Home > Liga Inggris

Test Event Panjat Tebing Olimpiade 2020 Tetap Digelar meski Tanpa Atlet

Image
I Gede Ardy Estrada

  • Panitia Olimpiade 2020 menggelar test event panjat tebing di Aomi Urban Sports Park, Jumat (6/3/2020).
  • Test event itu berlangsung tanpa atlet profesional dan sepi penonton.
  • Untuk menjajal arena panjat tebing, panitia meminta bantuan anggota staf mereka.

SKOR.id – Panitia Olimpiade Tokyo 2020 tetap menggelar test event panjat tebing (sport climbing) di Aomi Urban Sports Park pada Jumat (6/3/2020).

Mereka diizinkan dengan syarat, tanpa atlet top dan penonton. Pihak penyelenggara terpaksa menggunakan para pemanjat amatir dan staf panitia untuk menjajal arena.

Wabah virus corona (COVID-19) yang masih menyerang sejumlah negara, termasuk Jepang, membuat semua sendi kehidupan terganggu, tak terkecuali Olimpiade.

Hampir seluruh ajang olahraga dan kegiatan yang berpotensi mengumpulkan masa di Negeri Sakura harus dibatalkan akibat wabah COVID-19.

Pramusim baseball digelar tanpa pentonton. Liga Sepak Bola Jepang (J-League) ditunda hingga 18 Maret. Sejumlah test event Olimpiade, di antaranya rugbi dan boccia, pun terpaksa batal.

Baca Juga: Atlet Suriah Hend Zaza Bakal Jadi Peserta Termuda di Olimpiade 2020

“Kami telah meminta semua orang untuk menahan diri untuk datang jika suhu badannya tinggi,” kata manajer venue panjat tebing Mika Yanagiswa.

“Kami juga sudah menyiapkan lembar pemeriksaan kondisi kesehatan di pintu masuk. Jika Anda sehat, maka diizinkan memasuki arena,” Yanagiswa menjelaskan.

Sebelumnya, 20 atlet Jepang, masing-masing 10 putra dan putri, dijadwalkan ambil bagian dalam test event panjang tebing Olimpiade 2020.

Namun rencana yang telah disusun mau tidak mau berubah menyusul masih masifnya penyebaran virus corona di Jepang.

“Karena situasi saat ini dan rekomendasi dari pemerintah (Jepang), maka kami harus mengikutinya,” ujar Ketua Sport Climbing Jepang Toru Kobinata.

Menurutnya, menggelar test event tanpa atlet top dan profesional merupakan keputusan yang sangat sulit. Namun mereka tidak punya pilihan.

Sebagai gantinya, pihak penyelenggara meminta bantuan staf mereka untuk mencoba arena panjat tebing Aomi Urban Sports Park.

“Mereka dengan sukarela mengikuti test event ini. Tentu saja kami memilih mereka yang punya kemampuan memanjat,” ujar Kobinata.

Baca Juga: Road to Olimpiade 2020: Petinju Indonesia Michael Muskita Selangkah Lagi Raih Tiket ke Tokyo

Arena panjat tebing nantinya akan menjadi lomba tiga disiplin panjat tebing, yakni speed, lead, dan bouldering. Dinding yang disiapkan memiliki tinggi lebih dari 15 meter.

“Jika pegangan basah dan berbahaya atau atlet komplain serta melihat ada risiko selama test event, maka kami akan membuat keputusan,” Toru Kobinata menjelaskan.

Sejauh ini, belum ada keputusan pasti terkait penyelenggaraan Olimpiade 2020. Pihak panitia dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) masih yakin gelaran bisa berlangsung sesuai jadwal.

Namun dengan cukup banyak kasus COVID-19 di Jepang, tak sedikit pihak yang meragukan ajang olahraga terbesar di dunia itu dapat bergulir pada 24 Juli hingga 9 Agustus mendatang.

Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), per 5 Maret 2020, sudah ada 317 kasus terkonfirmasi di Jepang dengan enam di antaranya berujung kematian.

× Image