The Jakmania Series: Pelajaran yang Tidak Ada di Sekolah

17 September 2020, 09:00 WIB
Penulis: Hedi Novianto
Editor: Hedi Novianto
Spanduk Jakmania Korwil Condet.
Spanduk Jakmania Korwil Condet. /Instagram/ekhykhaizan13_

  • Bergabung dengan kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, memberi pengalaman hidup mandiri dan peduli pada sekitar.
  • Pelajaran lain saat bergabung dengan The Jakmania juga sulit ditemukan di bangku sekolah.
  • Menjadi anggota kelompok suporter seperti The Jakmania juga menjaga kepercayaan orang lain dan bertanggung jawab.

SKOR.id - Sebagai suporter Persija Jakarta, The Jakmania, saya menjadi anggota koordinator wilayah (korwil) Condet Cililitan (Jakarta Timur) sejak Oktober 2008.

Kepastian menjadi anggota The Jakmania Korwil Condet terjadi satu bulan setelah ayah memberi tahu ada outlet pendukung Persija dekat rumah. Jaraknya hanya sekitar 1 km.

Ketika itu saya masih anak SMP. Mendapat pencerahan dari seorang pengurus Korwil Condet, Bang Doni, saya mengetahui bagaimana cara menjadi anggota.

Saya mendaftar sebagai anggota pada Oktober 2008 dengan biaya pendaftaran yang dikumpulkan dari uang jajan sekolah. Seminggu kemudian, saya mendapat kartu anggota dan t-shirt dengan semboyan di bagian belakang; "Gue Anak Jakarta".

Resmi menjadi anggota the Jakmania, saya memberi tahu orang tua. Pesan mereka kepada saya, jangan berkelahi dan melakukan hal-hal aneh setelah menjadi anggota The Jakmania.

Setelah menjadi anggota, saya makin sering mengunjungi outlet korwil Condet. Hasilnya, saya merasakan bagaimana hidup mandiri dan peduli pada lingkungan sekitar.

Saat berada di outlet, saya melakukan bersih-bersih ruangan dan mencuci piring. Padahal dua pekerjaan itu tak pernah saya lakukan di rumah.

Dari kegiatan di outlet korwil Condet itu, saya mendapat persenan sehingga tak pernah lagi meminta uang jajan dari orang tua.

Tak berapa lama, saya mendapat tugas untuk menerima pendaftaran dan menyerahkan uang ke bendahara. Kemudian ketika kelas 3 SMP, saya dipercaya untuk mengurus tiket menonton Persija.

Sesekali saya membuat sebuah pamflet untuk Jakmania Condet menjelang pertandingan. Kebetulan saya senang pada dunia komputer, desain grafis, fotografi, dan videografi.

Ketika menjadi pengurus korwil Condet, saya bertemu dengan salah seorang pendiri The
Jakmania yang ketika itu juga menjadi ketua umum, Tauhid Indrasjarief atau yang biasa dipanggil Bung Ferry.

Bisa bertemu dan berbincang dengan Bung Ferry sungguh memberi kebanggaan tersendiri. Bung Ferry bercerita banyak tentang the Jakmania dan pengalaman beliau selama mendirikan kelompok suporter ini.

Saya kagum pada semua cerita Bung Ferry dan kepemimpinan beliau yang tegas serta memegang teguh prinsip. Bang Doni sebagai Ketua Korwil Condet pun belajar dari Bung Ferry.

Pertandingan pertama saya bersama Jakmania Condet adalah dengan menonton Persija vs Arema di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Saya sengaja tidak memberi tahu orang tua tentang perjalanan ke Malang.

Selesai pertandingan, saya dan teman-teman dari Jakmania Condet tidur seadanya di sebuah warung makan tak jauh dari stadion. Untuk pertama kali, saya merasakan tidur di tikar dan di pinggir jalan.

Tidur dalam suasana seperti itu, saya khawatir barang pribadi diambil orang. Namun, saya hanya berpasrah.

Keesokan hari, kami dibangunkan oleh pemilik warung makan. Uniknya, ibu pemilik warung sudah menyediakan teh manis hangat untuk kami. Sementara makanan, kami beli di warung itu juga.

Sehari kemudian kami tiba kembali di Jakarta dengan perjalanan kereta api. Sampai di rumah, ayah mengetahui bahwa saya ke Malang setelah melihat tayangan televisi.

Saya sempat khawatir ayah marah, tapi yang terjadi sebaliknya. Ayah dan ibu hanya memberi arahan agar pamit jika ingin pergi ke manapun. Maksudnya supaya orang tua tidak akan repot jika terjadi apa-apa.

Sekitar satu tahun menjadi anggota Jakmania Condet, saya mendapat banyak pelajaran
yang tidak ada di sekolah.

Antara lain menjaga kepercayaan seseorang dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah dipercayakan. Misalnya mengurus tiket pertandingan untuk Jakmania Condet.

Kemudian bertanggung jawab untuk kebersihan lingkungan, baik di rumah maupun di manapun kita berada.

Pelajaran lainnya, menjadi seseorang yang disegani bukan melaui otot dan fisik melainkan karena otak dan pikiran. Lantas menjadi orang mandiri tanpa bergantung kepada orang tua meski berada dalam jarak jauh dan selama berhari-hari.

Selain itu, hindari berpikir negatif kepada siapapun tanpa mengurangi kewaspadaan. Perlu pula jujur kepada siapapun dan dalam hal apapun, terutama kepada orang tua.

Satu lagi yang juga penting adalah menjadi dewasa dan bertanggung jawab dalam segala hal, termasuk menjadi anggota The Jakmania. Ini penting untuk menjaga nama baik The Jakmania, Persija, serta Jakarta.

Aku Jakarta, aku Persija.

Catatan Redaksi: Tulisan ini adalah bagian dari kelas menulis Skor.id dengan The Jakmania. Penulis adalah Muhammad Rifqy Thufeil (EKHY), pengurus Jakmania Wilayah Condet.

Ikuti juga Instagram, Facebook, YouTube dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Jakmania Lainya:

Ketua Umum Jakmania Berharap Lahir Atlet E-Sport Profesional dari Anggotanya

Sabar Jakmania, Sergio Farias dan Kolega Sudah Konfirmasi Balik ke Persija

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Liga 1

Selasa, 21 Juli 2020

Demi Bertemu Pemain Persija, The Jakmania Rela Blusukan ke Karanganyar

Para suporter termasuk Jakmania Kudus sudah begitu rindu memberikan dukungan langsung pada Persija Jakarta saat pertandingan.

Liga 1

Senin, 27 Juli 2020

Bikin Onar, Eks-Pemain PSMS Diamankan Polisi dan Ludahi Pengurus Jakmania

Mantan pemain PSMS Medan Muhammad Azwad bikin onar di salah satu apartemen di Lebak Bulus dan salah satu pengurus Jakmania jadi korban

Liga 1

Selasa, 4 Agustus 2020

Penyerang Sayap Persija Jadikan Cercaan The Jakmania Tampil Lebih Garang

Penyerang sayap Persija, Heri Susanto, mengaku kian termotivasi saat mendapat tekanan dari suporter.

Terbaru

Nusantara

Sabtu, 31 Juli 2021

Total Sports, Apparel asli Klaten yang Punya Misi Khusus Bersama Sejumlah Klub Liga 3

Pertumbuhan industri apparel lokal Indonesia cukup signifikan dan Total Sports asal Klaten salah satu "pemain" yang punya konsep menarik

Liga 2

Sabtu, 31 Juli 2021

Rivaldi Bawuo Jelaskan Alasan Pemilihan Nomor Punggungnya di Persis Solo

Penyerang sayap Persis Solo, Rivaldi Bawuo, berbicara soal nomor punggung yang dipilihnya.

Liga 1

Sabtu, 31 Juli 2021

Arema FC Apresiasi Gerakan APPI yang Berkirim Surat untuk Presiden Jokowi

Manajemen Arema FC mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh APPI, mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo.

Liga 1

Sabtu, 31 Juli 2021

Diego Assis Keluar dari Bali United, Ini Sikap Teco untuk Pemain Pengganti

Gelandang asing Diego Assis telah resmi mengakhiri kerja sama dengan Bali United tengah pekan lalu.

Liga 2

Sabtu, 31 Juli 2021

Tunggu Kejelasan Liga 2 2021, PSIM Yogyakarta Mulai Gelar Latihan pada Agustus

Plt Manajer PSIM Yogyakarta, Farabi Firdausy, berbicara soal kepastian nasib penyelenggaraan Liga 2 2021.

Liga 2

Sabtu, 31 Juli 2021

PSIM Yogyakarta Terapkan Pemotongan Gaji Selama Liga 2 2021 Belum Bergulir

Seluruh anggota tim PSIM Yogyakarta mengalami penyesuaian gaji akibat penundaan sepak mula Liga 2 2021.

Timnas Indonesia

Sabtu, 31 Juli 2021

Nasib Timnas Indonesia Menjalani TC Terbaru Bergantung PPKM Level 4

Lokasi TC timnas Indonesia akan bergantung pada pengumuman terkait potensi perpanjangan PPKM Level 4.

Liga 1

Sabtu, 31 Juli 2021

Kunci Sukses Tony Sucipto Mampu Tampil Baik di Berbagai Posisi

Pemain Persija Jakarta, Tony Sucipto, mampu bermain di berbagai posisi seperti yang diinstruksikan pelatih.

Liga 1

Sabtu, 31 Juli 2021

Kiat Khusus Jacksen F Tiago Jaga Mental Para Pemain Persipura

Persipura Jayapura asuhan Jacksen F Tiago masih menjalani pemusatan latihan di Kota Batu, Jawa Timur.

Timnas Indonesia

Sabtu, 31 Juli 2021

PSSI Terima Keputusan AFC Lakukan Drawing Ulang Grup Kualifikasi Piala Asia U-23 2022

AFC akan melakukan pengundian ulang grup di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X