Usai Latihan Mandiri, Mayoritas Atlet Paralimpiade Tokyo Alami Penurunan Performa
- Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyebut mayoritas atlet pelatnas di Solo, mengalami penurunan performa usai berlatih secara mandiri.
- Pelatnas NPC di Solo untuk Paralimpiade Tokyo diikuti 35 atlet.
- 20 atlet masih berjuang untuk lolos ke pesta olahraga disabilitas terbesar di dunia tersebut.
SKOR.id - Sebanyak 20 atlet disabilitas Indonesia masih berjuang untuk bisa tampil dalam Paralimpiade XVI Tokyo, Jepang, tahun depan.
National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, organisasi yang menaungi atlet disabilitas Merah Putih pun terus melakukan upaya.
Indonesia harus bisa menambah jumlah atlet yang akan tampil dalam pesta olahraga disabilitas empat tahunan tersebut.
Salah satunya dengan melanjutkan pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Solo, Jawa Tengah (Jateng), awal Oktober 2020.
Pelatnas NPC Indonesia dihentikan sementara karena pandemi virus corona (Covid-19) dan atlet berlatih mandiri di rumah.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) NPC Indonesia, Rima Ferdianto, mengatakan pelatnas kali ini dikhususkan untuk Paralimpiade Tokyo.
"Akhir Maret, kami pulangkan semua atlet, baik untuk ASEAN Para Games (2019) dan Paralimpiade Tokyo," katanya kepada Skor.id.
"Kemudian, ternyata ASEAN Para Games Filipina dibatalkan. Paralimpiade Tokyo tetap ada tapi diundur tahun depan," ia menambahkan.
Secara keseluruhan, Rima Ferdianto menyebut ada 35 atlet yang kembali pelatnas dan 15 di antaranya sudah lolos ke Paralimpiade.
"Selama dipulangkan, mereka latihan mandiri dan kemudian kami evaluasi sampai Agustus. Ternyata banyak yang performanya drop."
"Padahal, awal tahun depan, kami harus mencari ranking point dan participation point agar lolos ke Paralimpiade Tokyo," katanya.
Situasi ini membuat NPC Indonesia memanggil kembali atlet-atlet tersebut ke pelatnas karena awal tahun depan ada agenda tryout.
"Kami berharap performa mereka sudah pulih. Khusus yang sudah lolos, memulihkan mental, teknik, dan lainnya," ia menambahkan.
Pada dua pekan awal pelatnas di Solo, Rima Ferdianto menyebut atlet-atlet ini akan melakukan persiapan umum.
Tujuannya untuk mengetes sejauh mana kondisi fisik atlet setelah berlatih mandiri. Setelah dapat parameternya, baru menentukan program.
"Setiap atlet itu berbeda-beda menu (latihannya). Kami mendesain periodisasi individual atlet berdasarkan kondisi awal mereka."
Dan, karena pelatnas NPC Indonesia bergulir di tengah pandemi Covid-19, prokotol kesehatan pun di perketat.
Senin (12/10/2020), NPC Indonesia menggelar tes swab untuk semua penguhuni pelatnas, termasuk atlet, ofisial, dan pengurus.
"Kami juga memberikan multivitamin untuk atlet. Tempat latihan pun sangat memperhatikan protokol kesehatan," ujar Rima Ferdianto.
Ikuti juga Instagram, Facebook, YouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.
23 Januari, Conor McGregor versus Dustin Poirier Mentas di Cowboys Stadium https://t.co/jMojimt2rT— SKOR Indonesia (@skorindonesia) October 15, 2020
Berita NPC Lainnya:
