Soal Olimpiade 2020, Menpora Ikuti Pemerintah Jepang dan Kemenkes RI

27 Februari 2020, 20:30 WIB
Menpora Zainudin Amali saat menghadiri acara Penandatanganan Kerja Sama dengan pengurus cabang olahraga terkait fasilitas Pelatnas Olimpiade 2020 dan Jangka Panjang di Media Center Kemenpora RI, Jakarta, 11 Februari 2020. /Jessica Margaretha/Skor.id
Penulis: Muhammad Ramdan
Editor: Lily Indriyani

  • Menpora Zainudin Amali bakal mengikuti keputusan Pemerintah Jepang terkait Olimpiade Tokyo 2020.
  • Indonesia akan mengikuti rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) jika Olimpiade 2020 tetap digelar. 
  • NOC Indonesia mendukung Tokyo menggelar Olimpiade 2020 sambil menyiapkan tindakan antisipasi. 

SKOR.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bakal mengikuti keputusan Pemerintah Jepang terkait Olimpiade Tokyo XXXII/2020. 

Ini menyusul munculnya wacana penundaan hingga pembatalan Olimpiade 2020 karena kian meluasnya wabah virus corona di berbagai negara dunia. 

"Ditunda atau tidak (Olimpiade 2020), itu adalah keputusan Jepang. Setiap negara memiliki kebijakan masing-masing,” ujarnya di Media Center Kemenpora, Kamis (27/2/2020). 

Zainudin Amali juga bakal berpatokan pada rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait pemberangkatan kontingen jika Olimpiade Tokyo tetap digelar.

"Indonesia memiliki Kemenkes. Jadi, kami akan menunggu (rekomendasi) dari situ. Apa yang disampaikan Kemenkes, itu yang akan kami ikuti,” kata Zainudin Amali.

Baca Juga: Isu Pembatalan Olimpiade 2020 Muncul Lagi, Kemenpora Tunggu Pernyataan Resmi

Soal anggaran yang telah ditandatangani oleh beberapa pengurus cabang olahraga (cabor) terkait persiapan menuju Olimpiade 2020, dirinya mengaku tak khawatir. 

Pasalnya, anggaran tersebut bukan hanya bertujuan untuk keikutsertaan atlet-atlet Indonesia ke Olimpiade 2020. Tapi, pembinaan jangka panjang.

"Jadi, tidak semata-mata untuk Olimpiade Tokyo karena pembinaan tetap berjalan. Olimpiade bukan patokan, walau target kita memang ke sana," ujarnya. 

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, juga berbicara soal isu penundaan hingga pembatalan Olimpiade 2020.  

Menurutnya, hingga saat ini, Komite Olimpiade Internasional (IOC) belum membahas apa pun terkait perkembangan terkini yang menyangkut pesta olahraga empat tahunan itu. 

"Kita tidak usah berspekulasi. Tunggu (pernyataan) resmi dari IOC,” kata Raja Sapta Oktohari saat dihubungi wartawan, Kamis (27/2/2020).

Baca Juga: Menpora: Mekanisme Pencairan Anggaran Harus Transparan dan Akuntabel

Sebagai bentuk solidaritas, KOI akan mendukung Jepang agar melaksanakan Olimpade 2020 tepat waktu. Namun, tetap melakukan upaya antisipasi. 

Ini karena virus corona yang telah memakan banyak korban jiwa. "Apa pun keputusannya, kami akan support,” ujar Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari. 

"Kami mau kirim surat dukungan supaya TOCOG (Panitia Pelaksana Olimpiade Tokyo) serius mempersiapkan Olimpiade. Kami tahu, tak mudah memenangi bidding,” katanya.

"Menjadi tuan rumah Olimpiade tidak mudah, butuh dukungan Jepang. Kami tidak mau bermusuhan dengan Jepang. Kami prihatin dengan situasi ini dan mendoakan situasi ini cepat berlalu," ia menuturkan.

 

Tag

Berita Terkait

Latest