Kilas Balik: Rivalitas Persib vs Bandung Raya Bikin Bobotoh Terbelah

12 April 2020, 15:29 WIB
Penulis: Top Skor
Editor: Abdul Susila
Satu pendukung Persib beraksi saat memberikan dukungan untuk Maung Bandung pada Liga 1 2018.
Satu pendukung Persib beraksi saat memberikan dukungan untuk Maung Bandung pada Liga 1 2018. /Ady Sesotya/Skor.id

SKOR.id - Eksistensi Persib Bandung dalam kompetisi regional sangat membumi. Sejak zaman kompetisi Divisi Utama Perserikatan, namanya mewangi.

Membicarakan denyut sepak bola nasional tidak sah tanpa menyebut nama Maung Bandung, julukan Persib. Bahkan, di Bandung Persib sangat meraja.

Banyak yang bilang, Persib tetap akan menjadi raja di Tanah Pasundan. Karena tidak mungkin ada klub lain di Bandung yang bisa mengalahkan pamor dan reputasinya.

Baca Juga: Sejarah Fenomenal Persib, Juara Ligina 1994 Tanpa Pemain Asing

Klub baru tidak akan kuat bertahan tanpa pendukung fanatiknya. Tapi fakta itu sedikit bergeser ketika Bandung Raya muncul dalam Liga Indonesia.

Dalam era Galatama, BandungRaya mereformasi diri jadi tim yang menghebohkan pentas sepak bola nasional. Prestasinya menghadirkan bala bagi rival.

Perlahan tapi pasti, Bandung Raya mendapat tempat istimewa di hati bobotoh. Stadion Siliwangi, Bandung, home base-nya tidak pernah sepi penonton.

"Saya nggak nyangka bakal seperti ini. Bandung Raya datang dengan sepak bola yang menghibur dan fantastis," kata Yogi, seorang bobotoh.

"Saya yang bobotoh fanatik Persib, akhirnya bisa menerima dan mencintai Bandung Raya," kata Yogikepada Skor.id beberapa waktu lalu.

Dari sisi prestasi, Bandung Raya pun menorehkan luka dalam buat Maung Bandung. Dua musim berturut-turut Bandung Raya maju ke Senayan.

Dengan titel juara Liga Indonesia II/1995-1996 dan runner-up Liga Indonesia III/1996-1997. Sementara Persib hanya sekali juara pada Liga Indonesia pertama, 1993/1994.

Padahal, era 90-an atau awal Liga Indonesia, Bandung Raya bukan tim unggulan. Nandar Iskandar, sang arsiteki, bahkan sempat kesulitan mencari pemain.

Mayoritas pemain yang dimilikinya eks-PON Jabar seperti Nuralim, Muhammad Ramdhan, Tata Saptaji. Mencari pemain baru sudah kehabisan stok.

"Terpaksa saya kontak Herry Kiswanto untuk bantu tim. Sekaligus mencari pemain yang mau main untuk Bandung Raya," kata Nandar Iskandar.

"Maka datanglah Peri Sandria, Hermansyah, dan pemain yang lainnya," ucap Nandar saat berbincang dengan Skor.id pada awal April 2020.

Berisikan pemain yang sudah menjelang usia senja, seperti Alexander Saununu, Rehmalem Peranginangin, Makmun Adanan, Bandung Raya kalah gemerlap oleh Persib.

Persib baru memuncaki gelar Perserikaran terakhir 1993/1994 dan diisi pemain bintang, seperti Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara, Dede Iskandar, dan Sutiono.

"Tidak ada perubahan di dalam tim karena kualitas pemain Persib masih bagus. Persaingan di dalam tim untuk jadi starter juga sangat panas," kata Indra Thohir, pelatih Persib kala itu.

Tapi, dalam perjalanan prestasinya Bandung Raya jadi rival berat Maung Bandung. Bentrok mereka di kompetisi kasta tertinggi selalu panas.

Dari enam laga derbi sepanjang tiga musim kompetisi, hanya sekali berakhir kemenangan untuk Bandung Raya. Lima laga berakhir imbang.

Bahkan, saat Bandung Raya mengalahkan Persib dengan skor tipis 1-0, bentrok kedua tim berlangsung sangat panas.

Ajat Sudrajat, mantan bintang Persib yang jadi playmaker Bandung Raya, berseteru di pinggir lapangan dengan Walikota Bandung, Wahyu Hamidjaja.

"Saya nggak tahu kalau yang berseteru dengan saya Walikota Bandung. Laga lagi panas-panasnya. Harusnya yang tidak berkepentingan tidak boleh ada di lapangan," kata Ajat.

"Yang namanya derbi pasti panas. Semua pasti ingin tampil dengan kemampuan terbaiknya. Apalagi kualitas kedua tim seimbang," ucap Asep Kustiana, gelandang Persib.

Persib dan Bandung Raya memang bersaing panas di tengah kompetisi. Tapi perseteruan kedua tim membawa pengaruh besar pada kualitas tim.

Nama Bandung pun sangat harum. Dua kali dinobatkan jadi profinsi sepak bola. Lewt gelar juara yang disandang Persib pada 1994/1995 dan Bandung Raya 1995/1996.

"Itu yang lebih penting dari derbi panas kedua tim. Bisa angkat pamor tim daerah dan juga nama daerahnya," Ajat menjelaskan.

Sayang, dalam Liga Indonesia keempat, Bandung Raya mundur. Dua pilar utamanya Peri Sandria dan Surya Lesmana menyebrang ke Pangeran Biru.

Baca Juga: Persib Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Tes Wander Luiz

Derby Bandung pun tamat dengan berbagai cerita yang mengiringinya. Ironisnya Persib telat mengantisipasi. Mereka tetap berada di zona nyaman.

Irit menambah pemain baru dan tetap berikukuh menggunakan produk lokal binaannya sendiri. Padahal pesaingnya terus mereformasi diri untuk bisa bersaing. (Dani Wihara)

 

Tag

Video

Berita Terkait

Bola Nasional

Sabtu, 11 April 2020

Bobotoh Mengingatnya, Eks-Bintang Persib asal Thailand Ungkap Keinginan Khusus

Mantan gelandang Persib Bandung, Suchao Nuchnum, merasa terkesan karena bobotoh masih mengingat dirinya.

Bola Nasional

Sabtu, 11 April 2020

Suchao Nuchnum, Persib, dan Gol Sepak Pojok Spektakuler

Bagi Suchao Nuchnum, pernah bermain untuk Persib Bandung adalah salah satu momen terbaik dalam kariernya.

Liga 1

Sabtu, 11 April 2020

Pelatih Persib Pantau Perkembangan Pandemi Covid-19 untuk Isi Waktu Libur

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengaku rajin memantau perkembangan pandemi Covid-19 dalam masa penangguhan kompetisi.

Liga 1

Sabtu, 11 April 2020

Persib Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Tes Wander Luiz

Dokter tim Persib Bandung, Rafy Ghani, optimistis Wander Luiz sembuh dari Covid-19.

Terbaru

Liga 1

Sabtu, 28 Mei 2022

Untuk Filosofi Permainan Persija, Thomas Doll Masih di Level Meraba

Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, akan mencoba berhitung dalam menentukan filosofi permainan yang akan diterapkan Macan Kemayoran.

Bola Nasional

Sabtu, 28 Mei 2022

Dua Agenda Utama yang Jadi Fokus PSSI dalam Kongres Biasa 2022 di Bandung

PSSI akan menggelar Kongres Biasa 2022 di Hotel Trans Luxury, Bandung, Senin (30/5/2022). Setidaknya, ada dua agenda utama yang akan menjadi fokus pada Kongres Biasa ini.

Liga 2

Sabtu, 28 Mei 2022

Update Bursa Pelatih Liga 2 2022 Lengkap

Geliat klub Liga 2 2022 di bursa transfer untuk pemain dan pelatih belum terlihat masif sampai pertengan April 2022.

Nusantara

Sabtu, 28 Mei 2022

Pelatih Timnas Futsal Indonesia Akui Dapat Grup Sulit di Piala Asia Futsal 2022

Pelatih timnas futsal Indonesia, Mohammad Hashemzadeh, mengomentari hasil pembagian grup Piala Asia Futsal 2022.

Liga 1

Sabtu, 28 Mei 2022

Daftar Pemain Bali United untuk Liga 1 2022-2023

Berikut ini daftar pemain Bali United untuk mengarungi Liga 1 2022-2023 hingga Jumat (27/5/2022).

Liga 1

Sabtu, 28 Mei 2022

Bangun Training Center Arema FC, Juragan 99 Berharap Jadi Trigger untuk Klub Lain

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, berbicara soal pembangunan training center untuk klubnya.

Liga 2

Jumat, 27 Mei 2022

Bursa Pelatih Liga 2: Persijap Tunjuk Salahudin untuk Wujudkan Target Promosi

Manajemen Persijap Jepara berharap Salahuddin bisa memberikan tuahnya di Liga 2 2022, seraya mengantarkan Barito Putera promosi ke Liga 1.

Nusantara

Jumat, 27 Mei 2022

Profil Alvin Sariaatmadja, Pengusaha Indonesia yang Bekerja Sama dengan Klub Italia

Berikut ini profil singkat pengusaha Indonesia, Alvin Sariaatmadja, yang menjalin kesepakatan kerja sama dengan tim Italia, Lecce.

Liga 2

Jumat, 27 Mei 2022

Bursa Transfer Liga 2: Arif Suyono Resmi Jadi Pemain Baru PSMS Medan

Arif Suyono masih bertaji dan PSMS Medan akan memakai jasa pemain senior ini di Liga 2 2022.
X