Kisah Iswadi Idris: Kejinya Propaganda Singapura dan Tukang Pukul Persija

24 Oktober 2020, 17:06 WIB
Penulis: Abdul Susila
Editor: Abdul Susila
Reproduksi foto starter timnas Indonesia saat menghadapi Santos di Stadion Senayan, Jakarta pada 1972, yakni Yudo Hadianto (kiper), Yuswardi, Sunarto, Fam Tek Fong, Anwar Ujang, Basri, Surya Lesmana, Mohammad Basri, Iswadi Idris, Abdul Kadir, Soecipto Soentoro, dan Yakob Sihasale. /Abdul Susila/Skor.id

SKOR.id - Malam belum terlalu larut. Saat itu hotel tempat menginap timnas Indonesia cukup sepi. Ketika senyap itu, Iswadi Idris melompat jendela kamar lantas berpelesir. 

Iswadi Idris pergi ke Karpak. Ini adalah salah satu klub malam terkenal di Singapura. Dalam dentuman lagu keras dan orang ajojing, Iswadi berhadapan dengan orang Hong Kong.

Di bawah remang-remang cahaya diskotik, Iswadi menerima segumpal uang dolar. Uang itu berpindah tangan setelah ada kesepakatan: timnas Indonesia harus kalah dari Hong Kong.

Begitulah narasi cerita yang dibangun koran Singapura, sehari setelah pertandingan timnas Indonesia melawan Hong Kong dalam ajang Pra Piala Dunia 1978 di Singapura. 

Pada 28 Februari 1977 itu, timnas Indonesia takluk 1-4 dari Hong Kong. Kekalahan ini diilustrasikan bombastis: setelah unggul satu gol timnas Indonesia bagai kena guna-guna. 

Pemberitaan tersebut kontan saja jadi buah bibir seantero Indonesia. Koran-koran dan radio nasional mengulas pemberitaan tersebut sebagai sebuah dugaan yang masuk akal.

Diterpa isu suap, psikologi pemain timnas Indonesia terganggu. Laga melawan Malaysia pada 3 Maret 1977, yang di atas kertas di bawah Indonesia, berakhir imbang.

Selanjutnya, pada 7 Maret 1977, Iswadi dan kolega takluk dari Thailand dengan skor 2-3. Upaya Singapura dengan propaganda media berhasil melemahkan timnas Indonesia.

Namun, untuk pertandingan terakhir babak grup Pra Piala Dunia 1978 ini, Iswadi tak mau kalah. Dalam laga melawan Singapura, Boncel, sapaan Iswadi, ingin mengamuk.

Benar saja, laga yang berlangsung pada 9 Maret 1977 itu dimenangani timnas Indonesia dengan skor 4-0. Tak hanya tampil menggila, Iswadi pun menyumbang satu gol. 

Walau kalah dari timnas Indonesia, Singapura tetap melaju ke babak berikutnya bersama Hong Kong. Propaganda Singapura terbukti sukses menyingkirkan timnas Indonesia.

Dalam reportase Majalah Tempo yang terbit pada 19 Maret 1977, Iswadi buka suara. Hal sama dikisahkan Iswadi kepada rekan-rekan media nasional, termasuk Kompas.

Skuad Persija dalam laga melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, dalam laga penentuan juara Perserikatan 1978-1979. Dalam laga ini Persija unggul 1-0 lewat gol Andi Lala.
Skuad Persija dalam laga melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, dalam laga penentuan juara Perserikatan 1978-1979. Dalam laga ini Persija unggul 1-0 lewat gol Andi Lala. (Media Persija)

"Saya kira, isu suap sengaja diembuskan pihak Singapura agar mental kami (timnas Indonesia) turun dan Indonesia jadi kacau,” kata Iswadi kepada Kompas.

Walau sudah meluruskan, tetap saja banyak yang tak percaya dengan keterangan Iswadi. Buktinya, saat tampil dalam Piala Marahalim bersama Persija, ia dilempari benda keras. 

Selain dikenang sebagai salah satu kapten timnas Indonesia paling berpengaruh, Iswadi juga tercatat sebagai salah satu legenda Persija yang menyumbang gelar juara. 

Pemain Indonesia pertama yang tampil di luar negeri, membela klub Australia, Western Suburbs pada 1974-1975, ini menyumbang tiga gelar juara Perserikatan untuk Persija.

Selain dikenang karena prestasinya untuk Macan Kemayoran, julukan Persija, Iswadi juga dikenal sebagai pemain sekaligus kapten yang jadi tukang pukul Persija

Praktek tukang pukul ini sering ia lakukan saat pemain Persija dikasari lawan. Salah satunya adalah memukul muka Nobon, pemain PSMS, setelah mencederai Anjas Asmara.

"Iswadi selalu maju paling depan jika ada lawan yang kasar kepada pemain Persija. Walau ini tak bisa dibenarkan, Iswadi jadi disegani," kata Anjas kepada Skor.id pada 2017. 

Kecintaan lelaki kelahiran Aceh yang besar di kawasan Cikini ini akan Persija sudah terpatri sejak kecil, tepatnya saat mulai mengalihkan fokus ke sepak bola dari lari maraton. 

Iswadi dibesarkan klub internal Persija Merdeka Boys Football Assosiation (MBFA) dan Indonesia Muda, sebelum dipanggil membela Persija sejak 1966 hingga 1980. 

Menurut catatan Simson Rumahpasal, Iswadi melesakkan 28 dari 55 kali membela Persija, tak termasuk gol dan penampilan yang tidak tercatat pada 1966, 1967, dan 1969. 

Sedangkan bersama timnas Indonesia, Iswadi menciptakan 57 gol dari 68 kesempatan. "Yang jelas lebih dari 100 (gol) kalau dijumlah," kata Iswadi soal total golnya. 

Biodata Iswadi Idris

Lahir: Banda Aceh, 18 Maret 1948
Meninggal: Jakarta, 11 Juli 2008
Tinggi: 165 cm
Posisi: Gelandang/bek kanan

Perjalanan Karier

1957-1961: Merdeka Boys FA
1961-1968: Indonesia Muda
1968-1970: Pardedetex
1970-1974: Indonesia Muda
1974-1975: Western Suburbs
1975-1981: Jayakarta
1966-1980: Persija

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Baca Juga Berita Persija Lainnya: 

Kisah Pengorbanan Widodo C Putro untuk Persija, Rela Jadi Cadangan Mati Trio BBG

Klasemen IFeL 2020 Jelang Pekan Ketujuh, Persija dan Persita Dekati Duo Pemuncak

Cerita Widodo C Putro Soal Lagu Ayo The Jak hingga Persija Juara 

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Liga 1

Rabu, 21 Oktober 2020

6 Pelatih Persija Asal Eropa, Sebatas Nyaris Juara Bahkan Diganjar Sanksi Dua Tahun

Persija Jakarta pernah dilatih enam pelatih asal Eropa namun semuanya gagal mempersembahkan gelar juara.

Timnas Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2020

4 Pasang Pesepak Bola Kakak Beradik untuk Timnas Indonesia

Pesepak bola sedarah atau kakak beradik kerap menjadi budaya dalam skuad timnas Indonesia.

Liga 1

Kamis, 22 Oktober 2020

Pernah Main di Toulon Tournament, Pemain Muda Persija Ungkap Kenangannya

Pemain Persija , Resky Fandi, mengungkapkan kenangannya saat bermain di Toulon Tournament bersama timnas U-19 Indonesia.

Liga 1

Jumat, 23 Oktober 2020

PSS Khawatir Kualitas Timnas Indonesia Terdampak Buruknya Liga 1 2020

Direktur Utama PSS Sleman, Marco Gracia Paulo, khawatir kualitas timnas Indonesia memburuk karena Liga 1 2020 tak kompetitif.

Terbaru

Timnas Indonesia

Kamis, 26 November 2020

Kenangan Mantan Striker Timnas Indonesia soal Laga Lawan Diego Maradona

Mantan striker timnas Indonesia, Bambang Nurdiansyah, pernah berhadapan dengan timnas Argentina yang diperkuat Diego Maradona.

Timnas Indonesia

Kamis, 26 November 2020

Kisah Diego Maradona dan Timnas Indonesia di Piala Dunia Remaja 1979

Saat masih junior, Diego Maradona pernah bertanding melawan timnas Indonesia di Piala Dunia Remaja 1979.

Liga 1

Rabu, 25 November 2020

Modal Arema FC untuk Wakili Indonesia di Piala AFC 2021

Arema memiliki peluang untuk mewakili Indonesia di Piala AFC 2021.

Liga 1

Rabu, 25 November 2020

Pemain Madura United Ini Rasakan Kenyamanan Berlatih di Sawah yang Penuh Lumpur

Pemain muda Madura United, Moch. Kevy Syahertian, saat ini berlatih mandiri di Jember, Jawa Timur.

Liga 1

Rabu, 25 November 2020

Gelandang Persib Kantongi Lisensi C AFC walau Baru Berusia 23 Tahun

Pada usianya yang baru 23 tahun, pemain Persib Bandung, Agung Mulyadi, sudah mengantongi lisensi kepelatihan C AFC.

Liga 1

Rabu, 25 November 2020

Cerita Tony Sucipto tentang Angka Keramat di Persib dan Persija

Bek sayap Persija, Tony Sucipto, mengisahkan mengapa ia selalu mengenakan nomor punggung dengan angka enam.

Timnas Indonesia

Rabu, 25 November 2020

Bukan karena Tarkam, Beckham Putra Ceritakan Kronologi Dirinya Cedera

Kenyataan pahit harus dihadapi oleh Beckham Putra Nugraha, gelandang Persib saat ikuti pemusatan latihan timnas U-19.

Liga 1

Rabu, 25 November 2020

Bhayangkara FC Pusatkan Latihan di Stadion Milik Universitas Sebelas Maret

Bhayangkara FC menggeser pemusatan latihan di Solo, Jawa Tengah, tepatnya di Stadion UNS milik Universitas Sebelas Maret.

Timnas Indonesia

Rabu, 25 November 2020

Beckham Putra: Pak Ketua Umum PSSI yang Biayai MRI Saya

Beckham Putra Nugraha masih fokus menjalani program pemulihan cedera lutut sehingga belum bisa gabung timnas U-19.

Liga 1

Rabu, 25 November 2020

Pelatih PSIS Semarang Ungkap Alasan Izinkan Pemainnya Ikuti Tarkam

Pelatih PSIS Semarang punya alasan kuat mengapa izinkan pemainnya ikuti pertandingan antarkampung atau tarkam.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X