Malaysia Gelar Tes Swab Massal, 7 Atlet Positif Covid-19

- Pemerintah Malaysia menggelar tes swab massal untuk atlet-atlet Program Podium.
- Berdasarkan tes kepada 466 atlet dan ofisial, tujuh di antaranya positif Covid-19.
- Program tes massal dilakukan sebagai persiapan Malaysia menuju musim kompetisi 2021.
SKOR.id - Pemerintah Malaysia melalui Dewan Olahraga Nasional (MSN) melakukan tes swab massal kepada 466 atlet dan ofisial yang berada dalam Program Podium.
Berdasarkan tes yang berlangsung di beberapa lokasi terpisah pada Senin (2/1/2021), MSN menemukan tujuh atlet dan satu ofisial yang positif Covid-19.
Seperti diberitakan Bernama, ketujuh atlet itu berasal dari atletik (2 orang), tenis kursi roda (2), basket kursi roda (2), boling tenpin tuna rungu (1), dan ofisial boccia.
Direktur Jenderal MSN, Datuk Ahmad Shapawi Ismail, mereka yang terdeteksi positif sudah diisolasi sambil menunggu tindakan lebih lanjut oleh otoritas terkait.
"MSN juga telah memisahkan atlet yang mungkin melakukan kontak dekat dengan mereka yang terinfeksi dan swab test akan dilakukan pada hari keempat."
"Mereka yang (kontak dan) hasilnya negatif tapi mengalami gejala (Covid-19) harus menjalani karantina selama 10 hari," ujar Datuk Ahmad Shapawi Ismail.
Lebih lanjut, MSN mengatakan swab test massal ini dilakukan dalam rangka persiapan Malaysia untuk menghadapi musim kompetisi olahraga 2021.
Namun, dari total 735 atlet Program Podium, baru 466 yang melakukan tes yang berada di bawah naungan MSN dan Institut Olahraga Nasional (NSI) Malaysia.
Adapun beberapa lokasi swab test, di antaranya Kompleks MSN Taman Keramat dan Kompleks Kecemerlangan Paralimpik Kampung Pandan.
Sebelumnya juga diberitakan Direktur Pelatih Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Wong Choong Hann, dinyatakan positif Covid-19 usai tes jelang Tur Asia.
Secara keseluruhan, hanya satu persen dari 632 atlet dan ofisial Malaysia yang telah menjalani tes usap, dinyatakan positif Covid-19.
MSN meyakini mereka tertular Covid-19 saat cuti atau liburan tahun baru 2021. Dengan kata lain, bukan di pemusatan latihan masing-masing cabang olahraga.
Tak hanya swab test massal, MSN akan melanjutkan pendekatan berbasis karantina selama dua minggu. Atlet dan ofisial dilarang pergi kecuali ke tempat latihan.
"Kemudian ditinjau setelah dua minggu, berdasarkan perkembangan. Fasilitas pelatihan terpusat hanya dapat digunakan oleh atlet dan pelatih," kata Ahmad Shapawi.
Ikuti juga Instagram, Facebook, YouTube dan Twitter dari Skor Indonesia.
Ferdinand: Tak Peduli Pogba Pergi atau Tidak, Terpenting Man United Dapatkan Grealish! https://t.co/zq01UTekHl— SKOR Indonesia (@skorindonesia) January 5, 2021
Berita Olahraga Lainnya:
Positif Covid-19, Kevin Sanjaya Batal Ikut Tur Asia di Thailand
Usai Kento Momota, Pelatih Malaysia Positif Covid-19 Jelang Terbang ke Thailand
