Home > Formula 1

Pemain Diserang Bosan, Badak Lampung FC Bubarkan Tim

Image
Sumargo Pangestu

  • Manajemen Badak Lampung FC meliburkan tim hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
  • Dani Aulia, Manajer Badak Lampung FC, sebut ketidakjelasan Liga 2 2020 jadi alasan.
  • Menurut Dani Aulia, pemain Badak Lampung FC sudah bosan karena tak ada ketidakpastian.

SKOR.id - Akibat ketidakjelasan kelanjutan Liga 2 2020, manajemen Badak Lampung FC membubarkan tim pada pekan keempat Oktober 2020. 

Kelanjutan Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 masih buram. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kompetisi akan digulirkan dalam waktu dekat.

Karena tidak ada agenda yang begitu penting, Badak Lampung FC memilih untuk memulangkan para pemainnya.

Hal itu diungkapkan Manajer Badak Lampung FC, Dani Aulia. Ia mengaku manajemen tak memberikan batas waktu libur tim.

"Kami melakukan inisiatif untuk meliburkan tim sampai waktu yang belum ditentukan," kata Dani kepada Skor.id, Minggu (25/10/2020).

"Per hari Minggu ini memang sudah kami liburkan jadi pemain sudah kembali pulang ke rumahnya masing-masing," Dani menambahkan.

Bukan hanya itu, Dani juga menjelaskan alasan meliburkan tim karena para pemain sudah merasa bosan.

"Pemain juga di sini tampaknya juga sudah tidak nyaman karena ketidakjelasan kompetisi," tutur Dani.

Sejatinya, kelanjutan  Liga 2 2020 diagendakan bergulir pada pertengahan Oktober ini atau dua pekan setelah Liga 1 2020 berjalan.

Adapun Badak Lampung FC terpilih sebagai tuan rumah Grup A Liga 2 2020. Target Badak Lampung FC adalah lolos babak grup atau ke delapan besar. 

Jika target awal itu tercapai, tim berjulukan Laskar Saburai ini ingin menggapai target selanjutnya, yakni lolos ke babak final atau promosi ke Liga 1. 

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Siapa pemain Asia milik Persija favorit Skorer? Sejak Liga Indonesia membuka pintu masuk pemain asing, Persija Jakarta jadi salah satu klub yang rajin mendatangkan pemain asal Benua Asia. Namun, Macan Kemayoran, julukan Persija, baru mulai percaya dengan kualitas pemain Asia pada musim 2009. Itu setelah ada kebijakan jatah pemain Asia. Pemain Asia pertama yang didatangkan Persija adalah pemain asal Singapura, Baihakki Khaizan dan Mustafic Fachruddin pada musim 2009-2010. Musim 2010-2011, klub berlambang Tugu Monumen Nasional ini kembali mendatangkan dua pemain asal Singapura, yakni Precious Emuejeraye dan Agu Casmir. Berikutnya, pada 2011-2012, saat tampuk kepemilikan saham Persija dikendalikan Ferry Paulus, pemain asal Korea Selatan jadi bidikan ketimbang Asia Tenggara. Pemain Korea Selatan yang pertama kali didatangkan adalah Jeong Kwan-sik. Selama membela Persija dalam 17 pertandingan, Kwan-sik melesakkan dua gol. Sedangkan pada musim 2013, Persija mendatangkan pemain asal Korea Selatan lainnya, Park Kyeong-min. Semusim membela Persija, Kyeong-min tampil 12 kali. Pada musim yang sama, yakni 2013, Persija juga mendatangkan pemain asal Hong Kong, yaitu Lam Hok-hei. Sayangnya, Hok-hei kalah saing dengan pemain lain. Pemain Korea Selatan ketiga yang membela klub kelahiran 28 November 1928 ini adalah Hong Son-hak, yakni dalam musim transisi kompetisi, 2016. Sejatinya Son-hak tampil cukup memukau. Buktinya, ia dipercaya tampil sebanyak 27 kali dalam semusim dan melesakkan dua gol. Sayang Persija tak cukup puas. Selanjutnya pada musim 2017, Persuha mengontrak pemain berdarah Brasil tapi berpaspor Australia, Reinaldo Elias da Costa, pada pertengahan musim. Juga ada Jakhongir Abdumuminov pada musim 2019, yang didaftarkan Persija untuk tampil dalam Pra Liga Champions Asia, karena Rohit Chand belum kembali. Adapun Rohit tercatat sebagai pemain asal Asia yang paling lama membela Persija, yakni dalam dua periode berbeda. Pertama musim 2013-2015 dan musim 2017 hingga kini.

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia) on

Baca Juga Berita Badak Lampung FC Lainnya: 

Manajer Badak Lampung FC Blakblakan, 90 Persen Kas Klub Habis

Bertindak sebagai Tuan Rumah, Badak Lampung FC Pasrah Liga 2 2020 Kembali Ditunda 

× Image