Kisah Niac Mitra yang Membuat Arsenal Tak Berkutik di Surabaya

22 April 2020, 20:17 WIB
Penulis: Noval Luthfianto
Editor: Abdul Susila
Pemain Niac Mitra saat bertanding di Surabaya dalam laga Galatama era 1980-an.
Pemain Niac Mitra saat bertanding di Surabaya dalam laga Galatama era 1980-an. /Dok. Zein Alhaddad

SKOR.idNiac Mitra adalah salah satu klub yang pernah eksis dan berjaya di Surabaya pada era 1980-an, dalam kompetisi Galatama.

Klub milik Agustinus Wenas ini pernah juara kompetisi Galatama sebanyak tiga kali, yakni pada musim 1980, 1982, dan 1987.

Salah satu pemain andalannya ketika itu adalah Muhammad Zein Alhaddad atau biasa disapa Mamak. Dia merupakan Arek Suroboyo yang jadi andalan di lini depan.

Baca Juga: Kisah Jatuh Bangun Dua Klub Galatama yang Eksis di Kasta Tertinggi Kompetisi

Salah satu pertandingan yang tak dilupakan oleh Mamak adalah ketika menghadapi klub asal Inggris, Arsenal. Saat itu ia tampil sebagai pemain pengganti.

"Saya masih muda ketika itu. Tapi sudah dipercaya oleh pelatih Muhammad Basri untuk melawan tim besar asal Inggris, Arsenal," ujarnya kepada Skor.id, Rabu (22/4/2020).

Laga antara Niac Mitra melawan The Gunners, julukan Arsenal, berlangsung pada 16 Juni 1983. Pertandingan ini berlangsung di Stadion Gelora 10 November.

Ketika itu, di luar dugaan Niac Mitra berhasil menang dengan skor dua gol tanpa balas. Selain pemain lokal, ketika itu Niac Mitra yang diperkuat bintang asal Singapura.

Ada Fandi Ahmad dan David Lee. "Waktu itu saya memang tidak mencetak gol. Tapi tentu bangga bisa bermain dan karena yang dilawan adalah klub asal Inggris," kata Mamak.

Arsenal ketika itu diperkuat sejumlah pemain terbaiknya, seperti David O’Leary, Pat Jennings, Kenny Sansom, Brian Talbot, Alan Sunderland, dan Graham Rix.

“Kami kalah 0-2 dan saat itu kami sedikit kelelahan setelah menjalani musim yang panjang. Mungkin di sana juga terlalu banyak sinar matahari," ujar Terry Neill, pelatih Arsenal.

Selain laga melawan Arsenal yang menjadi kenangan Mamak adalah saat memperkuat timnas Indonesia pada 1987 dalam turnament Kings Cup.

Baca Juga: Nanang Hidayat, Bintang Arema saat Juara Galatama yang Kini Melatih di Timor Leste

Ketika itu timnas Indonesia mampu menang atas lawan kuat Oman. "Ketika itu saya mencetak dua gol yang menentukan," kata mantan pelatih Persija itu.

Hingga kini Mamak mengaku bangga dengan karier sepak bolanya tersebut. Beberapa foto ketika aktif bermain masih dia simpan dan dipajang di ruang tamu rumahnya.

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Nasional

Sabtu, 11 April 2020

Deretan Bek Tengah Persija Selama Era Liga Indonesia (1994-2019)

Persija adalah magnet bagi pesepek bola nasional. Dari Persija, nama pemain bisa terangkat atau malah sebaliknya terbanting.

Liga 1

Sabtu, 11 April 2020

4 Pemain Asing yang Pencapaiannya Kontradiktif di Liga Indonesia

Jacksen Ferreira Tiago jadi contoh sukses pesepak bola asing yang meraih gelar juara sebagai pemain juga meraih trofi sebagai pelatih.

Bola Nasional

Jumat, 17 April 2020

Sejarah Buruk Liga Indonesia, dari 81 sampai 107 Kali Kebobolan

Sepak bola tak hanya berkisah soal juara, top scorer, juga fanatisme suporter. Sepak bola juga tentang kekalahan dan kebobolan.

Liga 1

Selasa, 21 April 2020

Yudi Guntara: Perserikatan Kompetisi Kekeluargaan, Liga Indonesia Lebih Menantang

Menurut legenda Persib Bandung, Yudi Guntara, Liga Indonesia panas atmosfernya, sementara Perserikatan kental kekeluargaannya.

Terbaru

Timnas Indonesia

Minggu, 1 Agustus 2021

Rizky Ridho Ungkap Momen Paling Berkesan Selama Dilatih Shin Tae-yong

Bek Persebaya Surabaya, Rizky Ridho, berbicara momen paling berkesan di bawah pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Liga 1

Minggu, 1 Agustus 2021

Arthur Irawan Lelang Sepatu Paling Berharga untuk PSS for Humanity

Arthur Irawan merelakan sepatunya yang paling berharga untuk dilelang dalam kegiatan kemanusiaan yang diinisiasi PS Sleman.

Liga 1

Minggu, 1 Agustus 2021

Sutikan Motivasi Tony Sucipto untuk Pemain Muda Persija

Ia berharap pemain muda Persija tidak minder

Liga 1

Minggu, 1 Agustus 2021

Pelatih Persib Punya Permintaan Khusus ke Pemain saat Latihan Sudah Bisa Dilakukan di Luar Rumah

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts terus memantau para pemainnya yang tengah menjalani program latihan mandiri

Liga 1

Minggu, 1 Agustus 2021

Presiden Madura United Dukung PSSI Melobi BNPB Demi Liga 1 Bergulir Lagi

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi ingin Liga 1 2021-2022 segera digelar dan siap bantu PSSI melakukan lobi ke BNPB

Nusantara

Minggu, 1 Agustus 2021

Ryuji Utomo dan Natanael Siringoringo Bernasib Sama di Laga Terbaru Liga Malaysia

Trio pemain Indonesia di Liga Malaysia 2021 dan dua di antaranya Ryuji Utomo serta Natanael Siringoringo bernasib kurang baik

Liga 1

Minggu, 1 Agustus 2021

Lima Klub Desak PSSI dan PT LIB Jalankan Liga 1, Efek Mereka Terus Merugi

Tak kunjung pastinya nasib Liga 1 musim baru, membuat barisan klub kontestan gerah dan mereka bersuara lantang ke PSSI dan PT LIB

Nusantara

Sabtu, 31 Juli 2021

Total Sports, Apparel asli Klaten yang Punya Misi Khusus Bersama Sejumlah Klub Liga 3

Pertumbuhan industri apparel lokal Indonesia cukup signifikan dan Total Sports asal Klaten salah satu "pemain" yang punya konsep menarik

Liga 2

Sabtu, 31 Juli 2021

Rivaldi Bawuo Jelaskan Alasan Pemilihan Nomor Punggungnya di Persis Solo

Penyerang sayap Persis Solo, Rivaldi Bawuo, berbicara soal nomor punggung yang dipilihnya.

Liga 1

Sabtu, 31 Juli 2021

Arema FC Apresiasi Gerakan APPI yang Berkirim Surat untuk Presiden Jokowi

Manajemen Arema FC mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh APPI, mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X