Home > Liga Inggris

Pesan David Jacobs untuk Anak Difabel: Jangan Malu, Tuhan Pasti Kasih Kita Kemampuan

Image
Kunta Bayu Waskita
David Jacobs, petenis meja Indonesia. (Dede Mauladi/Skor.id) Dede Mauladi/Skor.id

SKOR.id – Indonesia baru saja kehilangan salah satu pahlawan olahraga pada Jumat (28/4/2022) pagi ini. 

Dia adalah sosok atlet para tenis meja, David Jacobs, yang wafat dalam usia 45 tahun. Namanya tentu sudah tidak asing di kalangan pencinta tenis meja Tanah Air. 

Prestasinya bahkan tidak hanya terukir dalam event-event olahraga khusus para difabel. 

Mendiang David Jacobs juga pernah meraih medali dalam ajang multievent olahraga umum seperti SEA Games (1 perak dan 2 perunggu) dan SEATTA (1 emas).

Sedangkan dalam kejuaraan khusus atlet difabel, prestasinya lebih menonjol lagi. Pada multievent tertinggi untuk kaum difabel, Paralympic Games, David sudah meraih dua perunggu.

Kedua prestasi tersebut diraih pada Paralimpic Games 2012 di London (Individual Class 10) dan Paralympic Games 2020 di Tokyo (Individual Class 10).

Belum lagi level Asia Tenggara (ASEAN Para Games) dengan koleksi total tujuh emas dan level Asia (Asian Para Games) dengan total 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Salah satu kenangan kami bersama David Jacobs adalah ketika mewawancarainya secara eksklusif sekitar dua tahun lalu, dalam salah satu episode di kanal Youtube Motor1.com Indonesia.

Tepatnya dalam episode Driving With Athlete, yang mengajak para atlet menjajal mobil-mobil baru.

Peraih medali perunggu Paralympic Games Tokyo 2020 tersebut ketika itu diminta menjajal Mercedes-Benz GLB 200.

Kru Motor1.com Indonesia yang ketika itu satu payung dengan Skor Indonesia, menemui atlet kelahiran Makassar, 21 Juni 1977, tersebut di salah satu hotel di Jakarta.

Setelah berbincang sejenak di lobi hotel lantai dua, kru bersama David langsung bergegas menuju SUV kompak yang akan dijajal itu. 

Ketika pertama kali memasuki kabin pengemudi Mercedes-Benz GLB 200, David terlihat agak canggung dan berusaha mempelajari dulu beberapa tombol dan tuas yang ada.

“Saya belum pernah punya mobil Mercedes, tapi kalau mengendarai pernah,” David menuturkan. 

“Saya juga tadi sempat bingung cara mengatur posisi jok, ternyata tinggal tekan tombol,” kata David, tertawa, seraya menunjuk tombol tempat pengaturan jok.

Selama perjalanan mengendarai Mercedes-Benz GLB 200, David terlihat begitu terkesan dan menikmatinya.

“Terus terang mobil ini fitur-fiturnya sudah canggih ya, jadi saya merasa lebih enak saat mengendarainya,” David menambahkan.

Banyak yang Memotivasi

Begitu banyak hal yang diceritakan David ketika itu, termasuk pengalamannya diragukan rekan-rekannya ketika mengendarai mobil karena keterbatasannya.

Pada akhir video, David tidak lupa memberikan motivasi dan menitipkan pesan-pesannya kepada anak-anak muda difabel seperti dirinya.

"Buat anak-anak muda yang memiliki keterbatasan fisik, jangan malu dengan keadaan kita, jangan rendah diri," ucapnya.

"Tuhan pasti kasih kita potensi, kemampuan, dan talenta. Yang penting kita mau berusaha dan berdoa, lakukan yang terbaik, apa pun kemampuan yang kita miliki, pasti bisa berkembang.“

David kemudian menceritakan kisah masa kecilnya yang terlahir dengan kondisi difabel pada tangan kanannya.

"Waktu kecil saya sempat malu (minder) dengan kondisi ini. Beruntung saya punya orangtua dan keluarga yang memotivasi, sehingga saya kembali semangat,“ ujarnya.

"Dulu saya merasa kondisi ini sebagai kekurangan dan kelemahan saya. Tapi sekarang, saya sadar bahwa ini justru kekuatan saya," kata David, sambil menyentuh tangan kanannya.

"Dengan kekuatan ini saya bisa ikut Paralympic dan berbagai kejuaraan internasional lainnya. Itulah pesan (motivasi) saya kepada anak-anak muda difabel,“ ujarnya. 

Wawancara David Jacobs selengkapnya bisa disimak dalam video di bawah ini:

× Image