Wahyu Army, Pemain Klub Liga 2 yang Isi Waktu Jadi Penjual Sayur Keliling
- Liga 2 senasib dengan Liga 1, berhenti di tengah pandemi Covid-19.
- Saat kompetisi buram, termasuk Liga 2, Wahyu Army memilih berjualan sayur secara keliling.
- Wahyu Army adalah pesepak bola yang banyak berkiprah di level Liga 2.
SKOR.id - Wahyu Army tak malu menjadi penjual sayur keliling saat kompetisi Liga Indonesia, utamanya Liga 2 tak jelas nasibnya musim ini.
Gelandang asli Wonogiri ini mengaku nyaris tak merasakan latihan maupun main pada musim 2020.
Pada musim ini, Wahyu Army sempat menjalani trial bersama Putra Sinar Giri (PSG) Gresik tetapi belum jodoh.
Saat sedang mencoba mencari klub lain sebagai pelabuhan, kompetisi diterak pandemi Covid-19 dan semuanya buyar.
"Nasib saya mungkin sama dengan yang lain, bedanya saya belum sempat gabung tim saat kompetisi terhenti," ujar Wahyu Army di kediamannya, Slogohimo, Wonogiri kepada Skor.id.
"Kini, kami semua senasib karena memang kompetisi tak jalan dan semua menganggur," tuturnya pada Sabtu (12/12/2020).
Otomatis tanpa kompetisi jalan, pemasukan Wahyu Army tak ada dan dia sempat mengandalkan uang tabungan saja.
Kemudian pada pertengahan September 2020, Wahyu Army dapat saran dari orang tuanya untuk menjadi penjual sayur keliling.
Awalnya pemuda 25 tahun ini merasa canggung, tetapi kakaknya membimbingnya dan pekerjaan ini dijalani dengan enjoy.
"Orang tua saya pedagang pisang dan punya banyak kenalan penjual sayur di pasar. Itu awalnya saran jual sayur keliling ini diberikan ke saya," kata Wahyu Army.
"Sayapun diantar kakak pas pertama kali belanja sayur untuk jualan. Pertama kali jualan, sepi dan sempat malas," tuturnya.
"Tetapi, saya mendapatkan pelanggan dan mulai itu makin terbiasa lalu menikmati pekerjaan ini."
Meski menikmati "profesi" sementara ini, Wahyu Army tak lupa latihan untuk jaga kondisi.
Sebab, Wahyu Army menegaskan kalau pesepak bola adalah pekerjaan yang masih akan dia tekuni.
"Sekarang, saya mungkin jual sayur keliling saat kompetisi sedang tak jalan. Tetapi, sepak bola itu pilihan dan cita-cita saya sejak kecil," ujar Wahyu Army.
"Saya tak patah arang, walau saat ini kompetisi belum jalan. Saya optimistis dan siap kerja keras ke depan jika kembali berkiprah di klub."
"Saya juga sering diminta foto langganan karena mereka tahu kalau saya main di liga. Walau, rata-rata mereka itu ibu-ibu," ucapnya berkelakar.
Wahyu Army merupakan pemain yang dibesarkan tim amatir asal Surabaya, Fatahillah 354.
Dia setelah itu membela Reedo dan PS Bajul Ijo yang bertarung pada Divisi III (kini Liga 3) pada 2014 serta 2015.
Kemudian, Wahyu Army membela Persebo Bondowoso saat berkompetisi di Divisi Utama 2016.
PSBK Blitar sempat dibela oleh Wahyu Army pada musim 2017 saat bertarung di Liga 2.
Kemudian, PSIR Rembang sempat dibela Wahyu Army setengah musim pada Liga 2 2018.
Setelah itu, dia pindah ke Kalteng Putra pada lanjutan Liga 2 2018 dan jadi bagian klub itu promosi ke Liga 1 2020.
Musim 2019, Wahyu Army kembali membela klub Liga 2, Persatu Tuban walau akhirnya tim itu turun kasta.
Ikuti juga Instagram, Facebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.
View this post on Instagram
Berita Liga 2 lainnya:
PT LIB Akan Tanggung Biaya Vaksinasi Covid-19 Tim Liga 1 dan Liga 2
Liga 2 Belum Jelas, Target Ambisius Sriwijaya FC Tak Berubah
