Road to Olimpiade 2020: Demi Berat Badan Ideal, Eko Yuli Fokus Jalani Diet
- Eko Yuli Irawan fokus menurunkan berat badan demi Olimpiade Tokyo 2020.
- Lifter 30 tahun itu menargetkan bobotnya mencapai 63 kg tiga pekan sebelum tampil dalam Olimpiade 2020.
- PB PABBSI melibatkan dr. Louise Kartika, MGizi, SpGK untuk membantu menjaga pola makan atlet.
SKOR. id - Eko Yuli Irawan tengah fokus untuk menurunkan berat badan sebagai persiapan tampil pada Olimpiade Tokyo 2020, 24 Juli-9 Agustus.
Dalam pesta olahraga terbesar di dunia tersebut, lifter 30 tahun itu bakal turun di kelas 61 kg putra. Sementara sekarang bobot Eko Yuli Irawan mencapai 67 kg.
Belum lama ini, Eko Yuli Irawan turun pada uji pertama Olimpiade Tokyo 2020 di 5th International Fajr Cup di Rasht, Iran, 1-5 Februari 2020.
Dalam ajang tersebut, lifter kelahiran Metro, Lampung, 24 Juli 1989 itu memborong tiga emas di kelas 67 kg.
Eko Yuli Irawan mencatat total angkatan 310 kg dan berada di posisi teratas pada angkatan snatch dengan 138 kg dan 172 kg clean and jerk.
Baca Juga: Raih Enam Emas, Lifter Indonesia Berjaya di Iran
Kini, secara bertahap Eko Yuli Irawan mulai diet untuk bisa memenuhi target mencapai bobot ideal untuk kelasnya pada Olimpiade Tokyo nanti.
“Ya, saya akan mencoba menurunkan berat badan secara bertahap. Targetnya, tiga pekan sebelum Olimpiade Tokyo, bobot saya sudah harus 63 kg,” ujar Eko Yuli Irawan.
Keinginan itu disampaikannya kepada wartawan di Pelatnas Angkat Besi Olimpiade Jln Kwini, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020) lalu.
Sementara itu, di tempat yang sama, pelatih kepala tim angkat besi Olimpiade, Dirdja Wihardja, menganggap kelebihan berat badan yang dialami Eko Yuli hal yang wajar.
Sebab menurutnya, Eko Yuli baru memasuki pelatnas setelah libur pasca meraih emas di kelas 61 kg SEA Games Filipina 2019.
Baca Juga: Road to Olimpiade 2020: Eko Yuli Tak Ingin Persiapannya Terganggu Cedera
“Tetapi, kami akan berusaha menurunkan bobotnya secara bertahap. Sehingga pada saat Olimpiade Tokyo nanti, ia bisa turun di kelas 61 kg,” ujar Dirdja Wihardja.
Untuk menjaga berat badan atlet, Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PP PABBSI) telah melibatkan dr. Louise Kartika, MGizi, SpGK.
“Tak hanya program latihan yang disusun secara baik, tetapi pola makan bagi lifter pelatnas Olimpiade Tokyo juga mendapat perhatian,” kata Dirdja Wihardja.
“Semuanya (menu dan asupan makan) harus ada rekomendasi dari dr. Louise Kartika,” Dirdja Wihardja menuturkan.
