Home > La Liga

Hadapi Racing Santander, Barcelona Dibayangi Kenangan Pahit

Barcelona akan dijamu Racing Santander pada babak 16 besar Copa del Rey 2025-2026 di Stadion El Sardinero, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi klub Barcelona. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Ilustrasi klub Barcelona. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Barcelona akan kembali menginjakkan kaki di El Sardinero, stadion legendaris milik Racing Santander yang menyimpan salah satu kenangan paling pahit dalam sejarah La Liga bagi Blaugrana, julukan Barcelona.

Barcelona memang dijadwalkan menghadapi Racing Santander pada babak 16 besar Copa del Rey 2025-2026. Pertandingan itu akan digelar di Stadion El Sardinero, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB.

Ini adalah kunjungan pertama Barcelona ke Santander dalam hampir 14 tahun, sekaligus membuka kembali memori kelam ketika mereka pernah dipermalukan dengan dua kekalahan telak: 0-5 dan 0-4 di kompetisi La Liga Spanyol.

Pertemuan Racing Santander vs Barcelona menghadirkan nuansa rivalitas klasik sepak bola Spanyol. Terakhir kali Barca bertanding di El Sardinero terjadi pada musim 2011-2012, musim terakhir Racing di La Liga sebelum terdegradasi. Kala itu, dua gol Lionel Messi membawa Barca menang 2-0.

Namun, stadion ini juga menjadi saksi bisu dua kekalahan liga paling menyakitkan Barcelona dalam beberapa dekade terakhir. Berikut ulasannya:

Tanggal 11 Februari memiliki makna kelam bagi Barcelona. Tepat 31 tahun lalu, Racing Santander menghajar Barca dengan skor mencolok 0-5, hasil yang mengguncang era akhir Dream Team racikan Johan Cruyff.

Quique Setién—yang kelak menjadi pelatih Barcelona—ikut mencatatkan namanya di papan skor bersama Esteban Torre (ayah dari Pablo Torre), Merino, serta dua gol dari Radchenko. Hingga kini, kekalahan itu tetap menjadi satu-satunya kali Barca tumbang dengan selisih lima gol di era La Liga modern.

Bukan hanya sekali, Racing kembali mempermalukan Barcelona pada 11 Februari 2001. Saat itu, tim asuhan Llorenç Serra Ferrer dibantai 0-4 melalui gol Regueiro, Ramis, Arzeno, dan Mazzoni.

Fakta menariknya, dalam beberapa dekade terakhir, hanya Racing Santander yang mampu dua kali mengalahkan Barcelona dengan selisih empat gol atau lebih di La Liga. Kekalahan telak lainnya hanya datang dari Malaga dan Tenerife.

Rentetan hasil buruk Barca di El Sardinero berlanjut pada Januari 2004 saat mereka kembali kalah 0-3, meski Ronaldinho sudah memperkuat skuad Blaugrana.

Sejak kemenangan terakhir Racing pada 2004, peta kekuatan berubah drastis. Sebelum terdegradasi pada 2012, Racing selalu kalah dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Barcelona. Hingga kini, sudah 22 tahun berlalu sejak terakhir kali klub Cantabria itu menaklukkan Barca.

Namun, sejarah panjang dan memori kelam membuat El Sardinero tetap menjadi tempat yang sarat tekanan bagi Blaugrana.

Misi Barcelona Lanjutkan Momentum Juara

Barcelona datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Piala Super Spanyol usai menaklukkan Real Madrid di final. Status sebagai juara bertahan kompetisi juga menjadi modal penting.

Sementara itu, Racing Santander bukan lawan sembarangan. Mereka tengah memimpin klasemen Segunda Division dan semakin dekat untuk kembali ke La Liga.

El Sardinero siap kembali bergemuruh. Bagi Barcelona, ini bukan sekadar laga tandang—ini adalah ujian mental di stadion yang pernah merobek harga diri mereka.

Sumber: BeSoccer

× Image