Kiprah Andik Ardiansyah: Filosofi Sabar dalam Melatih saat ''Dipaksa'' Kenyataan Jadi Pelatih

22 Januari 2021, 21:30 WIB
Penulis: Estu Santoso
Editor: Estu Santoso
Striker timnas U-22 Indonesia era 2006, Andik Ardiansyah yang kini menekuni dunia kepelatihan untuk tim usia dini. /Instagram.com/m.andik1718/

SKOR.id - Timnas U-22 Indonesia yang berlaga di Asian Games 2006 punya satu striker bagus atas nama Andik Ardiansyah.

Sayang, kiprah Andik Ardiansyah di lapangan sebagai pemain tak memiliki masa yang panjang.

Bahkan belum genap kepala tiga, Andik Ardiansyah harus gantung sepatu karena cedera yang membuatnya terpaksa mengubur mimpi terus bermain.

Andik Ardiansyah memutuskan meninggalkan sepak bola dari pemain aktif saat usia baru 28 tahun.

"Saya secara stamina masih kuat main, tetapi cedera ini membuat tak mampu lama bertanding," kata Andik Ardiansyah kepada Skor.id.

"Saat itu, musim 2015, saya pun memutuskan gantung sepatu karena secara fisik efek cedera yang saya rasakan tak memungkinkan lagi main."

"Ketika memutuskan melatih, saya sempat konsultasi dengan banyak pihak utamanya keluarga dan semua mendukung," tuturnya.

Lelaki asli Gresik ini pun ketika memutuskan menjadi pelatih sejak sekitar lima tahun lalu, memiliki tekad besar.

Ya, tekad Andik adalah serius menekuni profesi barunya itu. Artinya, dia tak hanya mengejar sekedar lisensi saja tetapi juga terus update dan upgrade ilmu.

Sejak tiga tahun terakhir, Andik gabung dengan Ricky Nelson Academy yang ada di Lawang, Kabupaten Malang.

Lalu pada 2019, tim U-16 dan U-16 dari klub Liga 1 asal Samarinda, Borneo FC juga memercayainya sebagai pelatih.

"Saya baru punya lisensi C, mungkin tahun ini kursus untuk B. Sekarang, saya juga serius di RNA karena ingin mengembangkan pembinaan," kata Andik.

Striker timnas U-22 Indonesia era 2006, Andik Ardiansyah yang kini menekuni dunia kepelatihan untuk tim usia dini.
Striker timnas U-22 Indonesia era 2006, Andik Ardiansyah yang kini menekuni dunia kepelatihan untuk tim usia dini. Instagram.com/m.andik1718/

"Bagi saya, melatih bukan hanya sekedar melatih tetapi harus memahami apa yang dilakukan utamanya saat menangani pemain usia muda."

"Saya memilih sabar dan tak tergesa-gesa sambil menikmati proses mematangkan diri sebagai pelatih," ujarnya.

Andik Ardiansyah sadar jika pelatih dituntut banyak tahu dan harus sadar akan perkembangan sepak bola.

"Sebagai pelatih muda, saya memang harus banyak belajar selalu mengikuti perkembangan sepak bola, dan banyak nonton pertandingan," ucap Andik.

"Menangani pemain muda, itu banyak seninya. Mereka harus kami beri bekal dengan kuat filosofi bermain dengan benar. Salah satunya mental untuk sukses."

"Pemain usia dini itu wajib diperhatikan perkembangan termasuk sisi psikologisnya. Semua itu penting karena ini akan jadi pijakan mereka ke level senior kelak," katanya.

Sedikit flashback ke masa aktif Andik Ardiansyah saat membela timnas U-22 Indonesia, dia sempat menjalani latihan di Belanda dan Argentina.

Andik Ardiansyah saat melatih tim Elite Pro Academy Borneo FC pada musim 2019.
Andik Ardiansyah saat melatih tim Elite Pro Academy Borneo FC pada musim 2019. Instagram.com/m.andik1718/

Ilmu-ilmu di negara itu diakuinya Andik menjadi bagian penting dalam melatihnya sekarang.

Apalagi, dia sempat ditangani oleh Foppe de Haan, pelatih usia muda dengan ilmu segudang dari Belanda.

"Ilmu dari Foppe de Haan sangat banyak, tetapi saya juga memiliki mentor di sini yaitu Ricky Nelson," ujar Andik.

"Pelatih muda harus memiliki mentor, sebab itu bagian penting dari pengembangan diri kami," tutur Andik Ardiansyah mantap.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia. 

Baca Juga Berita Kiprah lainnya:

Kiprah: Eka Ramdani, dari UNI Kembali ke UNI karena Rayuan Eks-Persib

Kiprah: Elly Idris, Juara Enam Kali Galatama yang Mengabdi bagi Sepak Bola Usia Dini

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Entertainment

Sabtu, 25 Juli 2020

Skortun: Kiprah Retno Kustijah, Legenda Bulu Tangkis Indonesia

Retno Kustijah adalah legenda bulu tangkis Indonesia pada nomor ganda putri.

Bola Nasional

Rabu, 19 Agustus 2020

Jejak dan Kiprah Henk Wullems di Indonesia, Pelatih asal Belanda Tersukses

Kepergian Henk Wullems, mantan pelatih timnas Indonesia, menyimpan kenangan manis bagi pesepak bola Tanah Air.

Liga 1

Rabu, 21 Oktober 2020

Kiprah 8 Pelatih Persib Asal Eropa pada Era Liga Indonesia

Berikut ulasan Skor.id mengenai kiprah pelatih Persib asal Eropa di era Liga Indonesia.

Liga 1

Minggu, 22 November 2020

Kiprah Pemain Thailand di Persib: Hasil Seleksi hingga Pinjaman Gagal

Persib Bandung sempat diperkuat beberapa pemain asing asal Thailand, di antaranya empat pemain ini.

Terbaru

Nusantara

Sabtu, 6 Maret 2021

Soal Wakil Asia di Piala Dunia Futsal 2021, Ketua Umum FFI Hormati Keputusan AFC

Federasi Futsal Indonesia (FFI) telah menerima surat resmi dari AFC yang mengumumkan pembatalan Piala Asia Futsal 2021.

Nusantara

Sabtu, 6 Maret 2021

Eks-Bek Tim Juara Ligina 2002 Bicara Pentingnya Akademi Sepak Bola bagi Timnas Indonesia

Menurut Dwi Joko, timnas Indonesia tak kan kesulitan mencari stok pemain berkualitas jika di Tanah Air ada banyak akademi sepak bola.

Nusantara

Jumat, 5 Maret 2021

Syahrian Abimanyu Belum Juga Jalani Debut untuk Newcastle Jets, Pelatihnya Bersuara

Syahrian Abimanyu hingga kini belum juga mencicipi atmosfer pertandingan Liga Australia (A-League) bersama klub barunya, Newcastle Jets

Nusantara

Jumat, 5 Maret 2021

Kiprah: Boy Jati Asmara, Striker Petarung yang Kini Tekun Melatih Pemain Usia Dini

Ngotot dan tanpa kompromi bahkan galak adalah ciri khas yang lekat dalam menggambarkan karakter bermain Boy Jati Asmara

Nusantara

Kamis, 4 Maret 2021

Selebritis FC Batal Tanding Lawan PSSI All Star dan Persija All Star

Setelah Bali United membatalkan keberangkatannya ke Jakarta, empat laga yang melibatkan Selebritis FC pun batal digelar.

Nusantara

Rabu, 3 Maret 2021

Cerita Sayan Karmadi, Eks-Pemain Futsal yang Juara pada Debut Melatih di PFL

Kepada Skor.id, Sayan Karmadi bercerita soal kegemilangannya sebagai eks-pemain yang juara saat melatih Black Steel Manokwari di PFL 2016.

Nusantara

Senin, 1 Maret 2021

Dua Pelatih asal Indonesia Segera Gabung Klub Liga Futsal Malaysia

Liga Futsal Malaysia atau Malaysian Premier Futsal League (MPFL) 2021 akan kehadiran dua pelatih Indonesia untuk satu tim.

Nusantara

Minggu, 28 Februari 2021

Alasan Asnawi Mangkualam Pilih Nomor Punggung 41 di Ansan Greeners

Atas pilihannya ini, Asnawi Mangkualam menjelaskan alasan memakai nomor punggung 41 di Ansan Greeners.

Nusantara

Minggu, 28 Februari 2021

PSGC Ciamis dari Liga 3, Klub Indonesia Pertama Rilis Jersey Musim 2021

Jersey klub kontestan Liga 3 PSGC Ciamis menjadi seragam pertama yang dirilis klub Indonesia untuk musim 2021.

Nusantara

Jumat, 26 Februari 2021

Diperkuat Ryuji Utomo, Klub Malaysia Ini Disebut Calon Pembunuh Raksasa

Ryuji Utomo Prabowo menjadi bagian dari calon pembunuh raksasa Liga Super Malaysia 2021 karena itu julukan terbaru Penang FC

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X