Home > Esports

Sumber Motivasi Sanz untuk M7 World Championship

Motivasi terbesar SANZ untuk mencapai semua yang sudah dia raih selama ini datang dari keluarga.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Trofi Mseries Sumber:SKOR.id
Trofi Mseries Sumber:SKOR.id

SKOR.id - Dalam enam edisi terakhir M-Series Mobile Legends: Bang Bang World Championship, ONIC Esports menjadi salah satu tim Indonesia yang paling konsisten tampil di panggung dunia.

Dari M3 hingga M5, ONIC selalu hadir membawa harapan besar, dan salah satu sosok yang tak terpisahkan dari perjalanan itu adalah SANZ. Midlaner bernama asli Gilang tersebut telah membela ONIC sejak M3 bersama Kiboy, dan hingga kini tetap menyimpan bara kompetitif yang jarang dimiliki pro player Indonesia.

Fenomena SANZ menjadi menarik karena dirinya telah mengoleksi begitu banyak gelar sepanjang karier.

Tujuh trofi MPL Indonesia dan satu gelar MSC sejatinya sudah cukup untuk membuat banyak pemain merasa puas.

Namun, SANZ justru menunjukkan hal sebaliknya. Rasa lapar akan kemenangan dan ambisi untuk menjadi juara dunia terus menyala, bahkan semakin kuat menjelang M7 World Championship.

Motivasi terbesar SANZ datang dari keluarga. Sejak memposisikan diri sebagai tulang punggung keluarga, setiap pertandingan yang ia jalani memiliki makna lebih dari sekadar kemenangan di server.

“Saya selalu ingat tujuan saya datang ke Jakarta. Saya ingin membawa hasil yang terbaik untuk keluarga,” ungkap SANZ.

Mengingat orang tua menjadi pengingat terkuat baginya untuk terus berkembang, tidak cepat puas, dan membuktikan diri lebih baik dari siapa pun. Setiap pertandingan pun ia dedikasikan sepenuhnya untuk keluarga.

Perjalanan SANZ menuju titik ini tidak instan. Ia merantau dari Makassar ke Jakarta pada usia 16 tahun pada 2019 dengan restu orang tua.

Ambisinya menjadi pro player membawanya bergabung dengan Victim Esports, di mana ia berhasil menjuarai MDL Indonesia Season 1. Performa gemilang itu membuat ONIC Esports merekrutnya dengan nilai transfer besar, sebuah langkah berani untuk pemain muda saat itu.

Awal karier di ONIC bukan tanpa tantangan. SANZ harus beradaptasi dengan tekanan tinggi dan ekspektasi besar.

Namun, seiring waktu, ia berkembang menjadi pilar utama tim. Konsistensinya membantu ONIC mendominasi MPL Indonesia dan menjadikannya salah satu andalan Merah Putih di turnamen internasional.

Ambisi SANZ untuk menuntaskan gelar juara dunia di M7 turut dibenarkan oleh Kiboy. Sang roamer menyaksikan langsung kerja keras dan determinasi SANZ sejak awal.

Menurut Kiboy, ekspresi kekecewaan SANZ saat kalah justru mencerminkan ambisi besarnya untuk selalu menang dan bangkit. Kini, dengan kepercayaan diri tinggi dan motivasi yang tak pernah padam, SANZ dan ONIC siap kembali mengejar mimpi terbesar mereka di panggung dunia.

× Image