/Skor.id)

“Dampaknya nanti juga kita bisa menyumbang atlet untuk negara untuk berprestasi di tingkat dunia sesuai visi dan misi kita,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yon Mardiono menilai bahwa upaya klub-klub dalam membina atlet muda seharusnya didukung oleh sistem kompetisi yang berjenjang dan sehat dari federasi.

Namun, ia menyayangkan masih adanya dualisme di dunia tenis meja nasional antara Indonesia Pingpong League (IPL) dan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).

Terbaru, PTMSI mengeluarkan pernyataan bahwa atlet yang mengikuti kompetisi IPL akan dikenai sanksi berupa larangan tampil di ajang multi-event nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Jadi kalau dari saya sebagai pembina ONIC Sport tentu hal itu sangat disayangkan. Karena atlet itu ditugaskan untuk berlatih dan bertanding, serta menciptakan prestasi setinggi mungkin,” ungkap Yon.

“Adanya pernyataan atau pelarangan itu tentu buat mental atlet terganggu. Kalau saya tidak bisa bicara banyak, sebagai pembina klub tentunya sangat menyayangkan.”

“Kita sebagai pembina klub tugas saya hanya menciptakan atlet saja sebaik mungkin untuk bawa nama Indonesia di kancah dunia,” pungkasnya.

× Image