Home > Liga Inggris

Persani Berharap Pelatnas Dapat Arena Latihan di Daerah Senayan

Image
Aprelia Wulansari

SKOR.id - Tim senam Indonesia meraih dua emas, empat perak, dan dua perunggu di SEA Games 2019 yang digelar di Filipina, 30 November-11 Desember 2019.

Sebanyak dua emas diraih dari nomor kuda-kuda lompat putri dan putra oleh Rifda Irfanaluthfi dan Agus Prayoko. Rifda juga meraih tiga perak dari nomor semua alat, balok keseimbangan, dan lantai.

Satu perak juga dipersembahkan mixed trio aerobik. Dua perunggu dipersembahkan oleh mixed pair aerobik dan Dwi Arifin di nomor gelang-gelang putra.

"Hasil ini sesuai dengan target yang kami janjikan kepada Menpora, yaitu dua emas.Langkah selanjutnya adalah terus memperjuangkan agar senam bisa mendapatkan hall gymnastics (aula senam) yang tetap di kawasan Gelora Bung Karno (Senayan) seperti sebelumnya dan juga peralatan yang memadai," ujar Ketua Umum PB Persatuan Senam Indonesia (Persani) Ita Yuliati kepada Skor.id.

"Terbukti bahwa anak-anak kami menunjukkan prestasi yang baik dengan berlatih keras meski sarana prasarana seadanya dan tak adanya pelatih asing," ujar Ita.

Persani mengharapkan bisa mendapatkan tempat latihan di Lantai 8, GBK Arena, Senayan.

Meski belum sempurna secara teknis, aula gedung tersebut memiliki langit-langit yang tinggi dan sudah memadai untuk pelatnas senam yang membutuhkan ruang yang lebar dan tinggi.

"Ketua KOI (Raja Sapta Oktohari) juga sedang memperjuangkan agar kami bisa mendapatkan tempat tersebut," ucap Ita.

"Bisa dibayangkan, kalau semua fasilitas tersedia dan dukungan pemerintah terhadap senam ditingkatkan. Saya yakin untuk mendapatkan emas, lima, bahkan, 10 pun kami siap," tutur Ita.

Dalam persiapan SEA Games 2019, skuat senam hanya mendapatkan jatah uji coba ke luar negeri sekali dan tak ada training camp.

 

Persiapan Tuan Rumah Olimpiade 2032

Karena itu, Persani memiliki pekerjaan rumah untuk mencari pelapis pesenam yang turun di Kejuaraan Dunia Senam 2015 dan 2018 itu.

Dalam SEA Games 2019, Rifda mempersembahkan empat medali untuk Indonesia, yakni setengah dari total raihan medali senam di ajang dua tahunan terbesa di Asia Tenggara itu.

"Ya, tantangan ke depan adalah menyiapkan lapis kedua setelah Rifda yang sekaligus mempersiapkan SEA Games 2021 dan Asian Games 2022," kata Ita.

"Apalagi kalau pemerintah memang serius untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, maka kita harus menyiapkan lapis ketiga yang berumur 6-7 tahun di tahun 2020,' ucap Ita.

Selain itu, Ita juga menambahkan bahwa dibutuhkan waktu sekitar 10-12 tahun untuk mencetak atlet senior level dunia.

"Latihannya harus berkesinambungan dan ditangani oleh pelatih terbaik," tutur Ita yang merupakan mantan pesenam itu.

Selain mempersiapkan atlet, calon tuan rumah Olimpiade juga perlu memikirkan venue.

Arena senam harus sesuai dengan standar FIG (Federasi Senam Internasional) dan standar Olimpiade.

Venue harus memiliki peralatan yang lengkap untuk semua kategori, yakni senam artistik, senam ritmik, trampolin, dan aerobik.

Namun, Indonesia belum memiliki aula senam yang mumpuni dengan standar Olimpiade.

Peralatan senam pun masih milik Persani yang dipinjamkan ke daerah-daerah untuk melatih tim nasional.

"Paling tidak, kita sudah bisa memberikan gambaran fasilitas yang ada ketika mengikuti bidding tuan rumah Olimpiade," kata Ita.

Untuk persiapan SEA Games 2019, para atlet berlatih di DKI, Jatim, dan Riau.

Setelah SEA Games 2019, para atlet dikembalikan ke daerah masing-masing dan mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti PON 2020 di Papua.

× Image