Formula 1 Belum Ramah Lingkungan, Takut Gunakan ''BBM Hijau'' karena Mahal
- Formula 1 kembali mendapat sorotan dari pengamat tentang ''balapan ramah lingkungan.''
- F1 disebut kembali menunda penggunaan BBM hijau pada tahun 2025 atau 2026.
- Mahalnya pengembangan mesin disebut menjadi alasan mengapa wacana ini belum bergulir.
SKOR.id - Ajang balap bergengsi, Formula 1, kembali disorot oleh pengamat terkait dengan usaha menciptakan balapan yang lebih ramah lingkungan.
Editor senior AutoMotor, Andreas Haupt, faktor anggaran menjadi penghalang besar dalam pengembangan mesin ramah lingkungan di antara pabrikan F1.
Dalam penilaiannya, Haupt menilai bahwa sulit untuk mengubah Formula 1 menjadi lebih ramah lingkungan karena biaya pengembangan mesin yang cukup besar.
Padahal, Andreas Haupt menilai bahwa banyak perusahaan yang potensial menjadi sponsor cukup perhatian dengan usaha raham lingkungan ini.
Salah satu wacana yang digaungkan adalah pengembangan mesin dengan pembakaran internal, sehingga mobil F1 nantinya akan netral-karbon dioksida.
Menurut Haupt, mesin pembakaran Internal ini dinilai "lebih ramah lingkungan" dibanding mobil listrik.
Namun, upaya menuju balapan ramah lingkungan tampak baru akan terwujud pada tahun 2025 atau 2026. Bahkan, pada masa tersebut, F1 baru akan "mewajibkan" penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Penggunaan BBM-hijau ini sebenarnya sudah menjadi wacana akan benar-benar diterapkan pada 2023.
Selain itu, Andreas Haupt mengutip bahwa kerjasama F1 dengan industri penerbangan bisa mempercepat wacana ini. FIA sudah mengembangkan BBM terbarukan, namun energi yang dihasilkan belum bisa menyamai BBM yang kini digunakan.
Ikuti juga Instagram, Facebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.
Eks-tandem Marcus Gideon Terseret Skandal Perjudian Bulu Tangkis https://t.co/WivskbtOvL— SKOR Indonesia (@skorindonesia) January 8, 2021
Berita Formula 1 Lainnya:
Max Verstappen: Masih Ada Mobil yang Lebih Buruk dari Milik Red Bull
