Road to Olimpiade 2020: Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Kualifikasi Panjat Tebing
- Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah pengganti Kejuaraan Asia sekaligus kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo
- Dengan menjadi tuan rumah, atlet panjat tebing Merah Putih memiliki peluang untuk ke Tokyo.
- Jika terpilih, FPTI telah menyiapkan sarana dan prasarana di Jakarta International Sport Climbing, Cakung, Jakarta Timur.
SKOR.id - Pengurus Pusat Federasi Persatuan Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) terus berupaya meloloskan atlet ke Olimpiade XXXII/2020 Tokyo, Jepang, 24 Juli-9 Agustus 2020.
Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid mengatakan cara terakhir yang harus ditempuh adalah mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejuaraan Asia Panjat Tebing sebagai kualifikasi menuju pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.
Hal ini diungkapkan Yenny Wahid usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bantuan pelatnas Olimpiade dan pembinaan jangka panjang dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2020).
Baca Juga: Panjat Tebing, Selancar, dan NPC Tanda Tangan MoU dengan Kemenpora
Perempuan yang memiliki nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh itu mengatakan harus memaksimalkan peluang yang ada. Per 6 Maret 2020, PP FPTI telah mengirim surat pengajuan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Asia.
Sejatinya, Kejuaraan Asia ini akan berlangsung di Morioka, Jepang, 27 April-3 Mei 2020.
Namun mewabahnya virus corona membuat Jepang akhirnya mundur menjadi tuan rumah. Setelah itu, belum ada tuan rumah yang mengajukan diri sebagai pengganti.
Yenny pun akhirnya memberanikan diri mengajukan Indonesia untuk menjadi penyelenggara.
Menurut Yenny dengan menjadi tuan rumah, atlet Merah Putih memiliki peluang untuk bisa lolos ke Olimpiade Tokyo. Meski kans tersebut sangat tipis.
“Di Kejuaraan Asia ini peluang kita 30 persen, tetapi harus tatap diambil. Jika tidak ada Kejuaraan Asia, peluang kita nol. Setipis apa pun kans harus dimaksimalkan,” katanya.
Baca Juga: Menpora Inginkan Penggunaan Anggaran yang Akuntabel
Sejauh ini belum ada satu pun panjat tebing Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo.
Sebelum Yenny menjabat sebagai ketua umum PP FPTI telah digelar sejumlah ajang kualifikasi.
Misalnya pada Kejuaraan Dunia yang berlangsung di Hachioji, Jepang, 11-22 Agustus 2019. Namun tak satu wakil Indonesia yang turun.
Sementara saat mengikuti pra-kualfikasi IFSC Combined Qualifier 2019 di Toulouse, Prancis, dua atlet andalan Merah Putih, Aries dan Alfian M. Fajri belum mampu berbuat banyak.
Aries hanya mampu menduduki peringkat 16. Sementara Alfian tertahan di posisi 13. Keduanya pun gagal melaju ke final.
Untuk itu, Yenny ingin memaksimalkan peluang yang tersisa. Meski begitu, Indonesia masih menunggu keputusan Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) terkait pengajuan sebagai tuan rumah Kejuaraan Asia.
“Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah negara khususnya negara di Asia Tenggara. Namun Korea Selatan (Korsel) menginginkan Kejuaraan Asia batal digelar. Dengan begitu, Korsel bisa lolos karena hasil di Kejuaraan Dunia 2019 bakal menjadi syarat terakhir kualifikasi,” ujar Yenny.
Adapun jika terpilih FPTI telah menyiapkan sarana dan prasarana di Jakarta International Sport Climbing, Cakung, Jakarta Timur, dan diharapkan bisa berlangsung pada 19-22 April 2020.
"Tugas dari federasi sendiri adalah mencoba semua peluang yang ada. Ini harus kami ambil sehingga atlet bisa maksimal. Itu yang terpenting, kita coba dulu setipis apa pun peluangnya," Yenny menuturkan.
