OPINI: PSSI Seharusnya ''Menjemput Bola'' Terkait Kompetisi

13 Mei 2020, 17:01 WIB
Penulis: Rais Adnan
Editor: Rais Adnan
Logo PSSI. /PSSI

  • PSSI masih belum memberikan kepastian mengenai nasib kompetisi musim ini.
  • Dalam rapat Exco yang digelar, Selasa (12/5/2020) malam, PSSI masih berpegang pada surat keputusan terakhir mereka tertanggal 27 Maret 2020.
  • PSSI harus bergerak cepat memutuskan nasib kompetisi agar klub juga tidak makin terkatung-katung.  

SKOR.id - Harapan untuk segera ada kepastian mengenai kompetisi sepak bola di Indonesia kembali pupus. Setidaknya, itu berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang digelar secara virtual, Selasa (12/5/2020) malam.

Dari empat poin hasil rapat yang disampaikan, PSSI masih menggantung nasib kompetisi musim ini. Ya, belum ada keputusan baru lantaran mereka masih berpegang pada surat keputusan terakhir bernomor SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020.

Artinya, PSSI masih "menunggu bola" dari pemerintah. Karena jika melihat isi SKEP/48/III/2020, PSSI masih menunggu apakah status darurat Covid-19 akan berakhir sesuai batas waktu yang ditetapkan pemerintah pada 29 Mei 2020 atau tidak.

Jika berakhir sesuai tanggal itu, PSSI sudah berencana untuk menggelar lagi kompetisi musim ini paling cepat awal Juli 2020.

Berita Liga 1 Lainnya: Prioritas Pelatih Persija Jika Liga 1 2020 Kembali Bergulir

Namun bila status darurat diperpanjang, PSSI memastikan akan menghentikan secara total kompetisi musim ini.

Andaikan kompetisi bisa digelar kembali awal Juli nanti, PSSI juga masih belum punya opsi perencanaan yang pasti mengenai format atau sistem, serta regulasinya seperti apa.

Pun bila berhenti total apakah akan langsung memasuki musim baru atau sekadar menggelar turnamen hingga akhir tahun.

Sejauh ini, cuma terdapat kabar PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2, yang telah menyiapkan berbagai opsi. Hanya, belum dilegitimasi oleh PSSI.

Ini diperkuat dengan pernyataan Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi, setelah rapat bahwa pihaknya baru bicara mengenai alternatif dan opsi-opsi kelanjutan Liga 2020 setelah tanggal 29 Mei nanti. 

Melihat situasi ini, tentunya akan membuat klub yang sudah kepayahan mempertahankan eksistensi mereka di tengah wabah virus corona makin terlunta-lunta.

Padahal, mereka membutuhkan kepastian untuk bisa membuat perencanaan bisnis klub agar bisa bangkit kembali dari keterpurukan.

Kejelasan mengenai kompetisi dibutuhkan klub lantaran itu juga akan berimbas pada ikatan kerja sama mereka dengan sponsor.

Belum lagi, kisruh di internal PT LIB yang membuat klub-klub, terutamanya dari Liga 1 selaku pemegang saham, makin geram.

Sudah subsidi macet, klub dipertontonkan intrik yang tidak apik di antara para direksi PT LIB.

Harapannya, masalah itu bisa selesai pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT LIB yang diarahkan PSSI untuk digelar pada 18 Mei 2020.

PSSI selaku federasi seharusnya "menjemput bola" terkait kompetisi. Misalnya dengan membuat berbagai plan, yang selanjutnya dikomunikasikan kepada pemerintah agar bisa mendapatkan lampu hijau sepak bola bisa segera digulirkan kembali.

Setidaknya sesuai harapan awal pada Juli nanti. Jangan malah lebih memilih menunggu seperti saat ini.

Pemerintah Indonesia pun sudah mulai sedikit melonggarkan kebijakan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berita PSSI Lainnya: Belum Ada Keputusan Baru dari PSSI soal Liga Musim 2020

Bahkan, sudah ada rencana untuk menerapkan relaksasi PSBB di beberapa daerah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Itu tidak terlepas dari data yang dimiliki pemerintah terkait kasus positif virus corona di daerah tersebut yang mulai menunjukkan penurunan.

Hal tersebut bisa menjadi salah satu opsi bagi PSSI untuk menggelar pertandingan kompetisi di wilayah yang memang sudah mendapatkan kelonggaran PSBB, paling tidak bisa lebih memudahkan izin.

Karena mungkin dalam situasi seperti sekarang, sulit untuk menyelenggarakan laga seperti keadaan normal. Secara finansial, klub juga tidak akan terlalu terkuras lantaran jarak venue-nya berdekatan.

Tapi tentunya, harus ada protokol kesehatan yang ketat seperti yang diterapkan di Liga Korea Selatan, yang sementara ini cukup sukses menggulirkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19.

Suasana Jeonju World Cup Stadium saat jelang laga pertama Liga Korea 2020 antara tuan rumah Jeonbuk Hyundai Motors kontra Suwon Samsung Bluewings pada 8 Mei 2020.
Suasana Jeonju World Cup Stadium saat jelang laga pertama Liga Korea 2020 antara tuan rumah Jeonbuk Hyundai Motors kontra Suwon Samsung Bluewings pada 8 Mei 2020.

Tidak mudah memang, tapi dengan dukungan seluruh elemen sepak bola semestinya itu bisa terealisasi.

Untuk suporter klub di Indonesia yang dikenal dengan fanatismenya yang tinggi, juga harus bisa mendukung hal ini secara positif apabila memang nantinya pertandingan mesti digelar tanpa penonton.

Jangan malah nekat untuk berbondong-bondong ke stadion, yang justru akan makin menyulitkan pihak klub mendapatkan izin.

Selain itu, kembalinya kompetisi juga bisa berimbas pada kesiapan timnas Indonesia, yang masih harus menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2022/Piala Asia 2023 pada Oktober dan November nanti.

Terkait hal itu, para pelatih klub dan pelatih timnas Indonesia pun harus bersinergi supaya ada penanganan yang tepat bagi pemain di tengah jadwal padat kompetisi dengan program timnas.

Itu supaya para pemain tidak rentan terkena cedera, dan bisa tetap tampil prima bagi klub maupun timnas.

Berita PSSI Lainnya: Yunus Nusi: RUPS Luar Biasa PT LIB Digelar 18 Mei 2020

Pada akhirnya, kepastian mengenai kompetisi bisa dibilang adalah prioritas utama untuk saat ini.

Semoga PSSI bisa lebih cepat dalam memberikan keputusan terkait hal tersebut, jangan terus terjebak dalam pusaran polemik organisasi yang justru menghambat prestasi.

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Nasional

Rabu, 13 Mei 2020

Mantan Bek Persib Sebut Cristian Gonzales Striker Paling Merepotkan

Sosok striker naturalisasi, Cristian Gonzales, menjadi momok pemain belakang Liga Indonesia.

Bola Nasional

Rabu, 13 Mei 2020

Mantan Kapten Timnas Indonesia Cemaskan Situasi di PSSI

Kapten timnas Indonesia saat SEA Games 1991 ingin PSSI kembali solid dan fokus perbaiki sepak bola di Indonesia.

Liga 2

Rabu, 13 Mei 2020

Duo Persis Solo Mendadak Jadi Pelatih di Kampung Halamannya

Selain menjalani latihan mandiri, dua pemain Persis Solo, Tri Handoko dan Joko Susilo, punya profesi baru.

Terbaru

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Kisah Ravel Morrison, Pengingat Pemain Timnas U-19 Indonesia agar Berhati-hati dalam Bersikap

Sepenggal kisah Ravel Morrison di akademi Manchester United bisa menjadi sinyal waspada bagi para pemain timnas U-19 Indonesia.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Wonderkid: Nadhif Kosasih, Calon Penerus Ricky Yacobi yang Sedang di Kroasia

Gaya main dan karakter Nadhif Girasta Kosasih mendukung untuk mengukur jejak Ricky Yacobi, Kurniawan Dwi Yulianto.

Liga 1

Selasa, 24 November 2020

Pelatih Arema FC Terpukau Keindahan Tempat Bermukimnya Bali United

Pelatih Arema FC, Carlos Oliveira, berlibur ke tempat Bali United berasal, Pulau Dewata, untuk mengisi hari-hari kosongnya

Liga 1

Selasa, 24 November 2020

Isi Waktu Luang Selama Libur Kompetisi, Bek Persib Buka Kedai Food Truck

Bek Persib Bandung, Zalnando, memiliki kegiatan untuk mengisi waktu akibat kekosongan kompetisi.

Liga 1

Selasa, 24 November 2020

Akademi PSS Sleman Buka Pendaftaran, Demi Fasilitasi Lebih Banyak Pemain

PSS Sleman membuka kesempatan bagi pemain-pemain muda yang ingin merasakan berlatih bersama akademi mereka.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Pencoretan Dua Pemain Indisipliner Tak Ganggu Jalannya TC Timnas U-19 Indonesia

Pencoretan dua pemain yang melakukan tindakan indisipliner tak mengganggu jalannya pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Kakang Rudianto Lolos Garuda Select III, Dipanggil Timnas U-19, lalu Promosi ke Persib

Kakang Rudianto dapat tiga keberhasilan, yakni promosi tim senior Persib, lolos Garuda Select III, hingga dipanggil timnas U-19 Indonesia

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Manajemen Bhayangkara FC Angkat Bicara Tanggapi Tindakan Indispliner Serdy Ephy Fano

Manajemen Bhayangkara FC resmi meminta maaf atas tindakan indisipliner Serdy Ephy Fano yang membuatnya dipulangkan dari TC timnas U-19 Indonesia.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Nova Arianto Beberkan Kesalahan Serdy Ephyfano dan Yudha Febrian hingga Dicoret Timnas U-19 Indonesia

Asisten pelatih timnas U-19 Indonesia, Nova Arianto, membeberkan kesalahan Serdy Ephyfano dan Yudha Febrian hingga mengalami pencoretan.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Pemain Debutan Timnas U-19 Indonesia Dapat Pesan Penting dari Akademi Persib

Kakang Rudianto diharapkan mampu bersinar di timnas U-19 Indonesia.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X