Pelatih dan Pemain Tuli, Gallaudet Bison Ubah Cara Pandang Dunia dari Lapangan Basket

- Olympic Channel memperkenalkan serial baru Body+ dalam situs mereka.
- Salah satunya tentang Gallaudet Bison, tim bola basket Universitas Gallaudet Bison di Washington DC.
- Pelatih Kevin Kovacs dan seluruh pemainnya penyandang tuna rungu.
SKOR.id – Getar jam weker di sisi kanan tubuhnya membangunkan John Werner Jr. Pukul 07:51.
Pemuda itu pun bersiap untuk latihan basket, dan semua itu dilaluinya dalam keheningan.
John Werner Jr adalah penyandang tuna rungu. Dia juga anggota Gallaudet Bison, satu-satunya tim bola basket perguruan tinggi tuli di dunia.
Gallaudet University adalah universitas swasta yang disewa secara federal untuk pendidikan tuna rungu dan yang memiliki pendengaran rendah.
Baca Juga: Mikel Arteta Terjangkit Virus Corona, Liga Inggris Siapkan Rapat Darurat
Terletak di Washington, D.C., Amerika Serikat, kampus seluas 99 hektar ini didirikan pada 1864.
Universitas Gallaudet ini pada awalnya adalah sekolah tata bahasa untuk anak-anak tuli dan tuna netra.
Walau semua pemain Bison tuli, termasuk pelatih Kevin Kovacs , mereka bermain di divisi III National Colleagiate Athletic Association (NCAA), dan cukup disegani.
Lawan Gallaudet Bison adalah tim-tim beranggotakan pemain dengan pendengaran normal. Wasit dan ofisial pertandingan juga orang normal. Namun, itu bukan masalah.
Kisah John Werner Jr dan kawan-kawan ini merupakan bagian dari seri orisinal baru Body+ dalam situs Olympic Channel.
Ada lima episode dalam Series 1, dan Gallaudet Bison tampil pada episode 2.
Tak banyak pemberitaan soal mereka. Tapi, ada Kovacs yang bisa bercerita tentang sejarah tim bola basket itu.
Kovacs adalah alumni Gallaudet yang lulus pada 1995, yang kebetulan juga anggota tim basket mereka. Kini, dia pelatihnya.
“Saya terkadang mengatakan pada tim tentang betapa istimewanya memakai seragam Gallaudet. Kami satu-satunya universitas tuna rungu dengan tim bola basket di dunia,” ujar Kovacs.
“Tidak ada perguruan tinggi atau universitas lain yang memiliki pengalaman unik yang sama seperti yang kami miliki di sini, jadi kami sangat istimewa.”
“Saya merasa kami punya tanggung jawab untuk melakukan yang terbaik dan menunjukkan kepada orang-orang tuli bahwa mereka bisa bangga dengan apa yang kami lakukan.”
Melalui tangan Kovacs, Bison minimal memenangkan 18 pertandingan dalam satu musim dan itu terjadi tiga musim pertamanya secara beruntun.
Pada musim 2016, mereka menempati urutan ketiga terbaik Divisi III dalam blocked shots.
Kovacs bahkan terpilih sebagai Pelatih Terbaik di wilayah North Eastern Athletic Conference (NEAC).
Tetapi, pertahanan dalam bola basket adalah tentang komunikasi, bukan?
Baca Juga: Ungkap Film Favorit, Daniel Ricciardo Mengaku Tak Pernah Nonton Star Wars
Jadi, bagaimana tim nonverbal masuk di 15 besar dari 416 perguruan tinggi Divisi III dalam blok per game, steals per game, rebound margin, dan field goal percentage defense pada 2016?
Para pemain Gallaudet menjelaskan mereka berlatih sistem defense yang sekarang telah menjadi insting mereka dalam berkomunikasi nonverbal.
Bukan menuliskan nama di kertas atau berteriak soal siapa pemain yang akan melakukan tembakan.
Jawabnya, pemain memutar kepala mereka terus-menerus, mempertahankan kontak mata, mengandalkan ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan sinyal tangan.
Selama permainan, para pemain memakai isyarat satu tangan; satu set ofensif disebut horns (bisa ditebak seperti apa bentuknya), dan lainnya dinamai George Washington.
Menurut Kovacs, defense hebat adalah soal menggunakan tangan. Pemainnya menggunakan tangan mereka terus-menerus dalam kehidupan sehari-harinya
“Jadi tidak ada alasan bahwa tangan kita tidak boleh bangun setiap saat," kata sang pelatih, dengan bahasa isyarat.
Inilah yang ingin diperlihatkan Olympic Channel dari serial Body+.
Dalam keterbatasan, Gallaudet Bison tetap berdedikasi untuk olahraga mereka, untuk mengubah cara mereka melihat dunia, dan cara dunia melihat mereka.
