Liga Coca Cola Pernah Eksis dan Alumninya Bintang Tarkam asal Bogor

16 Juni 2021, 14:15 WIB
Penulis: Estu Santoso
Editor: Estu Santoso
Cebol Gunandy, bintang tarkam asal Bogor.
Cebol Gunandy, bintang tarkam asal Bogor. /Instagram/Cebol Gunandy

  • Liga Coca Cola pernah eksis di sejumlah kota di Indonesia pada 2010 dan ini ajang sepak bola pelajar.
  • Salah satu alumni Liga Coca Cola adalah bintang tarkam asal Bogor, Gunandy Prasetyo.
  • Pada saat masih berstatus pelajar, Gunandy Prasetyo membela tim sekolahnya di Liga Coca Cola.

SKOR.id - Liga Coca Cola pernah eksis sebagai ajang sepak bola antar pelajar dengan tim sekolah level SMA dan salah satu alumni kompetisi ini adalah bintang tarkam asal Bogor.

Ya, Gunandy Prasetyo merupakan pesepak bola usia pelajar pada 2010 dan dia eksis membela tim sekolahnya.

Salah satu ajang yang diikuti lelaki dengan nama tenar Cboll ini adalah Liga Coca Cola.

"Saya ikut sejumlah kompetisi anak-anak dan pelajar sejak kecil," ujar Cboll kepada Skor.id beberapa waktu lalu.

"Liga Campina, Liga Lifebuoy, sampai Liga Coca Cola adalah kompetisi yang pernah saay ikuti," tuturnya.

Kini, Gunandy memilih profesi sebagai pesepak bola walau bukan level pro. Dia memilih jalur tarkam.

Meski demikian, Gunandy adalah bintang tarkam asal Bogor yang jika bicara soal bayaran dan ''mewahnya'' sepak bola amatir ini, dia sangat bangga dengan pilihannya.

Lelaki kelahiran 1992 ini mengatakan, tarkam adalah bagian penting dari kariernya di sepak bola.

Sebab, Cboll mengakui, dia menggantungkan hidupnya dari sepak bola tarkam dan tak lagi punya pekerjaan formal.

"Saya serius bermain tarkam sejak 2015. Saat itu, saya juga kerja di sebuah kantor pembiayaan dan sudah karyawan tetap," ujar Cboll, Rabu (25/11/2020) siang.

"Karena kerja sebagai karyawan, saya tak memakai uang hasil tarkam. Uang itu saya kumpulkan saja," tuturnya.

"Ternyata, uang dari tarkam cukup besar jika saya rajin dan banyak mendapatkan tawaran main. Meski, saya harus bagi waktu dengan kerja kantoran."

Cebol Gunandy, bintang tarkam asal Bogor.
Cebol Gunandy, bintang tarkam asal Bogor. Instagram Cebol Gunandy

Lantas, berapa uang sekali main pada laga tarkam yang dijalani Cboll?

Menurut pemain sayap ini, dia minim menerima uang sekitar 500 ribu rupiah sekali main dan itu untuk fase awal turnamen.

Jika tim yang dia bela mampu bermain lebih jauh pada sebuah turnamen, Cebol bisa mendapatkan bayaran lebih tinggi.

"Kalau kami melaju ke fase-fase selanjutnya, saya pasti dapat tambahan lebih banyak lagi uangnya," kata Cboll.

"Itu yang membuat saya akhirnya meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan mulai 2017 dan fokus main tarkam saja," ucapnya mantap.

Cebol juga mengaku sangat percaya diri sebagai pesepak bola dengan status pemain tarkam, tanpa pernah gabung klub level apapun di Liga Indonesia.

Meski diakuinya, dia sering mendapatkan tawaran main untuk klub level Liga 3, tetapi Cboll lebih memilih tarkam saja.

"Kalau klub Liga 3 itu tak serius, bayarannya juga kurang maksimal. Saya mending tarkam, jelas, sekali main langsung bayaran," ujar Cboll.

Cebol Gunandy, bintang tarkam asal Bogor.
Cebol Gunandy, bintang tarkam asal Bogor. Instagram Cebol Gunandy

"Saya juga tak pernah punya mimpi lebih main di kompetisi pro, karena saya menikmati sebagai pemain tarkam."

Cboll yang tak punya tim langganan, mengaku bisa seminggu main lima kali untuk tim beda.

"Bahkan, saya pernah selama sebulan hanya libur beberapa hari saja. Selain itu, saya dapat tawaran main di banyak turnamen," tutut Cboll.

"Saya juga pernah main tarkam sampai Batam. Bahkan, saat itu tim saya lolos ke semifinal," ujarnya.

"Namun, kami dipulangkan dan tak main di semifinal karena tim itu ganti pemain dengan pesepak bola Liga 1. Tetapi, tim itu justru kalah dan gagal ke final."

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Baca juga Berita Coca Cola lainnya:

Tiga Player Positif Covid-19, Grand Final PMGC 2020 Batal Digelar di Coca Cola Arena, Dubai

Mengenal Coca Cola Arena, Panggung Grand Final PMCG 2020

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Liga 1

Senin, 18 Januari 2021

Cerita Rezaldi Hehanussa Gabung Persija setelah Ditemukan saat Tarkam

Ferry Paulus menceritakan kisah unik di balik bergabungnya Rezaldi Hehanussa ke Persija.

Liga 1

Selasa, 9 Februari 2021

Liga 1 Vakum, Asisten Pelatih Persebaya Ajak Pemain Hindari Tarkam

Asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi, mengajak para pemain menghindari bermain di pertandingan antarkampung (tarkam).

Liga 1

Kamis, 11 Februari 2021

Ketum PSSI: Kami Tak Bisa Larang Pemain Ikut Tarkam, Mereka Butuh Makan

Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, mengaku pihaknya tak bisa melarang pemain Liga 1 dan Liga 2 ikut tarkam.

Liga 1

Kamis, 6 Mei 2021

Soal Aktivitas Tarkam, PSM Makasar Ingatkan Pemain soal Risiko Cedera

Manajemen PSM Makassar juga tak melarang para pemain untuk bermain sepak bola di luar aktivitas tim meski ada risiko cedera yang mengintai.

Terbaru

Nusantara

Sabtu, 31 Juli 2021

Total Sports, Apparel asli Klaten yang Punya Misi Khusus Bersama Sejumlah Klub Liga 3

Pertumbuhan industri apparel lokal Indonesia cukup signifikan dan Total Sports asal Klaten salah satu "pemain" yang punya konsep menarik

Nusantara

Sabtu, 31 Juli 2021

Bagus Kahfi Pascadebut dengan Jong Utrecht Ungkapkan Satu Hal Penting

Pemain Indonesia, Amiruddin Bagus Kahfi telah merasakan tampil bermain dengan seragam Jong Utrecht dari kasta kedua Liga Belanda

Nusantara

Sabtu, 31 Juli 2021

Pasoepati Football Academy Beri Beasiswa Bocah Yatim Piatu Korban Covid-19

Pasoepati Football Academy yang berkedudukan di Sukoharjo, Jawa Tengah peduli pada Ananda Azhar Al Ghifari Putra.

Nusantara

Jumat, 30 Juli 2021

Kiprah: Berti Tutuarima, Penyumbang Perak SEA Games 1979 yang Suka Membina Pemain U-10

Pemain timnas Indonesia era akhir 1970-an sampai 1986 yang menyumbang perak dari sepak bola SEA Games 1979, Berti Tutuarima

Nusantara

Jumat, 30 Juli 2021

Bagus Kahfi Merasakan Laga Pertama untuk Jong Utrecht Pascasetahun Absen Main

Jong Utrecht menelan kekalahan dalam uji coba terbaru dan pemain asal Indonesia, Bagus Kahfi bermain sejak babak kedua jalan

Nusantara

Kamis, 29 Juli 2021

Kurniawan Dwi Yulianto Tak Puas seusai Sabah FC Selamat Secara Dramatis

Pelatih kepala Sabah FC Kurniawan Dwi Yulianto mengaku tidak puas dengan penampilan anak didiknya

Nusantara

Rabu, 28 Juli 2021

Mengenal Finger Tape, Pengganti Sarung Tangan untuk Kiper Futsal

Berikut ini Skor.id mengulas soal penggunaan sarung tangan pada kiper futsal yang diganti dengan finger tape.

Nusantara

Selasa, 27 Juli 2021

Keren, Ini Potret Syahrian Abimanyu dengan Mobil Mewah Aston Martin

Syahrian Abimanyu, pemain asal Indonesia, menjadi model produsen mobil mewah, Aston Martin.

Nusantara

Senin, 26 Juli 2021

5 Fakta CP Villarrobledo, Klub Baru Khairul Imam Zakiri di Spanyol

Skor.id menyajikan lima hal menarik soal CP Villarrobledo, klub baru Khairul Imam Zakiri di Spanyol.

Nusantara

Senin, 26 Juli 2021

Resmi Gabung Klub Spanyol, Eks Pemain Timnas U-19 Indonesia Bukan Nama Asing bagi Penggemar

Eks-pemain timnas U-19 Indonesia, Khairul Imam Zakiri bergabung dengan klub kasta kelima Liga Spanyol, CP Villarrobledo.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X