Olimpiade Ditunda, Nasib Wisma Atlet Jadi Teka Teki

26 Maret 2020, 09:45 WIB
Kontingen Australia saat menjalani sesi defile atlet dalam upacara pembukaan Olimpiade Rio 2016 yang berlangsung di stadion Maracana, Rio de Janeiro, 5 Agustus 2016. /Pedro Ugarte/AFP
Penulis: Any Hidayati
Editor: Lily Indriyani

  • Salah satu perhatian setelah penundaan Olimpiade 2020 adalah status hunian di Kampung Olimpiade.
  • Kondisi wisma atlet di Kampung Olimpiade menjadi tak pasti, seiring penundaan Olimpiade.
  • Presiden IOC, Thomas Bach, menyebut Kampung Olimpiade sebagai pengalaman sekali seumur hidup.

SKOR.id - Salah satu perhatian menyusul penundaan Olimpiade Tokyo 2020 menjadi 2021 adalah kelangsungan wisma atlet di Kampung Olimpiade.

Merujuk pada rencana awal, wisma atlet Olimpiade 2020 akan dijual kepada masyarakat umum setelah pesta olahraga empat tahunan itu rampung.

Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo (TOCOG) akan membuka akses bagi masyarakat yang ingin memiliki wisma atlet dengan konsep apartemen itu. 

Baca Juga: Olimpiade 2020 Ditunda, Jam Hitung Mundur Dimatikan

Olimpiade Tokyo sebelumnya dijadwalkan 24 Juli-9 Agustus 2020. Namun, Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) menunda hingga 2021. 

Praktis, wisma atlet yang berada di Kampung Olimpiade tersebut belum bisa dijual kepada masyarakat. Apakah tetap dikosongkan selama satu tahun?

Ya, semua masih jadi teka teki karena Presiden IOC, Thomas Bach, mengaku belum punya rencana seputar pemanfaatan wisma atlet selama satu tahun ke depan.

"Ini adalah satu dari ribuan pertanyaan yang harus segera kami selesaikan. Kami berharap tetap ada Kampung Atlet karena ini jantung dari Olimpiade." 

"Kami akan mencari solusi terbaik untuk tempat tinggal para atlet," ucap Thomas Bach sepertii dilansir olympichannel.com.

Mantan atlet anggar itu menuturkan, Kampung Olimpiade (Olympic Village) adalah tempat istimewa untuk peserta Olimpiade dari seluruh dunia.

Bisa tinggal di wisma atlet adalah momen yang sangat langka. Bahkan, bukan tak mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup.

"Saya berharap Kampung Olimpiade tetap dalam kondisi seperti umumnya. Setiap orang yang pernah tinggal di sana tahu inilah pengalaman Olimpiade sebenarnya."

"Pengalaman sekali seumur hidup. Tinggal satu atap, makan bersama, bersenang-senang bersama, saling diskusi, hingga membentuk komunitas Olimpiade."

Baca Juga: Lalu Muhammad Zohri Anggap Penundaan Olimpiade Momentum Matangkan Diri

TOCOG maupun IOC memang wajib memikirkan kelangsungan Wisma Atlet Olimpiade Tokyo. Jika dikosongkan, bisa menambah kerugian karena diperlukan biaya perawatan. 

Pasalnya, jumlah unit Wisma Atlet Olimpiade tak sedikit karena diperuntukkan bagi ribuan atlet dari ratusan negara peserta. Tidak terkecuali Indonesia.     

IOC dan TOCOG masih menyusun skema Olimpiade 2021. Termasuk jadwal resmi pengganti Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, yang sebelumnya 24 Juli-9 Agustus.

Tag

Berita Terkait

Latest