Kiprah: Basyirudin, Pilar Junior PSSI Era 1970-an yang Bina Sepak Bola Usia Dini dengan Gembira

30 April 2021, 21:01 WIB
Penulis: Estu Santoso
Editor: Estu Santoso
Basyirudin (belakang, tengah) bersama salah satu tim dari SSB Jayakarta Tangsel yang dia bina.
Basyirudin (belakang, tengah) bersama salah satu tim dari SSB Jayakarta Tangsel yang dia bina. /Facebook.com/basyir.jagger

  • Nama Basyirudin di kancah sepak bola nasional cukup menterang pada awal 1980-an.
  • Era awal Galatama, Basyirudin termasuk pemain muda yang cukup bersinar.
  • Basyirudin adalah pemain PSSI Junior era akhir 1970-an yang kini menikmati peran sebagai pembina sepak bola usia dini.

SKOR.id - Basyirudin adalah pesepak bola Indonesia level Galatama plus sempat membela tim junior PSSI yang kini menggeluti pembinaan pemain usia dini.

Sejak akhir 1990-an tepatnya pada 1999, lelaki berdarah Minang ini membuat sekolah sepak bola (SSB) di sekitar tempat tinggalnya.

Kala itu, Basyirudin berdomisili di Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang (kini masuk Tangerang Selatan) dan mendirikan SSB Putra BSD.

Konsep awal lelaki ramah ini adalah sepak bola gembira. Artinya, dia ingin pemain usia dini sealami mungkin bermain dan berlatih.

"Saya rasa, semua pemain yan ikut SSB itu tujuannya tidak menjadi pesepak bola. Saya menyadari itu, makanya saya ingin semua gembira," ujar Basyir, sapaannya.

"Ada anak yang ikut SSB untuk cari kegiatan dan akhirnya bertambah teman. Jadi, mereka harus melakukan dengan gembira," katanya.

Kepada Skor.id, lelaki kelahiran 1955 ini mengakui, saat menangani pemain usia dini maka semua yang dilakukan dengan konsep bermain.

"Anak-anak terutama yang masih di bawah 12 tahun, mereka memulai latihan dengan bola termasuk saat pemanasan," kata Basyir pada Rabu (28/4/2021).

"Saat pertandingan, semua pemain yang ada di tim juga harus dimainkan. Sebab, kemenangan itu bukan target tetapi mereka bergembira di lapangan."

Selepas mendirikan SSB Putra BSD, Basyir pindah dari rumah lamanya dan menetap di kawasan Ciater, Tangerang Selatan.

Lalu, dia tetap membina pemain usia dini dan mendirikan SSB Red Ant yang kemudian berubah nama menjadi SSB Jayakarta Tangsel.

"Konsepnya masih sama, saya ingin anak-anak ini bermain sepak bola dengan gembira," ujar Basyirudin.

Basyirudin (jongkok dua dari kiri) saat membela Persija di Piala Marah Halim 1979.
Basyirudin (jongkok dua dari kiri) saat membela Persija di Piala Marah Halim 1979. Facebook.com/basyir.jagger

"Soal nama SSB, saya hanya ingin menghargai salah satu klub yang membesarkan saya yaitu PS Jayakarta," tuturnya.

Lelaki yang kini berprofesi sebagai dosen ekonomi di STIE Perbanas, Jakarta ini memang mantan pemain klub elite era awal Galatama, PS Jayakarta.

Basyiruddin adalah pemain muda dari Indonesia Muda yang ikut seleksi masuk Persija Junior pada 1976.

Namun karena bakatnya bagus, Ketua PS Jayakarta, FH Hutasoit langsung memintanya gabung dengan salah satu klub awal Galatama ini.

Tak hanya itu, bakat Basyirudin juga membuatnya seleksi masuk timnas junior Indonesia pada akhir 1970-an yang bersiap ke Piala Dunia Junior 1979.

Pada level senior, PS Jayakarta adalah tim yang pertama dibela Basyirudin dan dia masih sangat muda ketika gabung skuad itu.

Hanya saja, pelatih memercayai Basyirudin bermain dengan sejumlah seniornya di posisi kanan atau kiri luar, sekarang merupakan pemain sayap.

 

Basyirudin (duduk nomor tiga dari kiri) saat bersama pemain tim junior PS Jayakarta pada 1976.
Basyirudin (duduk nomor tiga dari kiri) saat bersama pemain tim junior PS Jayakarta pada 1976. Facebook.com/basyir.jagger

Dia juga jadi bagian sukses PS Jayakarta menjadi runner-up Galatama edisi pertama musim 1979-1980 dan bermain untuk klub itu selama tiga tahun.

Tak hanya itu, dia juga menjadi bagian Persija di Piala Marah Halim 1979 dan menyumbang satu gol.

Pada 1982, Basyirudin meninggalkan PS Jayakarta dan gabung Perkesa 78 yang meninggalkan Bogor dan pindah ke Sidoarjo.

Tak lama membela Perkesa 78 hanya tiga musim, Basyirudin mundur pada usia muda 27 tahun karena cedera.

Selepas tak jadi pesepak bola semipro, dia berkarier sebagai pegawai perbankan yang akhirnya mengantarkannya sebagai dosen.

"Saya selepas jadi karyawan sejumlah bank, lalu menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar master lalu bisa jadi dosen," kata Basyirudin.

"Sepak bola telah membat saya bisa mendapatkan banyak hal dan kini saatnya terus berbagi untuk pemain usia dini," tutur pendiri Paguyuban SSB Tangerang Selatan (Pagustas).

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Kiprah Lainnya:

Kiprah: Warsidi, Bek Juara Bersama Persija dan Arema Ini Bangkit dan Membina Pemain Muda

Kiprah Klub Futsal Indonesia di Ajang Internasional: Putra dan Putri Juara

Kiprah: Muhammad Yunus, Bek Kanan Penyumbang Emas SEA Games 1987 Tularkan Disiplin dengan Kesabaran

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Nusantara

Sabtu, 3 April 2021

Kiprah: Doddy Sahetapy, Temukan Kenikmatan dalam Membina Pemain Muda

Doddy Sahetapy merupakan mantan pemain Persija Jakarta dan Persitara Jakarta Utara.

Timnas Indonesia

Jumat, 9 April 2021

Kiprah: Muhammad Yunus, Bek Kanan Penyumbang Emas SEA Games 1987 Tularkan Disiplin dengan Kesabaran

Muhammad Yunus adalah bek kanan tak tergantikan saat timnas Indonesia di SEA Games 1987.

Nusantara

Jumat, 16 April 2021

Kiprah: Warsidi, Bek Juara Bersama Persija dan Arema Ini Bangkit dan Membina Pemain Muda

Warsidi Ardi adalah salah satu bek tangguh yang pernah dimiliki timnas Indonesia serta jadi bagian juara Persija Jakarta maupun Arema Malang.

Nusantara

Jumat, 23 April 2021

Kiprah: Herry Kiswanto, Merasakan Kepuasan saat Melatih Pemain Muda

Pelatih kawakan, Herry Kiswanto, turun gunung untuk mengurusi pemain muda dalam wadah tim Porda Kabupaten Bogor.

Terbaru

Nusantara

Senin, 21 Juni 2021

WONDERKID: Faiz Maulana, Striker Lincah Pembobol Gawang Leeds United U-18 Tiga Kali

Salah satu penyerang muda potensial dari program Garuda Select ialah Muhammad Faiz Maulana.

Nusantara

Senin, 21 Juni 2021

Tips Bersepeda untuk Usia 40 Tahun ke Atas dari Eks-Striker Timnas Indonesia, Zulkarnaen Jamil

Zulkarnaen Jamil, striker timnas Indonesia pada 1993, berbagi tips sederhana untuk kegiatan bersepeda bagi yang telah berusia 40 tahun

Nusantara

Minggu, 20 Juni 2021

Tribute to Gareng, dari Komitmen Yayasan Soetjipto Suntoro sampai Aksi Seru Veteran Persija

Tribute to Gareng terlaksana dengan sukses dan sejumlah veteran pemain Persija Jakarta tampil seru dalam laga sepak bola gembira

Nusantara

Minggu, 20 Juni 2021

Dananjaya dan Kisah 50 Dolar AS saat Arseto Solo Tembus Perempat Final Antarklub Asia

Indonesia kehilangan salah satu pelatih terbaiknya atas nama Dananjaya, dia arsitek Arseto Solo di Liga Champions Asia

Nusantara

Sabtu, 19 Juni 2021

Resmi Jadi Anggota PSSI, Serpong City FC Siap Investasi Besar Menuju Liga 1

Memulai perjalanan dari Liga 3 2021, Serpong City FC memiliki target besar, yakni tampil di Liga 1 dalam sepuluh tahun ke depan.

Nusantara

Sabtu, 19 Juni 2021

Zizo Sportwear, Apparel Milik Dua Pemain Futsal Indonesia Berkembang Bersama Syahidansyah Lubis

Dua pemain futsal yang pernah membela Vamos FC Mataram mendirikan apparel bernama Zizo Sportwear.

Nusantara

Kamis, 17 Juni 2021

Muhammad Sanjaya dan 4 Pemain Futsal Profesional yang Hengkang ke Sepak Bola

Mengingat dekatnya hubungan olahraga futsal dan sepak bola, cukup banyak atlet yang kemudian menjajal keduanya.

Nusantara

Kamis, 17 Juni 2021

Makanan yang Disarankan Sebelum Bermain Sepak Bola, Mulai Ayam Panggang sampai Ubi Jalar

Bagi pesepak bola utamanya yang pro, makanan harus diperhatikan terutama jelang mereka menjalani pertandingan.

Nusantara

Rabu, 16 Juni 2021

5 Pola Makan yang Harus Dihindari Sebelum Bermain Futsal

Banyak orang yang tidak memperhatikan pola makan sebelum berolahraga, khusunya bermain futsal.

Nusantara

Rabu, 16 Juni 2021

Liga Coca Cola Pernah Eksis dan Alumninya Bintang Tarkam asal Bogor

Liga Coca Cola eksis sebagai ajang sepak bola antar pelajar dengan tim sekolah level SMA dan alumninya bintang tarkam asal Bogor.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X