KIsah Arseto FC, Penguasa Jakarta yang Mati Karena Reformasi

4 Mei 2020, 20:46 WIB
Penulis: Noval Luthfianto
Editor: Abdul Susila
Gambaran kiprah Arseto FC lantas Arseto Solo dalam kompetisi Galatama dan Liga Indonesia. /Triyadi/Grafis/Top.Skor.id/

  • Arseto FC yang didirikan putra Presiden kedua RI Soeharto, Sigit Harjojudanto, bubar pada 1998.
  • Sebelum pindah ke Solo, Arseto FC dikenal sebagai penguasa Stadion Utama Senayan, Jakarta.
  • Jatuhnya Soeharto lewat gerakan reformasi pada 1998 membuat Arseto tak punya daya.

SKOR.id - Setelah 17 musim berkiprah dalam kompetisi Galatama 1979-1994 dan Liga Indonesia 1994-1998, Arseto terpaksa umumkan kematiannya.

Total 19 tahun lebih 45 hari tim yang lahir di Jakarta ini eksis di belantika sepak bola nasional. Krisis keuangan membuat Arseto mati.

Klub berjuluk The Blue Diamond ini tampil perdana dalam kompetisi pada 22 Maret 1979 dan terakhir kali tampil dalam Liga 1997-1998, yakni 6 Mei 1998.

Berita Galatama Lainnya: Galatama Lahirkan Banyak Klub di Jakarta tapi Gagal Singkirkan Persija

Arseto Solo melakoni pertandingan terakhirnya atau pekan ke-14 Grup Tengah kontra Pelita Jaya di Solo, atau 19 hari sebelum kompetisi dihentikan per 25 Mei 1998.

Ya, musim itu tak tuntas karena ada kerusuhan massal dan krisis ekonomi dibarengi gerakan mahasiswa dengan tajuk reformasi untuk turunkan Soeharto.

Menjelang Liga Indonesia 1998-1999, Arseto menyatakan mundur. Tak lama berselang bubar, tepatnya beberapa pekan sebelum kick-off kompetisi pada 1 November 1998.

Arseto tak sendiri, ada beberapa tim lainnya, yang adalah jebolan Galatama, tak mampu mengikuti kompetisi, yakni Mitra Surabaya, Bandung Raya, dan PSB Bogor.

Sejuta kenangan mewarnai perjalanan tim yang didirikan putra kedua Presiden Soeharto dan Siti Hartinah, Sigit Harjojudanto, tersebut.

Tidak ada yang mengetahui dengan pasti arti dibalik nama Arseto, meski lebih mengarah ke akronim dan lakon wayang kulit, Raden Ario Seto.

"Arseto saya latih ketika tim ini pertama kali pindah kandang dari Jakarta ke Stadion Sriwedari Solo pada tahun 1983," kata Danurwindo.

"Saya di klub ini sampai 1987 atau lima musim. Nama Arseto itu diambil dari singkatan nama dua anak dan Pak Sigit (Sigit Harjojudanto)," Danurwindo menjelaskan.

Akronim Arseto itu adalah AR (Ari Haryo Wibowo Harjojudanto), S yakni Sigit, lantas E yakni Eno (panggiln Retnosari Widowati Harjojudanto), dan TO dari Harjojudanto.

"Beliau juga suka tokoh-tokoh pewayangan. Salah satunya tokoh wayang kulit Yogyakarta dan Surakarta, Raden Ario Seto," Danurwindo menjelaskan ke Skor.id, Senin (4/5/2020).

Tercatat sembilan prestasi pernah direngkuh tim berkostum biru langit itu. Salah satunya kampiun Kejuaraan Antarklub ASEAN pada 1993.

Pada 1985 Arseto juara Invitasi Perserikatan-Galatama 1985 liga lewat dua kali kemenangn beruntun, juga Piala Galatam 1985.

"Di mata saya yang asli orang Solo, Arseto itu klub idola saya waktu kecil. Umur 8 tahun saya sudah ikut main bola sama anak-anak kampung," kata Agung Setyobudi.

"Waktu itu tahun 1979 saya memimpikan suatu saat harus bisa membela Arseto. Alhamdulillah itu kesampaian pada 1992," ia menambahkan.

Sayang, harapan Agung untuk bisa menjadi legenda hidup dengan sebutan one man club, tak bisa terwujud. Itu tak lain karena Arseto keburu bubar.

"Saya enam musim di Arseto, 1992 sampai dengan terakhir tim mundur pada 1998. Kalau tidak mundur, mungkin karier saya habiskan bersama Arseto," Agung mengisahkan.

Sederet bintang Timnas Indonesia juga tercatat pernah berkostum Arseto. Beberapa di antaranya adalah Ricky Yacobi, Eduard Tjong, dan Rochy Putiray.

Lalu ada Nova Arianto, Miro Baldo Bento, Novrizal Chay, dan Sudirman, termasuk Eddy Harto, Nasrul Koto, Zulkarnain Jamil, I Komang Putra, dan Agung Setyabudi.

Berita Galatama Lainnya: PS Medan Jaya, Klub Kaya Era Galatama Malang Nian Nasibnya Kini

"Arseto pada era 1980-an sudah benar-benar menjadi sosok klub profesional, baik dari sisi menajemen maupun ikatan kontrak dengan pemain dan pelatih," kata Effendi Aziz.

"Saya sendiri cukup lama memperluat Arseto, enam musim. Saya ikut saat Arseto pindah kandang dari Senayan ke Sriwedari pada 9 September 1983," Aziz menambahkan.

Prestasi Arseto Solo

  • Juara Kejuaraan Antar Klub ASEAN 1993
  • Juara Kompetisi Galatama 1990/1992
  • Juara Invitasi Perserikatan-Galatama 1987
  • Juara Piala Liga Galatama I 1985

Statistik Arseto 1979-1998

Main: 428
Menang: 166
Seri: 122
Kalah: 140
Gol: 512
Kebobolan: 425
Poin: 500

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Nasional

Minggu, 22 Maret 2020

Nanang Hidayat, Bintang Arema saat Juara Galatama yang Kini Melatih di Timor Leste

Pada era kompetisi semi-pro, Galatama, Arema pernah jadi juara dan salah satu pemain utamanya adalah Nanang Hidayat.

Bola Nasional

Minggu, 19 April 2020

Kisah Jatuh Bangun Dua Klub Galatama yang Eksis di Kasta Tertinggi Kompetisi

Pada 2020 tinggal dua tim produk Galatama, yakni Arema FC dan Barito Putera, yang bertahan pada kasta tertinggi kompetisi.

Bola Nasional

Rabu, 22 April 2020

Cikal Bakal Arema FC, Tancap Gas Sejak Galatama 1987-1988

Liga Sepak Bola Utama (Galatama) VIII 1987-1988 merupakan kompetisi level nasional pertama yang diikuti Arema Malang.

Liga 2

Kamis, 23 April 2020

Indrayadi Kiper Pusri Galatama, Mengenang Momen Emas Dipanggil Timnas

Kiper legendaris milik PS Pusri yang dulunya bernama Pusri Galatama, Indrayadi, mengenang momen dipanggil timnas Indonesia.

Terbaru

Nusantara

Jumat, 22 Januari 2021

Egy Maulana Vikri Kembali Tampil, Lechia Gdansk Menang Lagi

Egy Maulana Vikri kembali jadi bagian kemenangan uji coba Lechia Gdansk pada Jumat (22/1/2021) malam WIB.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

Bos Bali United Terima Pembatalan Liga 1 2020 dengan Lapang Dada

Chief Excecutive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, berbicara tentang dibatalkannya Liga 1 2020.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

Arema FC: Indonesia Ditertawakan Negara Lain jika Liga 1 2021 Tanpa Degradasi

Manajemen Arema FC berbicara tetang Liga 1 20201 tanpa degradasi.

Nusantara

Jumat, 22 Januari 2021

Kiprah Andik Ardiansyah: Filosofi Sabar dalam Melatih saat ''Dipaksa'' Kenyataan Jadi Pelatih

Timnas U-22 Indonesia yang berlaga di Asian Games 2006 punya satu striker bagus atas nama Andik Ardiansyah.

Bola Nasional

Jumat, 22 Januari 2021

Respons Wonderkid Persib soal Dihentikannya Liga 1 2020

Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, menilai kompetisi musim 2020 memang sudah tidak ideal untuk dilanjutkan.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

PSIS Semarang Resmi Kantongi Izin Pemprov Jateng untuk Gunakan Stadion Jatidiri

PSIS Semarang mendapat lampu hijau untuk menggunakan Stadion Jatidiri dari Pemprov Jawa Tengah.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

Liga 1 2020 Dibatalkan, Persita Belum Mau Membicarakan Kontrak Pemain

´╗┐Persita Tangerang belum mau beromentar terkait kontrak pemain, menyusul dibatalkannya Liga 1 2020.

Bola Nasional

Jumat, 22 Januari 2021

Tingkat Pencahayaan Stadion Gelora Bung Tomo Melebihi Standar FIFA

Pascamengalami renovasi, kapasitas pencahayaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, dipastikan telah memenuhi standar FIFA.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

5 Fakta FK Sutjeska Niksic yang Meminati Beckham Putra: Klub Papan Atas Montenegro

Skor.id membeberkan fakta menarik FK Sutjeska Niksic, klub Montenegro yang meminati jasa Beckham Putra.

Nusantara

Jumat, 22 Januari 2021

Apresiasi Firman Utina untuk Agenda Pengembangan Pelatih dari Persija Development

Hampir sepekan ini, Persija Development menggelar workshop untuk para pelatih sekolah sepak bola (SSB) dan Firman Utina ikut serta.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X