Kiprah: FX Yanuar Wahyu, Pensiun saat Laris Manis dan Kini Mengawal "Goal" Pemain Junior

12 Maret 2021, 18:10 WIB
Penulis: Estu Santoso
Editor: Estu Santoso
FX Yanuar Wahyu saat mengikuti kursus kepelatihan AFC pada 2018.
FX Yanuar Wahyu saat mengikuti kursus kepelatihan AFC pada 2018. /Facebook.com/fx.y.wahyu

 

SKOR.id - FX Yanuar Wahyu adalah bek tengah asal Malang yang malang melintang di level atas sepak bola Indonesia mulai awal karier sampai dia memutuskan pensiun.

Selama berkarier dari 2004 sampai 2016, FX Yanuar Wahyu adalah pemain yang tak pernah main di kasta kedua Liga Indonesia.

Dia selalu bermain untuk kontestan level tertinggi Liga Indonesia mulai era Divisi Utama sampai Indonesia Super League.

Ayah dua anak ini memulai karier senior dengan membela Persema Malang, yang saat awal 2000-an berada di Divisi Utama Liga Indonesia.

Sebagai alumni tim junior Persema, FX Yanuar membela klub dengan julukan Bledeg Biru itu mulai 2004 sampai 2007 untuk level senior.

Ketika dia gabung Persema, skuad Bledeg Biru ditangani pelatih papan atas negeri ini Danurwindo. "Saya beruntung naik senior langsung dilatih Om Danur," kata FX Yanuar Wahyu.

"Beliau adalah pelatih yang berkelas dengan ilmu yang sangat melimpah. Saya belajar banyak dari beliau," tuturnya beberapa waktu lalu kepada Skor.id.

Selepas membela Persema, FX Yanuar Wahyu gabung Persela Lamongan, lalu pindah ke Barito Putera dan Persita.

Sebelum pensiun pada usia 36 tahun, FX Yanuar Wahyu membela Gresik United (ketika itu memakai nama Persegres Gresik United).

"Saya memutuskan pensiun sebelum masuk era Liga 1. Padahal, saya banyak tawaran dari klub Liga 1 kala itu," kata FX Yanuar Wahyu.

"Namun, saya merasa passion sebagai pesepak bola sudah menipis dan merasakan lelah menjalani semua tuntutan sebagai pemain."

"Semua itu saya putuskan untuk berhenti dari sepak bola sebagai pemain aktif. Itu keputusan bulat dan saya buat dengan sangat sadar," ujarnya.

FX Yanuar Wahyu (dua dari kiri) saat berseragam Persegres Gresik United pada Indonesia Super League 2015.
FX Yanuar Wahyu (dua dari kiri) saat berseragam Persegres Gresik United pada Indonesia Super League 2015. Facebook.com/fx.y.wahyu

Selepas pensiun dari sepak bola, FX Yanuar Wahyu sempat sekitar setahun rehat dan sibuk mengurus bisnis ikan koi miliknya.

Mulai 2018, dia mulai aktif melatih dan mengikuti kursus kepelatihan mulai level C AFC. Sebagai pelatih muda, dia lalu gabung Ricky Nelson Academy (RNA) dan bertahan sampai sekarang.

Bahkan saat RNA kerja sama dengan Borneo FC, dia sempat menangani tim U-19 klub asal Kalimantan Timur itu untuk Elite Pro Academy.

Bersama skuad junior Borneo FC ini, filosofi mendalam dalam sepak bola dia berikan ke semua pemain asuhannya.

"Saya hanya mengatakan satu hal, menjadi pesepak bola itu pilihan dan yang memilih yang tahu sasaran mereka," kata FX Yanuar Wahyu.

"Pemain muda-muda ini saya selalu tekankan, kemenangan atau juara saat ini tak terlalu penting bagi mereka. Sebab, ini momen mereka berkembang."

"Lalu saya mengatakan, momen terpenting adalah saat para pemain muda ini jelang masuk senior. Itu yang harus disiapkan karena itu terkait masa depan mereka," tuturnya.

FX Yanuar Wahyu (kiri) berbincang dengan Timo Scheunemann di Ricky Nelson Academy, Lawang, Kabupaten Malang.
FX Yanuar Wahyu (kiri) berbincang dengan Timo Scheunemann di Ricky Nelson Academy, Lawang, Kabupaten Malang. Instagram.com/fx.yanuar/

Untuk itu, FX Yanuar Wahyu selalu meminta anak asuhnya punya "kewajiban" mempersiapkan diri dengan tujuan saat level senior bisa mendapatkan klub yang mengontraknya.

"Dulu, saya mengorbankan kuliah dan janji ke orang tua jika sampai usia 23 tahun gagal dapat tim, maka kembali ke bangku sekolah," kata FX Yanuar.

"Makanya, saya menekankan ke semua pemain muda berpikir jauh ke depan karena yang dijalani saat masih muda adalah tangga bukan tujuan."

"Saya ingin pemain muda disiplin dan tak selalu berpikir sukses dulu, karena goal-nya adalah mereka tanda tangan kontrak di level senior dengan bekal yang matang," ujar FX Yanuar Wahyu mengakhiri perbincangan.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Kiprah lainnya:

Kiprah: Boy Jati Asmara, Striker Petarung yang Kini Tekun Melatih Pemain Usia Dini

Kiprah: Dwi Joko, Bek Tim Juara Ligina 2002 Godok Pemain Muda untuk Punya Attitude

Tag

Video

Berita Terkait

Nusantara

Jumat, 27 November 2020

Kiprah: Elly Idris, Juara Enam Kali Galatama yang Mengabdi bagi Sepak Bola Usia Dini

Elly Idris yang bersar di Gatalama, menekuni dunia kepelatihan dan fokus pembinaan pemain usia dini.

Timnas Indonesia

Jumat, 25 Desember 2020

Kiprah: Saut L Tobing, Kisah Pensiun Dini di Krama Yudha Tiga Berlian dan Misi Mencetak Pemain Muda Berbakat

Saut Lumban Tobing pensiun pada usia 25 tahun di Krama Yudha Tiga Berlian karena cedera parah yang dialami.

Liga 1

Jumat, 15 Januari 2021

Kiprah: Eka Ramdani, dari UNI Kembali ke UNI karena Rayuan Eks-Persib

Setelah memutuskan pensiun, Eka Ramdani tak lantas meninggalkan dunia sepak bola. Ia kini melatih di SSB UNI, Bandung.

Liga 1

Jumat, 12 Februari 2021

Kiprah: M Sukron Chaniago, Eks-Kiper Timnas Indonesia yang Ingin Ciptakan Kiper Tangguh

Mantan penjaga gawang timnas Indonesia, M Sukron Chaniago, memliki ambisi tersendiri untuk melahirkan kiper-kiper tangguh.

Terbaru

Nusantara

Sabtu, 4 Februari 2023

Jadwal dan Link Live Streaming Pro Futsal League 2022-2023: Pekan Keempat, 4-5 Februari 2023

Berikut ini jadwal dan link live streaming pekan keempat Pro Futsal League 2022-2023 yang digelar di GOR GBT pada Sabtu-Minggu, 4-5 Februari 2023.

Nusantara

Jumat, 3 Februari 2023

Profil Bodrumspor, Klub Turki yang Akan Menjadi Pelabuhan Baru Ronaldo Kwateh

Madura United tengah bernegosiasi dengan klub Turki untuk transfer penyerang muda, Ronaldo Kwateh.

Nusantara

Jumat, 3 Februari 2023

Pro Futsal League 2022-2023: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Berikut ini jadwal, hasil, dan klasemen lengkap Pro Futsal League 2022-2023 yang terus diperbaharui seiring jalannya kompetisi.

Nusantara

Jumat, 3 Februari 2023

Erick Thohir: Kompetisi Sepak Bola Indonesia Butuh VAR, Kasihan Wasit

Calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027, Erick Thohir, ingin kompetisi sepak bola Indonesia mengimplementasikan VAR dalam waktu dekat.

Nusantara

Kamis, 2 Februari 2023

Eksklusif Fary Djemy Francis: Membangun Sepak Bola di Perbatasan, Sudah Punya Sistem Big Data untuk PSSI

Calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027, Fary Djemy Francis, mengungkap programnya terkait pengembangan sepak bola usia muda di Indonesia.

Nusantara

Kamis, 2 Februari 2023

Eksklusif Fary Djemy Francis: Jadi Calon Ketum PSSI, Kampanyekan Sepak Bola Menyatukan Kita

Salah satu calon Ketua Umum PSSI, Fary Djemy Francis, menjabarkan visi yang dibawanya.

Nusantara

Kamis, 2 Februari 2023

Profil KMSK Deinze, Tim Belgia yang Diperkuat Marselino Ferdinan

KMSK Deinze sudah berdiri lebih dari 90 tahun

Nusantara

Selasa, 31 Januari 2023

Sempat Down, Asnawi Mangkualam Gabung Jeonnam Dragons Efek sang Ayah

Asnawi Mangkualam Bahar menjadi pemain baru Jeonnam Dragons dan peran sang ayah sangat besar.

Nusantara

Selasa, 31 Januari 2023

Zainudin Amali Lolos Calon Sementara Waketum PSSI, Ketua KP Beri Penjelasan

Zainudin Amali dikabarkan pernah membina klub Liga 3 dari anggota Asprov Gorontalo

Nusantara

Selasa, 31 Januari 2023

Ini Daftar Calon Sementara Ketum, Waketum, dan Exco PSSI 2023-2027

Zainudin Amali lolos sebagai daftar sementara Cawaketum PSSI

Terpopuler Satu Pekan

Keyword Populer

Sepak Pojok

X