Kisah Robert Alberts yang Hampir Menjadi Pelatih Torino

17 Desember 2020, 22:10 WIB
Penulis: Nugraha Pratama
Editor: Irfan Sudrajat
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, saat mendampingi tim asuhannya dalam sebuah sesi latihan pada awal 2020. Robert Alberts berharap PSSI tak membuat kebijakan aneh menjelang lanjutan Liga 1 2020. /Nugraha Pratama/Skor.id

SKOR.id - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, memiliki reputasi yang bagus di sepak bola Asia khususnya Asia Tenggara.

Lebih kurang 28 tahun karier kepelatihannya dihabiskan di Asia. Alberts, mulai menapaki karier sebagai pelatih pada 1984, di Swedia.

Ketika itu dirinya merangkap sebagai pemain-pelatih di klub Hittarps IK. Alberts melatih klub tersebut hingga 1987, sebelum akhirnya pindah ke klub Swedia lainnya, Astorps IK.

Di sana dia melatih dalam kurun waktu 1988-1991. Setelahnya, pada 1992 Alberts mencoba peruntungan di sepak bola Asia.

Karier kepelatihannya di Asia dimulai di Malaysia bersama Kedah FA. Sejak saat itu, karier Alberts di Asia terus berlanjut.

Alberts lebih sering memang melatih klub Asia Tenggara. Selain Malaysia dan Indonesia, dia juga pernah menangani klub top Singapura, Home United.
 
Selain itu, Alberts juga tercatat pernah menjadi bagian dari tim pelatih timnas Korea Selatan U-19 dan Malaysia U-19.

Setelah 28 tahun berkiprah di Asia, Alberts bukannya tidak rindu untuk kembali ke Eropa. Dia mengaku, sejak lama dirinya menunggu tawaran dari tim Eropa.
 
Akan tetapi, takdir lebih berpihak agar dia berkarier di Asia. Meski begitu Alberts tak menampik, di era 1990-an, dirinya sempat mendapatkan banyak tawaran melatih klub Eropa.
 
Beberapa tawaran dari klub dengan reputasi besar pun pernah didapatkannya. Salah satunya adalah klub Seri A Italia, Torino.
 
Pelatih Belanda, Robert Rene Alberts adalah penguasa Asia Tenggara.
Pelatih Belanda, Robert Rene Alberts adalah penguasa Asia Tenggara. Hendy S/Skor.id

Tawaran dari Torino datang ketika Alberts menangani Home United. Alberts tentu sangat antusias dengan tawaran tersebut.
 
Hanya, karena berbagai hal, kepindahannya Torino gagal direalisasikan.
 
"Pada awal karier saya sebagai pelatih, saya pernah mendapat beberapa tawaran bagus dari tim Eropa. Ada beberapa di Swedia, Norwegia, hingga Prancis," kata Alberts.

"Tawaran terbesar adalah dari Torino ketika saya berada di Singapura. Jadi saat itu ada beberapa tawaran yang datang dari Eropa," Alberts mengungkapkan.
 
Pelatih Robert Alberts saat bersepeda di Kota Bandung
Pelatih Robert Alberts saat bersepeda di Kota Bandung DOk PT PBB


Sayangnya, setelah itu, Alberts tidak lagi mendapatkan tawaran melatih di Eropa. Tidak dimungkiri ada sedikit penyesalan dalam diri Alberts.
 
Akan tetapi, dia bisa mengambil hikmah dari hal tersebut. Setidaknya di Asia, dia bisa menorehkan sejumlah pencapaian dengan membawa klub yang dilatihnya meraih gelar.
 
"Tapi dalam beberapa tahun terakhir sudah tidak ada tawaran dari Eropa, karena sudah tidak ada yang tahu saya, itu normal. Karena saya memilih untuk tinggal di sini cukup lama," ujar Alberts, mengungkapkan.
 
Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.
 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Liga 1

Kamis, 17 Desember 2020

Nadeo Argawinata Ingin Jaga Nama Baik Indonesia dan Bali United di Piala AFC 2021

Nadeo Argawinata berharap bisa menjaga nama baik Indonesia dan Bali United dalam ajang Piala AFC 2021.

Liga 1

Kamis, 17 Desember 2020

Bali United dan Persija Terancam Hadapi Jadwal Padat, Ini Respons PT LIB

Bali United dan Persija akan tampil dalam Piala AFC 2021 sehingga jadwal pada tahun depan dipastikan padat.

Liga 1

Kamis, 17 Desember 2020

PT LIB Yakin Ini Surat Izin dari Polisi yang Diurus PSSI Keluar pada Akhir Desember

Saat ini kelanjutan Liga 1 2020 dalam tahap proses perizinan pihak kepolisian yang diurus oleh PSSI.

Terbaru

Liga 1

Rabu, 20 Januari 2021

BREAKING NEWS: PSSI Resmi Putuskan Liga 1 dan Liga 2 2020 Batal dan Tanpa Juara

Rapat Exco dilakukan secara virtual, Rabu (20/1/2020) siang.

Timnas Indonesia

Rabu, 20 Januari 2021

Striker Timnas U-19 Indonesia: Saya Sedih Tidak Bisa Main di Piala Dunia U-20

Striker timnas U-19 Indonesia, Saddam Emiruddin Gaffar mengungkapkan perasaannya setelah Piala Dunia U-20 2021 batal terlaksana

Nusantara

Rabu, 20 Januari 2021

Yos Adi Wicaksono, Kiper Futsal Legendaris dengan Segudang Prestasi

Bagi pecinta futsal Tanah Air, siapa yang tidak mengenal sosok kiper legendaris, Yos Adi Wicaksono.

Liga 1

Rabu, 20 Januari 2021

Nasib Liga 1 Ditentukan Hari Ini, Bagi Arema FC yang Penting Segera Bergulir

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengemukakan pandangannya soal kompetisi sepak bola Indonesia.

Timnas Indonesia

Rabu, 20 Januari 2021

Pemain PSS Ungkap Ucapan Tim Pelatih U-19 Indonesia Ketika Mendengar Piala Dunia U-20 2021 Dibatalkan

Saddam Emiruddin Gaffar, striker timnas U-19 Indonesia, mengungkapkan ucapan tim pelatih mengetahui pembatalan Piala Dunia U-20 2021.

Liga 1

Rabu, 20 Januari 2021

Kiper Persija Termotivasi Berkat Kritikan dari Suporter

Kiper sekaligus kapten Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, bicara soal kritik dan tekanan dari suporter.

Liga 2

Rabu, 20 Januari 2021

PSG Pati Gandeng Mills Sebagai Apparel Resmi

Tim Liga 2, PSG Pati menjalin kerja sama dengan apparel yang juga menyeponsori timnas Indonesia, Mills.

Nusantara

Selasa, 19 Januari 2021

Egy Maulana Vikri Starter dan Cetak Gol, Lechia Gdansk Bobol Lawan 9 Kali

Lechia Gdansk menang dengan membuat enam gol dengan salah satunya sumbangan dari Egy Maulana Vikri, Selasa (19/1/2021) malam WIB.

Timnas Indonesia

Selasa, 19 Januari 2021

Eks-Pemain Timnas U-19 Indonesia Dipolisikan sang Kekasih, Efek Kalah Main Game

Eks-pemain timnas U-19 Indonesia itu menganiaya kekasihnya karena kesal kalah main game online Mobile Legends.

Timnas Indonesia

Selasa, 19 Januari 2021

Striker Timnas U-19 Indonesia Ungkap soal Sanksi Denda 1 Juta serta Pencoretan

Menurut Saddam Emiruddin Gaffar, ada sanksi jika tak disiplin berlatih, denda sejuta rupiah hingga dicoret dari timnas U-19 Indonesia.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X