Home > Super League

Beda Nasib Maurizio Sarri dan Pep Guardiola

Image
Hedi Novianto

  • Maurizio Sarri dan Pep Guardiola sama-sama tersingkir dari Liga Champions musim ini.
  • Perbedaannya, kegagalan itu membuat Maurizio Sarri dipecat Juventus.
  • Manchester City mendapat desakan untuk memecat Pep Guardiola.

SKOR.id - Perbedaan nasib dialami dua pelatih top, Maurizio Sarri dan Pep Guardiola, ketika sama-sama tersingkir dari Liga Champions musim ini.

Maurizio Sarri kehilangan jabatan pelatih setelah dipecat Juventus pasca-disingkirkan Olympique Lyon dari 16 besar Liga Champions.

Klub Prancis itu juga menyisihkan Manchester City yang diasuh Pep Guardiola pada perempat final Liga Champions.

Meski begitu, tidak seperti Sarri yang langsung dipecat, Guardiola sementara ini tetap aman di kursinya. Andai mau memecat pelatih asal Spanyol itu, Manchester City punya cukup alasan.

Sarri dipecat Juventus hanya dari satu laga. Padahal, Juventus tersingkir hanya kalah produktif di kandang lawan dibanding Lyon.

Harga mati bagi Maurizio Sarri

Juventus kalah 0-1 di kandang Lyon, tapi menang 2-1 di markas sendiri --Juventus Arena di kota Turin, Italia. Itu tak cukup karena Lyon berhak ke perempat final dengan skor agregat 2-2.

Selain itu, Maurizio Sarri terpaksa kehilangan jabatan walau mengantar Juventus juara Serie A Liga Italia untuk kesembilan kali secara beruntun.

Bagi Juventus, berprestasi di Liga Champions adalah harga mati. La Vecchia Signora tentu penasaran kenapa mereka cuma dua kali juara di ajang prestisius itu; 1985 dan 1996.

Padahal mereka adalah raja Liga Italia dengan sembilan kali juara dalam satu dekade terakhir. Gelar juara Liga Champions juga gagal diraih meski sudah dua kali masuk final; 2015 dan 2017.

Itu sebabnya Juventus tak bisa memaklumi kegagalan Maurizio Sarri walau pelatih 61 tahun ini baru melakoni musim pertamanya di Turin.

Sarri tentu berhak bicara tidak adil. Apalagi jika melihat rekam jejak Pep Guardiola di Liga Champions bersama Manchester City.

Pep Guardiola menurun

Guardiola tak pernah lagi berprestasi di ajang Eropa sejak meninggalkan Barcelona yang pernah diantar menjuarai Liga Champions dua kali; 2009 dan 2011.

Tiga musim menangani Bayern Munchen pada kurun 2013-2016, Guardiola hanya membawa klub Jerman itu mentok semifinal Liga Champions.

Pencapaiannya di Liga Champions bersama Manchester City sejak 2016-2017 justru menurun. Manchester City hanya mencapai 16 besar (2017) dan perempat final (2018-2020).

Pep Guardiola bersama klubnya di Liga Champions sejak meninggalkan Barcelona pada 2012 juga hanya bisa satu kali clean sheet pada perempat final atau berikutnya.

Maurizio Sarri juga layak berbesar hati karena dirinya masih bisa menjuarai Serie A musim lalu. Sementara Pep Guardiola cuma merebut trofi Carabao Cup (Piala Liga Inggris).

Tidak heran, sebagian suporter Manchester City langsung bereaksi keras setelah gagal ke semifinal Liga Champions. Suporter meminta Guardiola dipecat atau mundur.

Suporter menyebut Guardiola memang sudah dua kali mengantar Manchester City juara Liga Inggris; 2018 dan 2019. Namun, pelatih 49 tahun ini sudah menghabiskan banyak dana untuk belanja pemain.

Dalam empat tahun terakhir, Pep Guardiola sudah menghabiskan dana 778 juta euro atau sekitar Rp13,7 triliun di bursa transfer.

Empat tahun di Manchester City, Pep Guardiola masih aman. Namun, Maurizio Sarri langsung dipecat Juventus hanya dalam satu musim.

Ikuti juga Instagram, Facebook, YouTube dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Maurizio Sarri Lainnya:

Membaca Juventus di Liga Champions dari Mulut Maurizio Sarri 

Resmi, Andrea Pirlo Gantikan Maurizio Sarri Sebagai Pelatih Juventus

× Image